Christian Tan, Dukung Program 'Brain Bank'

Menjalankan dua profesi sekaligus memang tidaklah gampang. Apalagi ditambah faktor x, yang menyebabkan Anda harus berada jauh dari Tanah Air. Namun hal itu, justru menjadi satu tantangan bagi seorang Christian Tan. Di atas tanah Amerika ia, sanggup berkiprah sebagai profesional sekaligus entrepreneur. Seperti apa, lika-liku perjalanan kariernya, berikut wawancara Gustyanita Pratiwi dari Swa Online.

Christian Tan

Bisa diceritakan mengenai background pendidikan Anda?

S1 dari Institut Teknologi Bandung dan S2 dari  University of Houston, Clear Lake, Houston, Texas, AS.

Apa keahlian yang Anda miliki?

Texas Certified Public Accounting, Certified Fraud Examiner, Certified Information System Auditor, Certified Information Technology Professional

Apa nama instansi tempat bekerja sekarang?

Halliburton, Houston,  Texas, AS

Bagaimana Anda bisa bekerja di instansi ini?

Diperkenalkan melalui jasa head hunter dan lolos proses seleksi interview dan background check. Saya terpilih karena keahlian saya menggunakan software IDEA® untuk data analysis.

Sejak kapan Anda berkarier di perusahaan ini?

Mei tahun  2012

Apa jabatan yang Anda pegang sekarang dan apa lingkup tanggung jawabnya?

Senior Forensic Auditor melakukan berbagai macam proyek internal audit yang berkaitan dengan fraud, waste and abuse.

Mengapa Anda tertarik bekerja/berkarier di instansi ini?

Karena Haliburton pada saat itu membuka tawaran pekerjaan yang sesuai dengan bidang saya dan saya tertarik karena background pendidikan yang saya miliki, dan bekerja di bagian ‘fraud auditing’ adalah pengalaman yang berarti

Apa saja fasilitas yang Anda terima di luar gaji?

Asuransi kesehatan bersubsidi, disability insurance, life Insurance, paid time off, ‘Unlimited’ (Up to 180 days)  sick leave, diskon khusus untuk pegawai di berbagai fasilitas olah raga, entertainment, dsb.

Selain berkarier sebagai profesional, kabarnya Anda juga sedang mengembangkan bisnis. Apa bidang bisnis yang Anda kelola?

Financial Planning; Health and Wellness (Both under Blessings and Giving). Juga, Yayasan Nirlaba Sosial (Tan Family Foundation). Saya CFO dan Martina Kusniadi, istri saya sebagai CEO.

Bagaimana Anda bisa melihat peluang bisnis itu di AS?

Kami melihatnya sebagai usaha untuk membantu orang mengenai pola hidup finansial yang sehat serta memperkenalkan salah satu cara hidup sehat atau ‘sickness free’. Karena tujuan utamanya adalah membantu orang. Kesempatan untuk membantu itu besar di mana-mana sehingga kami memutuskannya untuk juga menjadikannya sebagai bisnis.

Bagaimana liku-liku Anda membesarkan bisnis di AS?

Membentuk bisnisnya sendiri cukup mudah prosesnya, yaitu hanya melalui filing dan membayar biaya pembentukan badan usaha. Mengenai produk yang kami tawarkan, hal itu berdasarkan pengalaman kami sendiri dari mencoba dan merasakan produknya terlebih dahulu. Dan setelah merasakan bahwa produk itu baik, kami rasa baik untuk menawarkan produk ini dalam bentuk bisnis.

Apa suka dukanya membangun bisnis  itu?

Salah satu sukanya adalah kemudahan dalam membuat suatu badan hukum resmi. Semua proses dilakukan secara online dan bisa selesai dalam waktu kurang dari satu minggu. Dukanya mungkin cara memasarkan jasa atau produk kami karena baru berdiri dan arena bisnis adalah usaha sampingan. Kami membangun dan memasarkannnya secara perlahan-lahan sehingga perkembangan bisnis ini masih perlahan-lahan.

Apa tantangan yang Anda hadapi?

Cara memasarkan produk kami ke market, karena kami memasarkannya secara kekeluargaan sehingga bisnis ini berkembangnya perlahan-lahan.

Berapa skala bisnis perusahaan Anda sekarang (revenue-nya)?

Baru dimulai bulan Agustus kemarin.

Apa target dan rencana ke depan Anda untuk kemajuan bisnis Anda?

  • Blessing and Givings, LLC = Membantu kalangan diaspora Indonesia di Amerika mengenai Family/Personal Financial Planning and Increase their Financial Literacy atau improve pengetahuan mereka tentang finance mereka

  • Tan Family Foundation= Memberi beasiswa kepada anak-anak di Indonesia dan/atau Diaspora Indonesia di luar negeri.

  • Support Diaspora Brain Bank Program.=Membantu pembangunan pendidikan di Indonesia.

Target annual donation of US$ 5.000 selama 1 tahun, US$ 10.000 selama 5 tahun dan US$ 50.0000 untuk 10 tahun.

Bagaimana Anda melihat kekuatan diaspora Indonesia?

Potensinya besar tetapi belum terjaring dengan baik.

Pemerintah idealnya berperan seperti apa untuk menjadikan diaspora ini sebagai sebuah kekuatan yang akan membuat Indonesia menjadi lebih baik?

Memberikan ijin kepada para diaspora Indonesia untuk pulang ke Indonesia dan berkarya sebagai ekspat (sejauh pengetahuan saya untuk bidang migas masih ada kebijakan BP-Migas yang menghalangi diaspora Indonesia untuk berkarya dengan status ekspat di perusahaan-perusahaan minyak di Indonesia). Pemberian status ekspat selayaknya dinilai berdasarkan kualitas pekerjaan seseorang bukan asal-usul dan/atau kewarganegaraan seseorang (misalnya jika seorang yang berkulit coklat memiliki kemampuan lebih dibandingkan mereka yang berkulit putih maka mereka harus dibayar lebih. Pay based on merit instead of skin color/race/national origin)

Apa ada rencana pulang ke Tanah Air dan membangun bisnis?

Mungkin membuka cabang untuk outsourced certain administrative job (Scheduling Appointments, Word Processing, data Analysis, Web Design, etc).

Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia agar semakin banyak orang Indonesia pulang dan berkarya di negeri sendiri?

In My Humble Opinion (IMHO), justru jangan ditarik untuk bisnis di Indonesia, melainkan dibantu untuk bisnis di luar Indonesia dan diberi bantuan kalau ingin membuka cabang di Indonesia dan/atau outsource sebagian pekerjaan kantornya ke Indonesia. Bantuan bisa dalam bentuk tax incentive (misalnya tax holiday program) atau infrastructure development (misalny jaringan internet via fiber optic atau satelit) atau Peningkatan SDM (Misalnya: Subsidi kursus bahasa asing – Inggris, Spanyol, Perancis, Mandarin, etc, including accent reduction classes untuk membangun call center hub)

Apa ide/ usulan Anda kepada pemerintah Indonesia agar bisa mengoptimalkan kompetensi yang Anda miliki untuk kemajuan Indonesia baik ketika Anda masih di luar negeri atau ketika sudah pulang ke Tanah Air?

Serupa seperti di atas. Dibuat jaringan ‘Brain Bank’ yang bagus dan dilakukan Monthly International Webcast dengan berbagai topik dari berbagai ahli yang ada. Adanya fasilitas komunikasi modern sangat mempermudah transfer informasi baik antar sesama diaspora Indonesia maupun dgn teman-teman di Indonesia. Bisa juga dengan menggunakan online discussion forum, mailing list, Linkedin Group, dsb.

Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia agar semakin banyak orang Indonenesia pulang dan berkarya di negeri sendiri?

Standar gaji yang bersaing antara pegawai lokal dan ekspat di Indonesia. Paling tidak memberikan ijin kepada para diaspora Indonesia untuk pulang ke Indonesia dan berkarya sebagai ekspat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)