Cath, dari Dosen Jadi Direktur Nielsen

Catherine Eddy, Managing Director PT The Nielsen Company

Siapa bilang akademisi tak bisa jadi direktur perusahaan swasta? Dengan apa yang diraihnya sekarang, Catherine Eddy menepis anggapan tersebut. Wanita yang akrab disapa Cath ini dulunya mengajar di University of South Australia, sebagai penyelia riset-riset komersial. Sejak 8 tahun lalu barulah ia bergabung dengan Nielsen Indonesia.

Cath adalah Managing Director PT The Nielsen Company di Indonesia. Meski sempat bekerja untuk perusahaan riset terbesar di Australia, ia mengawali perjalanan karier bersama Nielsen justru di Indonesia. Uniknya, keluarga justru jadi alasan utamanya menerima tawaran berkarier di Indonesia. “Saya ingin anak-anak saya berpandangan internasional, punya pengalaman hidup di negara yang baru dengan budaya yang baru juga,” kisahnya kepada SWA Online. Bahkan kini salah satu putranya menekuni studi Asia, khususnya Indonesia di salah satu perguruan tinggi Australia. Bukan itu saja, ia pun menggeluti bahasa dan budaya Jawa di Yogyakarta secara intensif.

Peran Indonesia bagi Nielsen tidak bisa disepelekan. Indonesia jadi fokus Nielsen untuk Asia Tenggara. Pertumbuhan double-digit selalu jadi pencapaian yang tak gagal terealisasi. Dengan krisis yang melanda negara-negara Eropa, Nielsen Indonesia pun mengatur strategi. “Budget perusahaan multi nasional sekarang sangat terbatas. Karena itu kami fokus pada perusahaan lokal,” Cath menuturkan strateginya untuk Nielsen. Meskipun Nielsen global sudah punya strategi, ia tetap harus atur siasat untuk Indonesia yang sejalan dengan strategi regional dan global.

Cath merasa beruntung mengabdi pada Nielsen. “Nielsen punya pandangan 360 derajat di dunia riset, mulai dari ritel, penonton televisi, sampai riset konsumen. Jadi kami tahu apa yang dibeli konsumen, mengapa mereka pilih produk itu, sampai apa yang mereka tonton.” Kekuatan inilah yang membuat Nielsen mampu mengolah common knowledge menjadi uncommon insight. Cath mencontohkan hubungan produk makanan ringan berkaitan erat dengan produk telekomunikasi. Pasalnya, ketika perusahaan telekomunikasi meluncurkan kampanye besar-besaran, konsumen ramai-ramai beli pulsa dan ‘puasa’ makanan ringan.

Prinsip Nielsen yang sederhana, terbuka, dan terintegrasi pun menginspirasi Cath dalam mengembangkan kariernya. “Saya memikirkan value itu setiap hari,” kata ibu tiga anak ini. Ia menuturkan, laporan beratus halaman tentu merumitkan kliennya. Di sinilah ia kemudian menerapkan prinsip kesederhanaan, memperingkas laporan.  Prinsip keterbukaan ia terapkan dalam kepemimpinannya. Ia selalu menyampaikan apa yang jadi tujuan dan arah pergerakan perusahaan. Integrasi yang dikaitkan dengan integritas merupakan prioritas utama Cath, karena itulah kekuatan utama Nielsen selama ini. Mengutip kata-kata Peter F. Drucker, Cath menanamkan prinsip, “Management is doing things right, leadership is doing the right things.” Manajemen adalah melakukan sesuatu dengan benar, kepemimpinan melakukan hal yang benar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)