Erwin Soejadi: Bersama Teman 'Seperjuangan' di Australia Kibarkan vOffice

Krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1997 memaksa, Erwin A Soerjadi, Founder and Director, PT v Office, untuk bekerja saat masih menempuh pendidikan tingkat Sekolah Menengah di Australia. Mengaku sempat menghentikan sekolahnya di sana, Erwin, mulai bekerja untuk membiayai hidup dan sekolahnya di Negeri Kanguru itu.

source : http://umkmnews.com/wp-content source : http://umkmnews.com/wp-content

“Waktu itu saya bersama teman-teman yang kini juga bergabung di vOffice merasakan hal yang sama. Saya sempat menjadi tukang cuci piring, teman saya menjadi pembersih pabrik, kemudian ada yang menjadi pembersih sekolah dan sebagainya. Kami melakukan apa saja asalkan bisa bertahan hidup dan bersekolah di sana. sampai akhirnya saya bisa kuliah walaupun sambil bekerja,” kenangnya.

Setelah bekerja secara serabutan, akhirnya lulusan Bisnis Internasional, Deakin University, Australia  ini memulai karier profesionalnya bersama Pizza Hut, Australia. Dimulai sebagai pengantar pizza, kemudian pria yang memiliki hobi makan dan jalan-jalan ini, diangkat menjadi Area Manager membawahi 6 cabang restoran.

Setelah beberapa tahun berlalu, pria 33 tahun ini bertemu kembali dengan teman-temannya yang akhirnya mendirikan vOffice di Australia, kemudian di Malaysia dan Indonesia.

“Setelah kami sering bertemu saat masih di Australia, kami memulai usaha vOffice ini. Dimulai dari pengalaman seorang teman saya yang memiliki sebuah bisnis jasa pencucian mobil, yang ketika itu teman saya karena sedang mencuci mobil dan teleponnya tidak terangkat dan order untuknya pun hilang. Akhirnya dia menyuruh temannya untuk menjadi operator teleponnya. Akhirnya, dia berpikiran untuk membuat sebuah kantor virtual. Kira-kira seperti itulah cikal bakal dari vOffice yang saya dan teman-teman saya bangun,” jelasnya.

Sebelum mendirikan vOffice, Erwin, sempat merintis sebuah bisnis di Australia pada 2002. Namun bisnis yang dijalankannya tidak berjalan baik, karena adanya resesi ekonomi di Australia.

“Pada saat itulah saya merasa belajar banyak, yang awalnya sombong dan meremehkan segala sesuatu, melihat buku keuangan saja cepat-cepat dan tidak pernah teliti, akhirnya saya belajar banyak dan lebih teliti termasuk pada hal-hal kecil dan memperhatikan tentang pengeluaran. Yang pasti saya tetap bersyukur kepada Tuhan karena saat itu saya tidak sampai drop dan kehilangan kesadaran dan saya bisa bangkit dari keterpurukan," dia mengisahkan.

Salah satu pengurus HIPMI ini, melihat adanya potensi yang besar di Indonesia. Dengan luasnya negara Indonesia, Erwin, berharap dengan virtual Office yang dibangunnya ini dapat membangun perekonomian Indonesia, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia.

“Melihat potensi bagi pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia saat ini, seperti di Jawa timur, disana yang pintar-pintar di tarik oleh Jakarta, padahal sebenarnya Indonesia itu luas, tidak hanya Jakarta saja. Dengan adanya vOffice yang saya bangun bersama teman-teman saya bekerja sama dengan HIPMI dan KADIN, saya berharap perekonomian di Indonesia dapat merata. Sehingga seperti Surabaya yang menjadi kota kedua terbesar setelah Jakarta, perbedaan perekonomian tidak terlalu jauh,” katanya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)