Digitalisasi Maria Salamdjaja untuk Pengembangan SDM Maybank

Maria Salamdjaja, Head of Organization and Development Strategy Maybank Indonesia

Digitalisasi telah menjadi keharusan dalam menjalankan sebuah bisnis saat ini. Paparan teknologi juga harus dihadapi oleh bisnis perbankan untuk mengambil langkah konkret. Inilah langkah yang  diambil oleh Maybank Indonesia untuk dapat beradaptasi.

Tugas besar ini  diemban oleh salah satu tim SDM Maybank Indonesia, Maria Salamdjaja, Head of Organization and Development Strategy Maybank Indonesia. Sebelumnya, ia pernah dipercaya menangani beberapa program pengembangan kompetensi karyawan, yaitu mengadakan forum Human Capital (HC) sebagai pelatihan kepada pegawai Maybank Indonesia di level manajer. Upaya ini untuk memberikan lebih rinci tentang manajemen Human Resources (HR).

Eksekutif wanita ini berusaha membangun the future of work  untuk driving employee experiences melalui digitalisasi. “Saya juga memegang program SDM untuk performa karyawan, misalnya meningkatkan  kinerja karyawan di kantor cabang,” ungkap lulusan Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta ini. Ia juga mengungkapkan performa pegawai di era digital yang harus melek digital, menggunakan big data untuk menopang pertumbuhan bisnis, dan manajemen pegawai Maybank Indonesia dari generasi milenial yang hampir 50% jumlahnya.

Strategi yang dijalankan dengan memfungsikan divisi SDM sebagai gudang data (data warehouse) dan memberikan aksesbilitas mudah bagi karyawan untuk berkomunikasi dengan divisi SDM. “Jadi peran HR lebih ke business player dan business intellegent, tidak lagi HR yang ke operasional,” ungkapnya. Harapannya, divisi SDM dapat berperan meningkatkan kompetensi, mendongkrak tingkat partisipasi pegawai terhadap perusahaan, dan memiliki kebanggaan bekerja di Maybank Indonesia.

Jika kondisi tersebut terwujud, pegawai akan selalu memberikan yang terbaik untuk nasabah dan menciptakan efek positif terhadap performa pegawai dan bisnis perusahaan, serta menciptakan efisiensi. Maybank Indonesia juga berinisiatif untuk menjadikan HR sebagai Human Center Design. Tujuannya, agar karyawan memiliki kompetensi untuk menjadi sukses dan lebih engaged. “Untuk mencapainya dengan membangun Fluid Organization, yakni transformasi dari organisasi yang rigid dan hirarkis jadi  mengalir dan kolaboratif,“ jelasnya.

Hal tersebut dibutuhkan untuk merampingkan organisasi yang akan lebih mengedepankan komunikasi yang mengalir dalam pekerjaan. Sebuah platform bernama Project Check-in Center dihadirkan untuk memonitor  update pekerjaan atau pencapaian setiap orang. Nantinya business HR akan secara aktif terlibat juga. “Terakhir, perusahaan akan begerak ke data-driven decision making dengan menyediakan orang HR agar dapat menjadi mitra bisnis,” ungkap perempuan yang pernah meraih penghargaan national branding di bidang HR tersebut.

 

Reportase: Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)