Elsye Tanihaha Optimis Sasar Kawasan Lapis Tiga

Elsye Tanihaha nampaknya merupakan sosok pebisnis yang menyukai tantangan besar. Itu sebabnya, ketimbang mengggeluti bisnis di kota-kota besar nan mapan seperti Jakarta dan Surabaya, CEO PT Sarana Pundi Utama itu lebih memilih untuk fokus menggarap kota-kota lapis dua dan bahkan tiga seperti Ponorogo, Ambon dan Sorong.

Optimismenya sendiri muncul setelah kerap berkeliling Nusantara untuk mengungkap potensi bisnis di berbagai daerah. Ternyata yang unik, daerah yang kerap tak dilirik investor kakap, justru memiliki daya beli yang besar. “Seperti di Ambon contohnya, dulu ketika kami masuk ke sana jalanan sempit. Tapi setelah mal (Ambon City Center) dibangun, jadi ramai dan mendorong pembangunan jalan aksesnya. Jadi penduduknya itu sebenarnya punya daya beli tapi tak tersalurkan selama ini,” ujar mantan Direktur Pemasaran, Humas dan Pengembangan Bisnis Blacksteel Group, sebuah perusahaan property yang dimiliki oleh keluarganya dan juga keluarga taipan properti, Mochtar Riady.

Begitu pula ketika perusahaannya sebelumnya membangun bioskop di Ponorogo City Center, Ponorogo, Jawa Tengah. “ Hasilnya bikin kaget. Penuh terus setiap malam. Saya tahunya pas bawa investor dari Jepang ke sana. Bingung juga mau dihibur apa, ya sudah ajak nonton. Tahunya ramai sekali bioskop Cinemax di sana,” ujarnya.

 

Elsye Tanihaha, CEO PT Sarana Pundi Utama (tengah). Elsye Tanihaha, CEO PT Sarana Pundi Utama (tengah).

Karena pengalamannya itu Elsye yakin, untuk memajukan daerah kuncinya adalah membangun properti komersial terlebih dulu seperti pusat perbelanjaan. Setelah itu umumnya sarana lain akan mengikuti seperti pembangunan jalan, perumahan, bahkan bandara. Perusahaannya yang merupakan anak usaha dari Grup Saratoga yang dikomandani oleh Sandiaga Uno, merupakan konektor yang akan menghubungkan antara pihak investor dengan pemerintah setempat. Rencananya perusahaan akan fokus menggarap peluang investasi di Pulau Jawa, khususnya kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, lebih dulu. “Dari statistik, memang ekonomi yang bagus Jawa Barat, Jawa Timur, baru Jawa Tengah. Tapi kami yakin Jawa Tengah juga memiliki potensi yang kuat,” ujarnya.

Karena itu perusahaannya berencana untuk menggarap potensi bisnis terlebih dulu di Cilacap, Kebumen, dan Magelang. Sesudah itu akan merambah ke kawasan Jawa Timur seperti Malang, Jember, Mojokerto, Bojonegoro, dan Banyuwangi.

Adapun dalam waktu dekat ini pihaknya akan membawa pengusaha dari RRT dan Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. “RRT lebih banyak tertarik ke sektor tambang dan minyak. Tapi tetap akan kami upayakan arahkan ke investasi property. Yang dari Jepang ini umumnya tahunya Jakarta saja. Mereka sangat berhati-hati dan konservatif dalam berinvestasi. Jadi mereka akan berinvestasi membangun salah satu ikon kota Jakarta untuk menyambut ASEAN Games 2018,”ujarnya.

Aktivitas bisnis Elsye dalam membangun daerah kurang berkembang ternyata mendapat sorotan khusus. Terbukti dirinya mendapat penghargaan "The Inspiring Woman" dalam ajang Kebangkitan Nasional 2015 yang diberikan oleh salah satu majalah di Jakarta, baru-baru ini.(Eddy Dwinanto Iskandar)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)