Dedikasi Antarkan DE. Setijoso Raih Award dari The Asian Banker

Djohan Emir Setijoso, yang kini menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA), baru saja meraih The Asian Banker Lifetime Leadership Achievement Awards 2013. Penghargaan itu diraih seiring dengan dedikasi yang ditunjukkan oleh Setijoso selama berkarier di industri perbankan.

“Saya mulai (berkarier) di perbankan tahun 1965,” sebut Setijoso, ketika menerima penghargaan di Hotel Ritz Carlton, di Jakarta, beberapa hari lalu.

Djohan Emir Setijoso, Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (kedua dari kanan), meraih The Asian Banker Lifetime Leadership Achievement Awards 2013.

Dia bercerita bahwa karirenya di perbankan dimulai dengan bekerja di Bank Rakyat Indonesia. Cukup lama Djohan bekerja di bank BUMN itu. Pria paruh baya ini mendedikasikan waktunya di BRI sejak  tahun 1965 hingga tahun 1998. “Saya akhirnya ditunjuk ke jajaran direksi BRI,” lanjut dia, di mana dia sempat mengenyam jabatan sebagai direktur.

Setelah itu, Setijoso mengatakan, “Tahun 1999, ketika masa krisis, pemerintah meminta saya untuk pindah ke BCA.” Di bank swasta itu, ia menempati posisi sebagai Presiden Direktur hingga tahun 2011. Selepas jabatan tersebut, ia pun kini menjabat sebagai Presiden Komisaris.

Dedikasi dan konsistensi seorang Setijoso di industri perbankan dilihat oleh dunia internasional. Ia berpendapat, industri perbankan merupakan industri kepercayaan. “Begitu juga dengan menjadi bankir, mereka dipercaya karena mereka mampu menjaga dana publik dan merupakan bagian penting yang menggerakkan ekonomi riil. Karena alasan itulah dapat saya sampaikan, bahwa saya bangga bergabung dan menjadi bagian dari industri perbankan,” terang dia.

Dan untuk menjadi pemimpin, kata dia, harus selalu mengutamakan kepentingan organisasi daripada kepentingan diri sendiri. “Jika kita bisa menahan diri dari hanya memikirkan keuntungan pribadi dan sebagai gantinya memberikan perhatian yang lebih besar untuk meningkatkan reputasi bank serta memberikan kontribusi terhadap efisiensi pasar dan ekonomi yang stabil, saya percaya bahwa hal terbaik akan terwujud bagi para bankir di seluruh dunia,” tegasnya.

Ia pun mengaku masih aktif pergi ke kantor. Di hadapan para tamu acara penghargaan yang diadakan oleh The Asian Banker, ia menjelaskan pilihan itu dibuatnya karena istrinya. “Sekarang ini saya masih pergi ke kantor karena sebuah keputusan harus dibuat. Kalau saya tetap di rumah, istri saya akan kesal. Akan tetapi, kalau saya pergi ke kantor setiap hari, jajaran direksi dan manajemen juga akan kesal karena saya harus membuat mereka sibuk. Tapi kalau saya harus memilih apakah istri saya yang marah atau kamu (menunjuk para karyawannya) marah, konsekuensi yang lebih saya takutkan adalah istri saya,” Djohan menjelaskan yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari para tamu.

Sebagai informasi, The Asian Banker Lifetime Leadership Achievement Award diselenggarakan sejak tahun 2005, merupakan penghargaan internasional yang diberikan kepada pemimpin-pemimpin atau CEO lembaga keuangan dimana mereka memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian negara-negara di mana mereka beroperasi. Program penghargaan hanya dijalankan dalam tiga tahun sekali, untuk memberi waktu dan melihat dampak yang terjadi dari strategi, visi, misi yang dijalankan oleh pemimpin-pemimpin tersebut. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)