Dekih S. Budiman, Serius Tangani Digital Commonwealth Life

Profesional satu ini kerap mondar mandir di tiap event yang digelar Commonwealth Life. Begitulah Dekih Sofyan Budiman, pria yang kini didaulat sebagai Marketing Head of PT Commonwealth Life. Dirinya dikenal sebagai sosok yang tangkas dengan pengalaman marketing yang mumpuni di dua perusahaan berbeda sebelumnya.

Alumnus Ekonomi Unika Atma Jaya ini sejatinya memang selalu menjunjung tinggi totalitas dalam berkarya. Tak heran jika dalam satu dasawarsa ini dirinya telah banyak mengukir prestasi bersama tim, utamanya di bidang pengembangan digital dari perusahaan yang menjadi bagian dari Commonwealth Bank of Australia (CBA) ini.

Lantas bagaimana kiprah kelahiran 15 September 1962 ini dalam memajukan salah satu lini bisnis Commonwealth Life ini? Berikut penuturan pehobi travelling, makan, dan mendengarkan musik ini kepada SWA Online:

Dekih Sofyan Budiman, Marketing Head of  PT Commonwealth Life

Seperti apa riwayat singkat karier Anda sampai bergabung di Commonwealth Life?

Saya pernah bekerja di 3 perusahaan berbeda. Pertama, di consumer good, lalu consumer banking, dan yang terakhir asuransi Commonwealth Life. Di sini saya sudah berkarier selama 10 tahun.

Spesifikasi bidang yang Anda ambil?

Semua bidang yang saya ambil berhubungan dengan marketing. Kenapa? Dari sekolah saya memang sudah menyukai bidang ini. Marketing itu kan dinamis banget ya, baik dari segi pekerjaan maupun apa yang sesuai dengan jiwa saya. Sebenarnya kalau ilmu pemasaran, apapun yang dijual mustinya sama saja bagaimana cara kita approach-nya. Consumer good, consumer banking, maupun asuransi, jualannya sama yaitu produk. Bedanya adalah jenis produk yang dijualnya seperti apa.

Memang untuk asuransi, tantangannya adalah produknya bersifat intangible. Bisa dinikmati kalau pemegang policy-nya sudah pernah terkena sesuatu, entah dia meninggal atau kecelakaan. Nah, itulah cerita klasik asuransi. Saat ini, untuk modern asuransi kan sudah ada investasi. Jadi nasabah bisa menikmati hasil investasi dan proteksinya selama beberapa tahun sejak dia bergabung bersama Commonwealth Life misalnya.

Sebagai Head Of Marketing, seperti apa keseharian Anda?

Senin sampai Jumat pastinya ngantor. Enaknya marketing juga karena bagian dari tugas, saya jadi bisa keliling-keliling kota kan. Lihat kantor pemasaran kami, ya ‘jalan-jalan’ sambil tugas, dsb.

Tanggung jawab yang Anda emban sekarang ini?

Pertama, memberikan pengenalan mengenai siapa itu Commonwealth Life di masyarakat. Itu kan bisa dengan berbagai cara. Kami mungkin tidak menggunakan media yang konvensional seperti iklan, koran, atau radio. Kami lebih banyak masuk ke digital. Karena belum banyak perusahaan yang masuk ke situ dan benar-benar mendalaminya.

Yang kedua, mensupport semua lini bisnis yang ada, baik agensi--yang pasarnya individual, lalu alternatif distribution channel, entah itu bancassurance ataupun grup di mana kami berperan serta.

Ketiga, menyediakan sarana komunikasi bagi semua channel yang terdiri dari barang cetakan seperti brousur, dsb, dan juga komunikasi ke nasabah. Kami punya website yang banyak memberikan informasi ke nasabah maupun umum. Di situ ada 3 bagian. Pertama untuk customer, kami punya customer e service. Lalu kami punya agency service, portal khusus untuk sales force atau agen-agen ketiga, dan kami juga menyediakan informasi kepada publik. Contohnya adalah financial calculator, di mana orang yang belum coba mengenal asuransi bisa mensimulasikan investasi dirinya lewat itu. Untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan, kebutuhan hari tua, dan lain-lain. Jadi informasi tersebut semuanya kami support dari marketing.

Kenapa serius di digital?

Kami memang serius di situ sebagai salah atu brand advokasi. Sekali kami nge-tweet, atau nge-post, itu kan nama atau branding Commonwealth Life akan dilihat oleh followers maupun see like Facebook kami. Development-nya ada setahun lebih, karena kami benar-benar perhatikan mulai dari konten, massage, dan juga complience-nya. Karena kami pasti juga dilihat oleh perusahaan induk kami. Followers-nya sih sudah lumayan, yaitu 6 ribu dalam waktu sebulan lebih.

Tapi untuk mendapatkan angka 6 ribu itu, kami pasti tidak ongkang-ongkang kaki. Kami bikin program. Pertama, yang paling simpel ditouch dulu adalah program untuk karyawan. Sebagai brand ambassador, karyawan harus tahu dulu apa yang di-share Commonwealth Life, sebelum kami jual kemana-mana. Kemudian ada sales force atau agent yang kami tawarkan juga, ayo follow social media. Baru kami masuk ke publik. Kami harus bikin sesuatu yang menarik, baik dari segi konten maupun visual supaya orang engagement dan suka social media kami. Makanya, konten dan massage itu nomor satu, di balik support dari tim dan teknologinya yang juga harus bagus.

Bukannya kalau yang lewat social media, biasanya orang hanya like lalu jadi pasif follower?

Kami punya tahapan-tahapan. Pertama introduction, yaitu jangan ngomong langsung : eh kami punya produk ini. Itu tidak akan laku lah ya. Terlalu jualan. Kemudian ada masa product knowledge, dimana kami akan menjelaskan produk kami apa, service kami bagaimana, dll. Lalu masa persuasif, dimana kami sudah mulai mengarahkan bahwa isinya itu kalau begini akan begini, begitu akan begitu, dll. Nah, itu kan untuk membuai orang supaya sadar asuransi. Selanjutnya adalah masa engagement, supaya begitu bangun tidur, orang tetap nungguin FB Commonwealth Life selain FB-nya sendiri. Di FB Commonwealth Life itu ada apa sih selain hadiah? Ada pengetahuannya juga, dsb. Memang kami harus bersaing dengan perusahaan yang sekarang sedang in di sosial media.

Berapa tim yang Anda bawahi?

Di tim saya ada 10 orang termasuk saya. Itu ada tim yang mengurusi PR dan media, lalu divisi promosi dan branding. Dan sehari-harinya kami pasti bekerja sama dengan beberapa departemen, entah itu produk, training, agency service, dan semua lini sales force yang ada di tingkatan sini, mulai dari agency director, sampai excecutif finansial services atau agent.

Seperti apa isu-isu yang terkait industri asuransi saat ini?

Isu, pasti penetrasinya masih kurang. Tapi kalau dilihat kurang, itu dimananya dulu? Di kota besar mungkin semua sudah mulai aware. Tapi di daerah lain yang kurang. Kedua adalah proses edukasi. Saya senang sih ada OJK yang memberikan customer protection, dsb sehingga kami bukan hanya jualan, tapi juga memperhatikan si nasabah. Dari situ nasabah juga akan diuntungkan karena dia lebih terlindungi.

Tantangan ke depannya adalah bagaimana nasabah yang belum memiliki asuransi jadi melek asuransi. Karena di kita, asuransi mungkin kebutuhan sekian dari orang. Biasanya orang kalau punya uang lebih kan dia nabung dulu. Ya nabung di bank itu kan sudah basic ya. Sebenarnya tidak salahnya orang menyimpan “uang” di asuransi karena manfaatnya itu seperti yang saya bilang, ada proteksi dan investasi.

Produk yang paling laku di Commonwealth Life saat ini?

Unit link. Itu yang pangsa pasarnya kurang lebih 90% dari semua produk-produk penjualan Commonwealth Life. Jenisnya ada Investra link extra yang untuk individu. Kemudian yang kerja sama dengan partner, itu ada CommLink, dimana kami berpartner dengan Commonwealth Bank.

Segmen unit link Commonwealth Life kemana?

Sebenarnya kemana saja. Target market kami adalah orang-orang yang sudah melek asuransi. Jadi saya tidak pakai golongan A, B, C, segala macam. Karena premi yang paling terjangkau pun--sekitar Rp 250 ribu, itu sudah bisa dibeli orang.

Selama ini karakterstik konsumen unit link Commonwealth Life seperti apa?

Yang sudah bekerja iya. Untuk statusnya, biasanya yang single atau ibu-ibu muda/ keluarga muda dengan 1-2 anak yang sudah menggunakan asuransi.

Keinginan Anda ke depan?

Keinginan paling besar adalah ingin jadi pengusaha. Karena pengalaman kerja di 3 bidang industri sudah cukup, masing-masing punya pengalaman suka dan duka. Ya akhirnya toh kalau karir profesional pasti akan selesai kerja dan punya usaha sendiri.

Kira-kira akan terealisasi kapan dan ingin ambil di bidang apa?

Hopefully sebelum 5 tahun kali ya. Inginnya di bidang yang sesuai dengan hobi saya, entah yang bersifat marketing (tapi bukan marketing consultant) ataupun bisnis. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)