Bisnis Go-Jek Jadi Rebutan Investor Kelas Dunia

Suntikan dana dari PT Astra International Tbk., senilai US$ 150 juta menambah daftar panjang  investor yang menggelontorkan dana segarnya untuk Go-Jek.

Go-Jek, perusahaan teknologi asal Indonesia cukup seksi di mata investor. Melihat ke belakang, situs CrunchBase menyebutkan pada 2015 Go-Jek mendapat kucuran modal pertamanya dari tiga firma investasi startup, yaitu Sequoia Capital, NSI Venture, dan DST Global. Nilai investasi dari ketiga pemodal ventura tersebut tidak disebutkan secara pasti.

Era disruptif yang disebabkan perkembangan teknologi ini menjadi momentum seksi bisnis Go-Jek untuk para investor melakukan investasi besar-besaran. Inovasi tiada henti yang dilakukan Go-Jek menjadikan kiprahnya semakin hari semakin moncer. Pada pendanaan putaran kedua, sejumlah nama investor dilansir dan ada sekitar 10 firma investasi atau perusahaan yang ambil bagian. Tercatat, pendanaan pada Agustus 2016 mencapai sekitar US$550 juta.

Kondisi ini yang menjadikan Go-Jek sebagai unicorn untuk kategori startup setelah enam tahun berdiri, dengan nilai valuasi lebih dari US$1 miliar. Selain di dukung firma investasi startup pada pendanaan pertama, pada puaran kedua ini sejumlah nama muncul, antara lain Warburg Pincus, KKR, dan Rakutan.

Tak butuh waktu lama, pada Mei 2017, Go-Jek mendapatkan pendanaan ketiganya, yaitu dari konsorsium Tencent Holdings sebagai lead investor, Tamasek Holdings, Meituan-Dianping, JD.com, dan Google, dengan total pendanaan US$1,2 miliar. Terbaru, Astra International dan anak usaha Grup Djarum, PT Global Digital Niaga (GDN), ikut dalam pendanaan Go-Jek.

Ketertarikan Astra menyuntikan dana ke Go-Jek, menurut Presdir Astra International, Prijono Sugiarto, Go-Jek merupakan pemain utama dalam ekonomi digital Indonesia yang dipimpin oleh manajemen anak bangsa yang solid. Baginya, menggabungkan keahlian Astra di bidang otomotif dan jangkauan konsumen Go-Jek yang luas, keduanya akan mampu mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama untuk meningkatkan produktivitas, mendorong masyarakat masuk ke sektor ekonomi formal, serta mendukung inovasi produk & jasa untuk menciptakan pasar baru.

Dikutip dari rilis resmi Astra, Prijono mengatakan, “Kami bangga dapat mendukung champion seperti Go-Jek, yang memiliki misi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen Astra untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.

Diperkirakan Go-Jek telah memiliki sekitar 1 juta pengemudi, dengan lebih dari 125 ribu mitra usaha dan 30 ribu penyedia jasa. Dengan sejumlah suntikan dana yang masuk, valuasi perusahaan berbasis teknologi tersebut diperkirakan telah mencapai US$4 miliar atau sekitar Rp53 triliun. Kurang dari 8 tahun saja, Go-Jek telah melesat dengan pertumbuhan nilai perusahaan yang fantastis.

Aliran dana segar dari investor ini memberikan kesempatan Go-Jek untuk mengakuisisi mitra dan pelanggan baru dengan lincah. Berbagai cara dilakukan: dari memberikan subsidi hingga menyelenggarakan program promo refferal bagi pengguna baru. Inovasi Adalah bagian dari perushaan teknologi seperti Go-Jek, bermula dari sekadar penyedia layanan ride sharing, Go-Jek telah berubah menjadi penyedia one stop solution, yang melayani kebutuhan logistik, pembayaran, layanan antar makanan, gaya hidup, dan berbagai layanan on-demand lainnya. Diklaim ada sekitar 100 juta transaksi setiap bulan yang terjadi di platform Go-Jek.

Banyaknya investor dana yang masuk ke Go-Jek berasala dari asing, bagi Nadiem Makarim, Founder Go-Jek, tak menjadi masalah. Hal ini disampaikan saat wawancara SWA dengannya pada acara yang dihelat SWA (2015), ia tak mempermasalahkan apakah investor Go-Jek berasal dari dalam atau luar negeri. Menurutnya yang terpenting bagaimana Go-Jek dapat berkontribusi pada Indonesia terlepas apakah sahamnya banyak dipegang asing atau domestik. Ia ingin agar Go-Jek dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memberikan dampak sosial yang luas.

Hadirnya Go-Jek berhasil menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia yang menjadi mitranya, khususnya di bidang transportasi dan jasa pengiriman. Selain itu, Go-Jek menghadirkan program swadaya, yaitu program pemberian akses layanan jasa keuangan seperti perbankan dan asuransi, cicilan diskon untuk kebutuhan sehari-hari, serta akses terhadap kesempatan bisnis untuk meningkatkan pendapatan keluarga mitra Go-Jek.

Sebagai contoh, mitra driver Go-Jek yang ingin menperoleh produk KPR dari BTN cukup menyisihkan pendapatan sejumlah Rp42 ribu per hari. Para mitra driver dapat memiliki rumah dengan DP terjangkau (1%) serta suku bunga yang rendah (5%) dan tetap selama lima tahun. Adapun mitra yang ingin menunaikan umrah dengan program yang ditawarkan BNI Syariah dapat menyisihkan pendapatan Rp25-35 ribu per hari untuk tabungan umrah. Masih banyak program kesejahteraan para mitra pengemudi yang diberikan oleh Go-Jek.

Go-Jek juga membuka kesempatan bagi anak bangsa yang memiliki minat berkecimpung di bidang teknolgi untuk mendapatkan pembelajaran pemrograman intensif. Bekerja sama dengan Hacktiv8, lembaga penddikan informal di bidang pemrograman, Go-Jek meluncurkan program Go-Scholartech yang merupakan beasiswa komprehensif yang bertujuan mencetak para programmer baru yang bermutu.

 

Riset SWA

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!