Fanny Verona, Kartini Muda Fintech Indonesia

Direktur Pengelola PT Digital Artha Media (DAM Corp.), Fanny Verona.

Fanny Verona, sosok di balik ekosistem non-tunai (cashless) ini berhasil merilis berbagai produk cashless di Tanah Air. Tercatat, Mandiri e-Cash dan Line Pay adalah beberapa produk yang diciptakan. 

Kini dirinya menjabat Direktur Pengelola PT Digital Artha Media (DAM Corp.), sebuah perusahaan penyedia layanan financial technology (fintech) hasil patungan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT JAS Kapital, Kompas-Gramedia, dan PT Kresna Graha Investama Tbk. Keberadaannya di DAM Corp., perempuan ini berhasil memodifikasi ulang model bisnis perusahaan ini. “Saya pivot model bisnis DAM Corp., setelah itu saya bring new culture to the company,” ungkapnya. 

Melalui DAM Corp., Fanny berusaha membangun ekosistem cashless sesuai dengan arahan pemerintah untuk gerakan non-tunai. Di usianya yang tergolong muda, perjalanan karirnya dimulai dari sales admin di Golden Leaf, sebuah perusaahan fesyen distributor dan AVG Anti Virus sebagai Sales Executive. Namun sejak sekolah, Fanny tau betul passion-nya ada pada dunia teknologi. “Saya percaya sekali bahwa teknologi akan merubah masa depan dan masa depan adalah teknologi,” ujarnya. 

Lulus SMA di umur 16 tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan akselerasi. Saat berkarier di AVG Anti Virus, ia banyak aktif di komunitas digital dan berlabuh sebagai Account Manager VP of Sales Groupon ID dan di umur 21 tahun dipromosikan menjadi VP. “Setelah itu saya bergabung dengan Lazada sebagai Head of Business Development Lazada. Dua tahun kemudian membangun divisi e-commrce Line Indonesia dan sempat menjadi Direktur Pemasaran Hellopay & Uangku.

Sebelum di DAM Corp., Fanny berhasil mencetak prestasi di perusahaan terdahulunya. Saat berkarier di Groupon ID, ia membukukan pertumbuhan pendapatan 90%. “Saat di Lazada, saya berhasil generate 1 billion alternative revenue within 6 months,” ungkapnya. Prestasinya di Line Indonesia, Fanny berhasil menjaring 1 juta pengguna Line dalam setahundan melejitkan angka belanja klien Line sebesar 400% dalam dua bulan. Sedagkan di Hellopay, ia sukses menaikan revenue 1.000% dalam setahun. 

Keberadaanya di DAM Corp. sebagai satu-satunya perempuan di senior manajemen menjadikan dirinya adalah milenial di antara senior yang ada di perusahaan. Spirit milenial yang ada pada dirinya menjadikan perusahaan lebih luwes dengan memperbolehkan penggunaan jeans dan sneakers saat bekerja. “Tim saya naikin 3 kali lipat karena kami ingin lebih agresif, terlebih dengan adanya suntikan dana. DAM Corp. saat ini ada starting 3 new JV with reputable companies,” perempuan 26 tahun ini menerangkan. 

Ditanya tentang leadership yang dijalankan, Fanny mengaku kepemimpinannya cukup agile and casual. “Saya mengimplementasikan blue-sky thinking, mengajak semua tim untuk berfikir setinggi langit. Selain itu, saya senang power sharing, saya tidak pernah mengambil decision sendiri. Saya memberikan semua level untuk memiliki otoritasnya masing-masing,” ujar lulusan Universitas Trisakti ini. Dirinya senantiasa menciptakan intellectual stimulation environment agar membiasakan SDM menjadi kritis. 

Duduk bersama membahas target untuk melihat kesalahan dan evaluasi mejadi salah satu budaya yang ia terapkan. Sebagai pemimpin, dirinya equal access, memiliki akses ke dirinya secara profesional. “We care about employee growth, yaitu secara profesional dan personal. Professionally, melalui knowledge management program dengan mengundang expert dengan berbagai topik. Personal, dengan memberikan growth allowance setiap bulan, yaitu reimburse sebesar Rp 400 ribu untuk yang related dengan keinginan karyawan,” jelas karyawan termuda di jajaran manajemen senior DAM Corp. Baginya, leadership kuncinya ada tiga yaitu inspirational, solutive, dan supportive.

Berada di bisnis teknologi, mau tak mau mengharuskan dirinya update dan memiliki insting untuk selalu berinovasi dengan cepat. Targetnya di DAM Corp. adalah mengukuhkan eksistensi perusahaan ini di industri fintech. Ia juga bercita-cita dalam lima tahun mendatang dapat dipercaya sebagai CEO di DAM Corp. Untuk kehidupan personalnya, dirinya juga ingin dapat lebih berbagi di luar pekerjaannya dengan aktif di kegiatan sosial seperti mengajar di panti asuhan, mengajak eks TKW untuk belajar digital marketing dan sebagainya. 

Reportase: Sri Niken Handayani
www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)