Arief Tjakraamidjaja, Orang di Balik Anlene “Sepuluh Ribu Langkah”

Setelah dikenal sekitar 10 tahun dengan slogan “Sepuluh Ribu Langkah”, kini Anlene memiliki slogan baru “Generasi Bergerak”. Slogan ini mengampanyekan kepada orang lain bahwa untuk bebas osteoporosis bisa dilakukan dengan banyak cara, tidak hanya dengan melangkah.

Sejak kehadirannya di tahun 2002, Anlene berhasil menorehkan beberapa prestasi. Terbaru, Anlene mendapatkan penghargaan sebagai merek dengan kepuasan masyarakat tertinggi untuk produk susu berkalsium di tahun 2012. Anlene juga dikenal memiliki komunitas yang banyak di Indonesia.

Anlene Arief

Tak hanya mementingkan bisnis semata, Anlene juga pelopor dan fokus menyadarkan masyarakat pentingnya bahaya osteoporosis dengan mencetuskan hari osteoporosis nasional yang jatuh pada 20 Oktober. Di tahun ini, Anlene yang berada di bawah bendera PT Fonterra Indonesia  juga merangkul Ibu-ibu PKK untuk mengampanyekan osteoporosis sekaligus menjangkau pasar hingga kelapisan akar rumput.

Siapa sosok di balik gencarnya kampanye Anlene? Bisa dibilang Arief Tjakraamidjaja, Marketing Manager Fonterra Brands Indonesia, yang menjadi aktor di balik kesuksesan tersebut. Pria yang menempuh jalur pendidikan sarjana di Amerika Serikat inilah yang  dikenal penggagas slogan “Sepuluh Ribu Langkah” dan Hari Osteoporosis Nasional yang diperingati tiap tahunnya. Berikut wawancara Reporter SWA Online, M. Januar Rizki dengan Arief:

Apa strategi berbeda dari Anlene di tahun 2013?

Yang berbeda di tahun ini kami bekerja sama dengan PKK. Tidak hanya menjual produk via konsumen. Kami juga mengedukasi kader-kader organisasi yang sudah ada yaitu, PKK yang lebih satu juta anggota komunitasnya.

Kenapa memilih bekerja sama dengan PKK?

Kalau kita bicara PKK, yang cuma kita tahu tentang masak atau posyandu anak-anak. Tapi, sering lupa posyandu ada juga untuk lansia dan anggota PKK yang menjadi anggota Posyandu lansia juga cukup banyak.

Di daerah mana saja proyek tersebut dilakukan?

Untuk tahun ini yang menjadi pilot project ada tiga daerah. Jakarta, Surabaya dan Jogjakarta. Saat ini di Jakarta baru dicanangkan, mulai minggu depan kita sudah merencanakan workshop. Kita akan melakukan pelatihan kader-kader dari wilayah-wilayah di Jakarta.  Ketiga daerah tersebut sangat potensial. Selain penduduknya yang cukup banyak namun kesadaran osteoporosisnya minim. Ketiga PKK di tiga kota tersebut juga sangat ter-establish.

Langkah awal apa yang dilakukan?

Kami akan bekerja sama dengan PKK di ketiga daerah tersebut. Kita melakukan program edukasi ke mereka. Dalam enam bulan kita akan review apakah kita akan kembangkan lebih banyak lagi atau tidak. Apakah ada oppurtunity-nya.

Bagaimana dengan kota-kota lain?

Tahun ini fokus kepada tiga daerah tadi. Tahun depan belum ada rencana untuk ke kota-kota lain.

Tahun 2013 Produksi Anlene seperti apa?

Kami tetap memproduksi tiga varian yaitu Anlene Gold, Anlene Total dan Anlene Actifi. Kita menjadi nomor satu kateogi susu high calsium market di Indonesia. Komposisinya sendiri nomor satu Anlene Gold yang paling banyak dikonsumsi dan produksinya juga.

Bagaimana perkembangan penjualan tiap tahunnya? Tahun 2014 seperti apa?

Sejak tahun 2002 sampai 2013 penjualan dan produksi terus meningkat. Target penjualan kita di tahun 2014 juga terus meningkat dari tahun sebelumnya. Dan kita tetap menjadi leading brand di high calsium Indonesia. Tren terus meningkat.

Berapa persen peningkatan produksi per tahunnya?

Untuk yang berkaitan dengan angka kami tidak bisa menyebutkan. Ada company policy yang mengatur tidak bisa mencantumkan angka.

Tahun 2012 lalu Anlene mendapatkan penghargaan sebagai produk dengan kepuasan tertinggi di high calsium. Bagaimana strategi untuk mempertahankannya sehingga dekat dengan konsumen?

Banyak strategi yang dilakukan. Salah satunya pada hari osteoporosis di tahun ini kami mengedukasi masyarakat untuk mengetahui bahaya osteoporosis dan pentingnya minum susu. Strategi ini kami telah lakukan juga selama kurang lebih sepuluh tahun belakangan.

Anlene termasuk pelopor hari Osteoporosis Nasional. Target apa yang ingin dicapai Anlene?

Kami mengadakan acara atau kampanya Hari Osteoporosis Nasional pada 3 November di Monas. Ini ditujukan untuk seluruh konsumen. Target kami di tahun ini adalah ingin lebih banyak lagi masyarakat yang datang pada kegiatan tersebut. Ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat tentang Osteoporosis semakin meningkat. Tahun lalu sekitar 15 ribu orang yang hadir. Tahun ini expect sekitar 17 ribu orang.

Apakah dengan mengadakan kampanye tentang osteoporosis reaksi pasar meningkat?

Iya. Namun yang lebih kami tekankan adalah semakin banyak orang yang mengerti tentang osteoporosis. Percuma saja jika orang membeli namun tidak mengerti manfaat dari produk ini kita melihatnya percuma saja. Yang ingin ditujukan adalah orang-orang paham bahaya osteoporosis. Ternyata di usia 30-an tulang sudah mencapai kadar kalsium maksimum sehingga harus dibantu dengan minum susu secara rutin. Hal-hal tersebut yang ingin kita sampaikan ke masyarakat.

Fonterra atau Anlene punya komunitas yang banyak. Apa yang dilakukan untuk menjaga komunitas tersebut?

Kami mempunyai komunitas-komunitas dari kelompok-kelompok senam. Untuk menjaga hubungan baiknya  diadakan kompetisi osteoporosis antar kelurahan. Juga, memberikan fasilitas-fasilitas seperti, cek tulang gratis. Itu juga feedback untuk mereka.

Bagaimana perkembangan kampanye Anlene tetang osteoporosis kepada kesadaran masyarakat?

Kalau  tahun 2002 kita bicara osteoporosis, orang lain enggak ada yang paham. Di tahun lalu kita melakukan riset, hasilnya osteoporosis menjadi ketiga teratas mengenai penyakit yang paling dikhawatirkan wanita Indonesia. Hasil ini cukup mengejutkan untuk kita.

Anlene dikenal dengan slogan “Sepuluh Ribu Langkah”. Kenapa di tahun ini menjadi “Generasi Bergerak”?

Slogan “Sepuluh Ribu Langkah” berhasil dikenal di Indonesia. Namun orang mengira untuk bebas osteoporosis cukup untuk bergerak sepuluh ribu langkah. Padahal banyak yang bisa dilakukan untuk bebas osteoporosis salah satunya dengan banyak bergerak. Seperti, senam dan menari. Jadi, dengan gerakan-gerakan lainnya kita bisa bebas osteoporosis. (M. Januar Rizki)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)