Anne Patricia Sutanto, Komitmen Adalah Segalanya

Kesibukan bejibun tak membuat Anne Patricia Sutanto stress berkepanjangan. Jika punya komitmen dan dedikasi, segala hal yang semula susah, akan menjadi mudah. Jalan keluar dari kesulitan akan lebih mudah ditemukan. Selain menjabat sebagai Vice President Director PT Pan Brothers Tbk, ibu dua anak ini juga menjabat Presiden Direktur PT Polymindo Perdana, PT Indo Veneer Utama, dan PT Pancaprima Eka Brothers. Ia juga ada di jajaran direksi PT Homeware International Indonesia, PT Nine Square Indonesia, dan PT Central Energy Pratama.

anne

Wanita kelahiran Solo ini juga menjadi Presiden Komisaris PT Bumi Teknokultura Unggul, PT Andira Agro, dan PT Metaepsi, serta komisaris PT Anugerah Perkasa Semesta. Bisa dibayangkan betapa sibuknya wanita kelahiran 28 Oktober 1972 ini. Meski begitu, ia tidak merasa kesulitan membagi waktu antara karier dan keluarga.

“Dari awal, dedikasi saya adalah ingin berkarier. Bisa dibilang, hobi saya adalah bekerja, daripada diam di rumah. Saya sudah berkomitmen dengan suami. Suami pun setuju asal ada quality time dengan keluarga,” katanya.

Menurut dia, kesibukan yang bejibun kerap memicu stress. Namun, ia punya tips jitu untuk mengelola stress agar tidak menjadi kontraproduktif. Jika bisa dikelola, stress akan mendorong setiap orang untuk memiliki daya juang tinggi. Di usianya yang sekarang, ia menetapkan prioritas yakni sekitar 70% dari seluruh kegiatan yang penting dan urgent.

Peraih gelar Master bidang Administrasi Bisnis di Loyola Merymount University ini juga tidak ragu mendelegasikan tugas kepada orang kepercayaannya untuk tugas-tugas penting di rumah maupun di kantor. Meski begitu, ia tetap memonitor perkembangannya. Terakhir, ia menyerahkan segalanya kepada Tuhan YME.

“Saya percaya dengan rencana Tuhan. Ia telah menyiapkan jalan keluar atas setiap cobaan dan kesulitan yang datang.Tinggal kita yang berjuang mencarinya. Saya kuat karena saya punya Tuhan,” katanya.

Anne yang doyan membaca ini sangat bahagia memiliki suami yakni Edmond Setiadarma. Keduanya merajut cinta sejak di bangku SMA sebelum menikah 1 September 1996 silam. Emilio Setiadarma (17) dan Elena Setiadarma (15) adalah buah cinta mereka berdua. Ia juga beruntung memiliki orang kepercayaan baik di rumah maupun di kantor.

“Anak saya dua-duanya mandiri secara emosional. Mereka juga diajarkan sejak dini bagaimana cara mengatur keuangan. Perhatian bisa dalam bentuk pendelegasian tanggung jawab. Saya selalu mengajarkan mereka untuk percaya diri tetapi tetap rendah hati,” katanya. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)