Digandeng Perusahaan Jerman, Rick Hanes Bikin Gitar Digital Tuner

Rick Hanes, produsen gitar asal Sidoarjo, Jawa Timur, melansir varian gitar terbarunya yang dilengkapi tuner yang terpasang di bagian leher gitar. Tuner tersebut diproduksi oleh Tronical, perusahaan teknologi asal Jerman. Perusahaan ini dikenal sebagai pemain global yang memproduksi instrumen musik berteknologi canggih. Mereka menjalin kemitraan dengan Rick Hanes sejak tahun 2014. Bagi Doddy Hernanto, pendiri Rick Hanes, kerja sama ini merupakan wujud pengakuan dan kepercayaan perusahaan internasional terhadap kualitas gitar lokal.

Untuk menjaga kualitas gitarnya, kata Doddy, pihaknya terusa melakukan riset dan pengembangan produk. Tujuannya agar bisa menghasilkan gitar yang inovatif dan mampu bersaing di pasar ekspor.”Ide membuat gitar Rick Hanes yang ada digital tuner-nya ini untuk melawan gitar-gitar Gibson atau Ibanez,” kata Doddy kepada SWA Online. Konsumen sangat meminati gitar digital tuner itu. Pemesannya tak hanya di dalam negeri tetapi juga pembeli dari luar negeri.

Doddy mengatakan, perusahaanya berupaya menjadi produsen gitar yang memproduksi gitar-gitar berteknologi canggih. Lantaran demikian, Doddy menerapkan sejumlah resep manjur agar bisa berkompetensi dengan gitar-gitar terkenal lainnya. “Kiat kami adalah inovasi produk dan menjaga kualitas produk,” jelas pria yang akrab disapa dengan Mr. D ini. Rata-rata produksi gitar digital tuner ini sekitar 8 unit per bulan.

Doddy Hernanto, Pendiri Rick Hanes Guitar. (Foto : Wisnu T Rahardjo/SWA). Doddy Hernanto, Pendiri Rick Hanes Guitar. (Foto : Wisnu T Rahardjo/SWA).

Jumlah itu relatif sedikit karena mengutamakan kualitas kayu agar gitarnya selalu menjadi nomor wahid. “Kayunya harus kering dan bersertifikat SLVK yang ramah lingkungan. Ini adalah strategi kami untuk bisa masuk ke pasar ekspor,” tutur musisi yang juga mengurusi pengembangan bisnis Rick Hanes ini. Kontribusi penjualan ekspor sebanyak 50% dari total penjualan Rick Hanes setiap bulannya. Sisanya berasal dari penjualan domestik. Selain itu, Rick Hanes bekerja sama dengan Seymour Duncan, perusahaan pembuat teknologi gitar dan efek ternama asal AS.

Sebelumnya, Doddy merilis gitar “Mr. D Series” yang diklaimnya sebagai satu-satunya gitar di dunia yang mengkoneksikan piranti komunikasi digital (gadget) ke bodi gitar. Semua gitarnya, kata Doddy, diproduksi di pabrik Rick Hanes di Siodarjo, Jawa Timur. “Jumlah karyawan kami 12 orang dan semuanya adalah musisi. Jadi kami benar-benar memahami keinginan konsumen. Karena itu, kami tidak mau terburu-buru menyelesaikan pemesanan gitar seandainya kualitas produknya belum sempurna,” bebernya.

Pabrik Rick Hanes di Sidoarjo, Jawa Timur itu sempat dikunjungi Buddy Blaze, perancang gitarnya Jimmy Page dari Led Zeppelin. Di pabriknya tersebut, lanjut Doddy, gitar-gitarnya dibuat manual oleh tangan-tangan yang ahlinya. “Ada yang bagian pengecatan, memilih kayu, atau membuat body-nya,” ucapnya.Di tengah kenaikan dollar Amerika Serikat, Doddy menaikan harga jualnya. Walau demikian, pemesannya tak kunjung surut.

Agar menjaga loyalitas pelanggannya, Doddy menerapkan tiga prinsip utama agar kualitas gitarnya terjaga apik. “Prinsipnya ada empat yaitu menghasilkan karakter sound yang unik, playability, menjaga estetika, dan durability serta strength-nya,” ungkapnya. Berbekal prinsip tersebut, Rick Hanes sukses menyabet 4 gelar dengan predikat ‘Guitar of The Year 2012′ seperti yang dirilis www.guitar-planet.co.uk . Nama Rick Hanes berasal dari singkatan nama anak tunggal Thomas Kaihatu, taitu Patrick Yohanes. Thomas adalah koleganya Doddy. “Dia dosen di Universitas Kristen Petra Surabaya,” ucap Doddy.

Menurut pria kelahiran Mojokerto, 24 November 1961 ini, pasar ekspor Rick Hanes tersebar di Amerika dan Eropa. Setelah didapuk sebagai gitar terbaik di dunia, pemesanan gitar via situs rickhanesguitar.com malah naik dua kali lipat. Padahal, kata Doddy, dirinya sempat keteteran melayani pesanan gitar dari luar negeri. “Bahkan ada yang menunggu empat bulan, seperti konsumen di Belanda. Tapi, kami mengatakan kepadanya kalau penundaan ini semata-mata demi menjaga kualitas produk. Untungnya mereka memahami kami sebagai produsen gitar yang massal,” jelasnya. Lama pengerjaan pemesanan gitar kurang lebih 40 hari. Gitar-gitar Rick Hanes juga dimiliki gitaris papan atas Indonesia, diantaranya Donny Suhendra, I Wayan Balawan, Cella Kotak. “Ke depan, kami akan berusaha meluncurkan gitar inovatif terbaru,” ucapnya. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)