Fauzy Ammari, Kliennya Sekelas Bank Dunia

Tinggal di luar negeri, kita harus bisa menghasilkan sesuatu. Kita harus ulet jika ingin survive di negara orang. Itulah falsafah hidup yang masih teguh dipegang Fauzy Ammari, pendiri Dainichi Consultant Inc dan Ammari LLC. Kuliah S2 dan S3 di Jepang membuka jalannya untuk membuka bisnis di bidang konsultasi infrastruktur dan transportasi. Bukan hanya proyek kecil yang ditanganinya, tetapi ia sudah memperluas jejaring dengan memiliki klien sekelas Bank Dunia. “Saya sebagai konsultan independen, diperlukan sebagai pihak yang berada di tengah antara pihak funding (pemberi dana, misalnya ADB, bank dunia, JICA) dan pihak pemerintah,” ujarnya.

Dunia konsultasi bisnis sudah tidak asing baginya. Sejak tahun1987, ketika masih kuliah di Makassar, dia telah mengelola perusahaan konsultan, yakni “PT. Darma Permai” yang berkantor di Makassar. Di matanya, profesi sebagai seorang konsultan internasional jelas sangat menantang. Seorang konsultan harus selalu mengikuti tren ekonomi. Misalnya, kebijakan pemerintah mengarah ke infrastruktur jalan tol, akan ada permintaan untuk konsultas di sektor tersebut. “Konsultan juga memberi ruang lebih banyak untuk melakukan improvisasi karena harus menyiapkan proposal untuk suatu proyek. Saat presentasi, bisa jadi pendapat kita didengar dan akan menjadi referensi pemerintah suatu negara. Kita juga harus independen,” katanya.

Fauzy Ammari, pendiri Dainichi Consultant Inc dan Ammari LLC Fauzy Ammari, pendiri Dainichi Consultant Inc dan Ammari LLC

Dainichi Consultant Inc dan Ammari LLC menyasar pemerintah negara-negara berkembang dan perusahaan swasta yang akan berinvestasi di bidang infrastruktur dan transportasi. Saat ini, sudah ada lima klien besar yang tersebar di Afghanistan, Vietnam, Papua New Guinea, Singapura dan Indonesia. “Ada Bank Dunia, Asian Development Bank, APEC, perusahaan internasional. Asian Development Bank (ADB), di Uzbekistan, Afganistan, Sri Lanka, Kamboja, Turkmenistan, Papua New Guinea, Indonesia dan negara lainnya. Di Vietnam juga melayani proyek Bank Dunia,” ujarnya.

Untuk meningkatkan layanan kepada pelanggannya, Fauzy juga menawarkan training gratis kepada pejabat pemerintahan setempat, para pemangku kepentingan, dan konsultan lokal. Dengan bantuan tim teknologi dan informasi yang solid, dia juga membantu kliennya, terutama unit proyek di negara tersebut untuk mengembangkan sistem database proyek. Termasuk memberikan pencerahan teknologi terkait implementasi proyek, sebagaimana inovasi dan perbaikan secara kontinu, konsep Kaizen.

Meski begitu, Dainichi Consultant Inc dan Ammari LLC kerap kesulitan saat ditunjuk menjadi konsultan untuk beberapa proyek di beberapa negara yang pembangunannya dilakukan dalam waktu bersamaan. Berinteraksi dengan berbagai ragam latar belakang budaya pemerintah, juga hal yang gampang-gampang susah. Misalnya, di Uzbekistan dilarang membuang sisa roti ke tempat sampah meskipun sudah basi, karena biasanya diberikan sebagai makanan burung. Jika sedang berkendara di Bhutan (negara yang berada di kaki gunung Himalaya), wajib berhenti jika berpapasan dengan kendaraan milik pihak kerajaan Bhutan yang kebetulan lewat.

“Saya masih ingin mengembangkan perusahaan konsultan Ammari LLC (ammaric.com) yang sudah berjalan sejak tahun 2008. Sekaligus mengembangkan program pendidikan online untuk masyarakat Indonesia di Jepang,” katanya. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)