Frandy Wirajaya, Terus Belajar Tanpa Henti

Wajib belajar tidak cukup selama 12 tahun, wajib belajar dibutuhkan sepanjang nafas di kandung badan. Kalimat tersebut sangat tepat disematkan kepada Frandy Wirajaya, CEO Infokost.id. Pasalnya, setelah ditunjuk sebagai pemimpin startup binaan PT Global Digital Prima (GDP Venture) itu, Frandy harus belajar dari nol semua yang berhubungan dengan digital.

“Memang, sekilas tidak nyambung antara pengalaman kerja saya sebelumnya dengan posisi saya saat ini. Namun secara garis besar, kedua nya punya kesamaan yaitu bagaimana cara mengatur perusahaan, membangun brand agar lebih berkembang dan bisa di kenal oleh publik,” ujar pria kelahiran Tegal 35 tahun silam itu.

Frandy

Sejak bersama PT Djarum  tahun 2001, hari-hari Frandy disibukkan dengan jualan produk dari perusahaan yang memiliki produk utamanya rokok tersebut. Dari brand communication, sales dan merketing telah ia jalani dengan sepenuh hati. Master Creative Marketing dari Universitas Surabaya (Ubaya) itu juga dipercaya oleh Djarum memegang wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Frandy mengaku, saat pertama kali memimpin ia merasa kesulitan untuk menjalankan bisnis platform digital pencari kos-kosan tersebut. Apalagi dirinya tidak punya dasar sebagai IT ataupun developer. Maka, tidak ada jalan lain baginya selain mempelajari segala teknis digital. Tidak ada kata terlambat belajar baginya, hingga detik ini pun dia masih terus belajar banyak hal seputar bisnis digital yang terus berkembang kepada tim yang lebih menguasai.

Dalam prosesnya, Frandy dan 20 tim di Infokost.id menggandeng pihak ketiga untuk melakukan pendataan kos di berbagai kota di Indonesia selama beberapa bulan untuk menawarkan platform ke berbagai pemilik kos-kosan di Indonesia. Hingga kini, jumlah pemilik kost-kostan yang sudah listing di Infokos sebanyak 30.000.

Selama ia memimpin berbagai trobosan dan tawaran menarik telah disebar kepada para pelanggan agar usaha kost-kostan yang digelutinya bisa mudah dicari lewat dunia maya. Dari kategori standar dengan kisaran harga Rp 350 untuk tayang di platform selama 6 bulan. Atau kategori premium berupa banner di bagian strategis di platform dengan harga dari Rp 1 juta hingga 10 juta/bulan.

“Bagi saya, menggarap startup ini sangat menarik. Karena kost-kostan sejak tahun 1970 an sudah melegenda di Indonesia dan kost-kostan adalah salah satu elemen yang dibutuhkan di Indonesia, khususnya kota-kota besar,” jelas Frandy.

Trobosan baru yang sudah dibuatnya adalah menggarap pasar wisatawan di Bali dengan memberikan fitur bahasa Inggris agar dalam prosesnya dapat mudah mencari berbagai tempat tinggal. Tidak hanya kost-kostan, tetapi juga vila, kondotel, apartemen, dan rumah tamu.

Hingga saat ini, jumlah visitor Infokos.id mencapai 558.000 setiap bulannya. Berada di bawah naungan PT Mediapura Digital Indonesia (Grup GDP Venture), Infokos.id telah melakukan perluasan daerah ke Sumatera dan Kalimantan. Tepatnya di kota Medan dan Balikpapan setelah sebelumnya telah berhasil menjangkau 7 kota di pulau Jawa dan Bali. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)