Dixy Olyviardy Banting Setir Jadi Marketer

IMG_5844

Sejak Januari 2015 Dixy Olyviardy didaulat menjadi Presiden Direktur Firmenich Indonesia. Firmenich merupakan perusahaan yang berbasis di Swiss, bergerak di tiga bidang, yaitu perisa, wewangian, dan material. Perisa yang diproduksi oleh Firmenich digunakan di industri makanan dan juga minuman. Wewangian, digunakan untuk sampo, sabun, parfum, dan produk lainnya yang mengandung pewangi. Firmenich juga memproduksi material untuk digunakan sendiri dan untuk perusahaan lain. Dan Firmenich sudah beroperasi sejak tahun 1895, tapi di Indonesia sejak 21 tahun lalu.

Sebelum bergabung dengan Firmenich, Dixy sempat berpetualang di Jerman dan Inggris untuk meraih gelar master dan bekerja di cabang perusahaan Mercedes Benz. “Saya merupakan Sarjana Teknik Otomisasi (Teknik Elektro) dari Darmstadt University of Applied Sciences, Jerman. Setelah saya lulus, saya bekerja di cabang perusahaan Mercedes Benz sebagai engineer. Setelah dua tahun di industri otomotif saya tertarik dengan marketing karena saat itu bagian tersebut sedang kosong. Namun, di Jerman karier sudah ditentukan sejak SMA. Jadi misalnya dia mengambil jurusan engineer, mereka tidak bisa bekerja menjadi sales. Jadi karier harus sesuai dengan jurusannya. Akhirnya saya tetap menjadi insinyur di sana selama 4 tahun,” ujar pria kelahiran Semarang, 6 Oktober 40 tahun silam.

Setelah itu, Dixy memutuskan untuk mengambil master lagi di bidang bisnis di University of Hertfordshire, Inggris. Dunia marketing, menurutnya memberikan dimensi dan paradigma yang baru. “Dunia marketing memberikan end to end view mengenai bisnis. Dan engineering merupakan bagiannya. Itulah yang membuat saya semangat untuk mengerti bisnis secara mendalam. Ketika kuliah di Inggris saya terkenal sebagai mahasiwa saya suka bertanya karena saya penasaran tentang dunia bisnis,” kata penyuka sejarah ini. Lama berkecimpung di dunia enjinering membuat cara berpikirnya lebih terstuktur ketika banting setir ke marketing.

Tahun 2006 ia pulang ke Indonesia. Kariernya di bidang marketing mulai ketika ia bergabung dengan perusahaan konsultan enjinering sebagai sales engineer. Kemudian di tahun 2008 ia bergabung dengan Shell di posisi marketing manager. Tahun 2014, ia meninggalkan Shell dengan posisi terakhir vice president for B2B. Keputusannya bergabung dengan Firmenich di awal 2015 dikarenakan ia bisa melihat secara langsung proses bisnis dari hulu hingga hilir.

Sebagai orang nomor satu di Firmenich, Dixy telah mempersiapan 4 fokus utama yang akan menjadi strateginya. Pertama, meningkatkan kerja sama dengan partner bisnis termasuk mensinergikan sistem percepatan pasar. Kedua, berpartner dengan customer untuk menyediakan solusi yang menyeluruh untuk kebutuhan perisa dan juga wewangian. Firmenich akan bertransformasi diri yang semula traditional organization menjadi consultant partner. Ketiga, fokus dengan pengembangan teknologi yang berhubungan dengan perisa dan wewangian. Dixy menjelaskan bahwa Firmenich mengalokasikan 10% dari keuntungan secara global untuk pengembangan research and development. Keempat, meningkatkan customer service level baik dari sisi dari fleksibilitas barang karena konsumen butuh jaminan mengenai ketersediaan barang.

Firmenich juga akan mengoptimalkan supply chain footprintnya di Indonesia. “Target saya 5 tahun ke depan adalah Firmenich menjadi market leader di segmen perisa dan wewangian di Indonesia,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)