Eugene Tuinstra: Belajar Penerbangan untuk Manuver di Media Digital

Apa yang dikerjakan seseorang setelah lulus kuliah pengoperasian pesawat terbang di Belanda? Jadi pilot atau teknisi pesawat? Eugene punya jawaban berbeda. Ia memilih bekerja di bidang media digital.

Eugene adalah CEO QSI Holding, perusahaan media digital yang bermarkas di Hong Kong. Berbekal keahliannya dalam sistem manajemen lalulintas, ia membuat perusahaan media digital di tempat transportasi. Sejak tahun 2009 ia bekerjasama dengan PT Delphi Utama membentuk DU-QSI Media Business di Indonesia. Perusahaan tersebut menjual media informasi digital di titik-titik transportasi seperti bandara dan stasiun kereta api.

Dengan bermodal layar LCD di tempat-tempat strategis, DU-QSI memberikan informasi jadwal kedatangan, keberangkatan, hingga situasi arus perjalanan. Di samping informasi tersebut mereka menyediakan ruang untuk beriklan. Itulah yang menjadi kekuatan dari perusahaan Eugene bila dibandingkan perusahaan media digital lainnya.

Pria yang menikahi gadis asal Surabaya ini mengakui bahwa ia tertantang bekerja di bidang media dan periklanan di Jakarta. "Hal pertama yang dilihat turis begitu tiba di bandara adalah iklan-iklan yang tumbuh liar dan tidak cantik," aku pria yang sempat mengenyam ilmu komputer di University of Amsterdam ini.

"Saya memang bekerja di periklanan, dan tentu saja salah satu pekerjaan saya adalah menyampaikan pesan marketer melalui iklan. Tapi, yang lebih penting bagi kami adalah bagaimana memberi informasi yang berguna dan memang dibutuhkan. Informasi tersebut kemudian dikembangkan melalui media digital dan didampingi iklan," lanjutnya.

Yang dikerjakan Eugene memang berbeda dibanding penyedia media beriklan lainnya. Ia tidak memasang billboard besar hingga sepuluh meter melainkan mengkombinasikan nilai estetika, kebutuhan informasi, dan kepentingan pemasar ke dalam suatu media digital yang tak lebih dari dua meter persegi.

Saat ini bersama DU-QSI, Eugene berhasil memajang lebih dari dua puluh medianya di tempat-tempat strategis seperti Stasiun Kota, Stasiun Gambir, dan Stasiun Bogor. Rencananya, mereka juga akan memajang media informasi di bandara-bandara internasional di Indonesia.

Meski bersaing dengan iklan televisi, Eugene optimis dunia media digital yang digelutinya memiliki prospek yang tak kalah cerah. Hal ini dikarenakan adanya regulasi dari pemerintah mengenai pembatasan iklan televisi. Selain itu dengan ilmu sistem manajemen lalu lintas yang ia peroleh dari bangku kuliah, ia mampu memberikan informasi yang akurat di tempat yang tepat melalui media.

Bagi Eugene, Jakarta adalah hutan iklan. "Tidak ada yang mengenal Jakarta sebagai kota yang cantik. Saya justru lebih suka Surabaya dengan trotoar yang jauh lebih menyenangkan. Oke lah, Jalan Sudirman sudah bagus. Tapi tidak di jalan lainnya."

"Dibanding negara-negara lain di Amerika Selatan atau Afrika, Indonesia tergolong negara yang aman. Saya tidak terlalu khawatir kalau istri saya pulang terlambat atau pergi dengan teman-temannya. Hanya saja infrastruktur di sini belum bisa memberikan informasi-informasi yang diperlukan penggunanya," ujar Eugene.

Leave a Reply

1 thought on “Eugene Tuinstra: Belajar Penerbangan untuk Manuver di Media Digital”

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)