Amunisi Rini Anggraini di Tauzia

Dunia perhotelan yang dinamis, selalu menawarkan tantangan baru. Inilah yang membuat Rini Anggraini tak pernah lelah menekuni bidang bisnis kegemarannya selepas lulus Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, 1995 silam. Merintis dari bawah, sebagai junior staff, karier wanita ini terbilang mulus. Satu persatu hotel pernah merasakan tangan dinginnya. Mulai dari Shangri-La, Sheraton, Marriot Group, Mandarin Oriental, sebelum bergabung dengan Tauzia Hotel Management pada Agustus 2013 lalu.

“Sebelum ke Tauzia, posisi saya adalah Director of Revenue di Mandarin Oriental. Di Tauzia yang punya banyak hotel, saya turun dulu menjadi Corporate Revenue & Distribution Manager. Kerja di Corporate Office jadi pengalaman baru buat saya, sangat excited,” katanya.

Dari hanya “memegang” satu hotel, lulusan cum laude dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung tahun 1995 ini diberi amanah memegang 43 hotel di bawah manajemen Tauzia. Tantangannya tentu jauh lebih berat. Namun, ia tak menilai itu sebuah beban mengingat cintanya yang teramat dalam untuk dunia perhotelan yang telah membesarkan namanya. Kunci suksesnya adalah tak henti belajar, mengeksplorasi hal-hal baru menggunakan logikanya yang telah teruji di bidang hospitalitas.

“Bidang pekerjaan saya baru berkembang, sekitar 1998, sehingga tidak dipelajari di sekolah. Jadi, selama meniti karier, saya learning by doing,” ujar wanita kelahiran 13 Agustus 1973 ini.

Corporate Director of Revenue Management & Distribution, Tauzia Hotel Management, Rini Anggraini Corporate Director of Revenue Management & Distribution, Tauzia Hotel Management, Rini Anggraini

Di posisi barunya sebagai Director of Corporate Revenue Management & Distribution, ia mendapat amanah untuk mencapai target pendapatan di seluruh hotel yang dikelola Tauzia, yakni Harris (bintang 4), Yello (bintang 3), dan Pop! (bintang 2).

Dengan karakteristik masing-masing hotel yang unik, ia mesti memiliki tim yang solid untuk memaksimalkan pendapatan. Pendapatan yang dimaksud adalah kombinasi dari tingkat okupansi dan rate yang dijual. Harris masih menjadi penyumbang terbesar dengan positioning family dan healthy lifestyle.

“Yang dijual banyak, tak hanya kamar seperti di hotel budget, tapi juga meeting room, dan lainnya. Target marketnya dari perusahaan, lembaga pemerintah, hingga leisure traveler,” katanya.

Rini punya dua senjata andalan dalam menunaikan tugas barunya. Pertama, mengganti sistem yang terkait dengan penjualan seluruh produk. Kedua, membangun tools untuk meningkatkan fungsi analisa yang saat ini masih sangat terbatas.

“Harapannya, dengan tools tersebut, kami lebih mudah menyusun strategi penjualan dan marketing untuk bulan-bulan berikutnya secara lebih baik. Sebelum itu, tentu harus ada training lebih dulu,” katanya.

Ia masih memendam mimpi besar, yakni membawa Tauzia menjadi International Hotel Chain. Ia bangga bisa mengambil peran dalam mendidik talenta-talenta lokal terbaik untuk membesarkan nama Tauzia di seantero negeri. "Kami ingin buka hotel di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)