Budi Hendrawan, Generasi Kedua Petropack

“Kalau kerja di perusahaan lain ada jam kerjanya, kalau disini kami kerja 24 jam, Sabtu dan Minggu tetap masuk. Setiap saat kami harus bisa dihubungi, belum kalau nanti mau beli mesin atau cari bahan baku, kami harus turun lapangan. Malamnya papi biasanya telfon ke kami mengenai bahan baku atau mesin, kalau di perusahaan lain kalau ditelfon malam-malam ngga usah diangkat,”ujar  Florentius Budi Hendrawan, Chief Technology Officer PT Petropack Agro Industries yang biasa disapa dengan nama Hendra itu dengan terkekeh.

Hendra dan Devi, penerus PT Petropack Agro Industries Hendra dan Devi, penerus PT Petropack Agro Industries

Anak bungsu dari 6 bersaudara ini, merupakan generasi kedua dari PT Petropack Agro Industries yang dimiliki oleh sang ayah, yakni Prihanto Ekoputro.

Bersama dengan Devi, kakaknya, ia bahu-membahu ikut membantu di pabrik yang baru berjalan selama satu tahun ini. Tanggung jawab yang diemban, ayah dua anak ini pun tak main-main, ia harus memastikan bahwa proses produksi berjalan sesuai dengan harapan.

Selain ikut terjun langsung ke lapangan dalam proses produksi, ia dan saudara perempuannya juga ikut dalam membentuk nilai-nilai perusahaan, salah satunya soal profesionalisme. Menurutnya, menerapkan profesionalisme, menjadi sesuatu yang menantang, mengingat kentalnya rasa kekeluargaan di perusahaan tersebut.

Ia pun mencontohkan di awal pertama pabrik Petropack Agro Industries dibangun, mereka membawa 30 orang operator dari Jakarta untuk ikut membantu mengembangkan pabrik. Para operator ini diambil dari holding company mereka, PT Inamulti Inti Pack yang berada di Jakarta.  Ia dan Devi menginginkan adanya suatu aturan dan standar yang dipatuhi karyawan, sehingga perusahaan bisa berjalan sesuai dengan baik.

Kehadiran kakak perempuannya ini, membantunya dalam pembagian kerja di perusahaan. Salah satu contohnya adalah saat pembagian libur dimana mereka biasa mengambil libur secara selang-seling dalam satu minggu. Dengan begitu, Hendra bisa lebih berfokus pada bidang produksi dan melakukan berbagai eksperimen salah satunya adalah membuat produk tanpa adanya waste. Nantinya satu bahan baku bisa dijadikan berbagai produk.

Ia pun mengaku sering melakukan berbagai coba-coba untuk menemukan racikan yang tepat, salah satu contoh produknya adalah keripik buah durian, nangka, salak, dll. Nantinya, produk yang sudah jadi akan diberikan kepada teman-teman ayahnya, untuk dimintai pendapat. Ia pun mengaku banyak mendapat masukan dan pembelajaran dari mereka. Menurut pria lulusan City University, Vancouver, Canada ini, ayahnya banyak memberikan masukan dan membukakan pintu dalam berbisnis.

Namun ini justru membuatnya merasa memiliki tanggung jawab yang besar baik kepada ayahnya maupun perusahaan. Ia sendiri sudah ikut membantu ayahnya sejak tahun 2007 di Jakarta di perusahaan PT Inamulti Inti Pack yang didirkan sejak tahun 80an oleh ayahnya.  Di sana ia masuk sebagai teknisi mesin. Pada tahun 2010 ia pun ikut pindah ke Semarang dan turut membesarkan PT Petropack Agro Industries.

Namun pria kelahiran 8 Juli 1981 ini mengaku bahwa ia ikut dengan ayahnya karena memiliki visi dan misi yang sama. Sebelumnya ia pernah bekerja di salah satu perusahaan fast food,  kebanyakan proses pembuatan makanan menggunakan bahan kimia. Melihat hal ini, ia pun memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan keluarga, karena merasa memiliki visi dan misi yang sama.

Kini pria yang beristrikan Fianycia Octaviana ini, berambisikan untuk bisa membuat minuman sehat dan buah yang bisa dikenal di seluruh dunia. Ia juga ingin membuat berbagai makanan sehat lainnya yang terbuat dari bahan-bahan lokal seperti sereal dari ubi jalar.”Sudah dapat acc dari papi, tinggal eksperimen saja,” dia menuturkan dengan aura berseri-seri. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)