Gabriel Escarrer Jaume, Sang Penerus Melia Hotels International

Gabriel Escarrer Jaume, CEO Melia Hotels International Gabriel Escarrer Jaume, CEO Melia Hotels International

Menjadi generasi kedua pemilik jaringan Melia Hotels International, tugas Gabriel Escarrer Jaume tentu tidak mudah. Sebagai CEO ia harus terus mengembangkan bisnis yang telah dibangun sang ayah, Escarrer, sejak 60 tahun lalu. Kini, jaringan hotel tersebut sudah merambah di 43 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Apa dan bagaimana kiat bisnis keluarga ini bisa tumbuh dan berkembang pesat di dunia? SWA Online berkesempatan mewawancarai Gabriel Escarrer Jaume lewat surat elektronik beberapa waktu lalu, berikut kutipan wawancaranya :

Sebagai perusahaan keluarga, faktor-faktor apa yang membuat Meliá Hotel International berhasil ekspansi hingga ke 43 negara ?

Yang membuat Meliá Hotels International sukses selama 60 tahun ini adalah dengan bersikap jujur terhadap nilai-nilai inti perusahaan (Keahlian Layanan, Keunggulan, Inovasi, Kedekatan dan Konsistensi). Kami adalah perusahaan yang dikelola oleh keluarga dan kami bangga dengan warisan Spanyol yang kami miliki. Model tata kelola perusahaan kami adalah menggabungkan ketegasan dan transparansi dari perusahaan terdaftar (listed company) dengan nilai-nilai bisnis keluarga.

Satu-satunya cara kami hadir di 43 negara saat ini adalah dengan menjadi ‘glocal’ (global dan lokal). Dengan berbaur dan menjadi merek lokal di setiap negara dimana kami beroperasi, kami mencoba untuk memahami adat istiadat setempat dari sisi nilai-nilai, budaya, kebiasaan, bahkan makanan dan hiburannya.

Kami sangat puas dengan posisi kami saat ini berkat visi global kami yang strategis: Kami memiliki model bisnis yang sangat beragam – baik secara geografis, ataupun berdasarkan perbandingan antara hotel-hotel yang kami miliki dan kami kelola (40:60). Strategi asset light dan asset right ini tidak membutuhkan modal besar dan memberikan kami keuntungan untuk menjadi cekatan dan lebih responsif terhadap kekuatan pasar.

Visi strategis kami meluas hingga ke ekspansi internasional, yang tetap menjadi dasar utama dari kekuatan kami. Bagian dari visi strategis ini adalah komitmen kami dalam renovasi dan reposisi; tahun lalu kami berinvestasi sebesar 78 juta euro, dengan hotel-hotel yang direposisi mencapai rata-rata peningkatan tarif kamar rata-rata sebesar 30 persen di tahun pertama setelah proses pembaruan.

Ketika menyatukan keunggulan kompetitif ini, kami siap berkompetisi ke depannya. Untuk mempertahankan kesuksesan track record, kami terus melakukan inovasi secara konsisten – baik untuk bisnis ini dan untuk para tamu kami, mulai dari memperkuat merek-merek kami, digitalisasi, mengelola SDM dan mempertahankan sturuktur organisasi yang global dan efesien, hingga memastikan kualitas dan nilai aset-aset kami.

Sebagai generasi kedua, apa terobosan dan prestasi yang telah Anda buat selama masa kepemimpinan Anda?

Pada tahun 1996, kami berhasil menjadi perusahaan publik dan ini merupakan salah satu prestasi yang paling yang membanggakan untuk saya. Hal ini mempengaruhi kami untuk mempertahankan posisi Meliá Hotels International menjadi yang terdepan di industri hotel Spanyol dan berkembang ke kancah international.

Ekspansi internasional terus menjadi landasan kekuatan kami. Di tahun 2015, kami menandatangani 25 hotel baru, dan tahun 2016 ini kami akan membuka hotel baru kurang lebih setiap dua minggu. Selama itu, kami tidak pernah melupakan warisan kami, semangat keluarga kami atau nilai-nilai kami. Justru berkat nilai-nilai ini, ditambah denan tim yang berbakat dan kompak, membuat kami dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan mempertahankan kepemimpinan global kami.

Kami telah mencapai tonggak penting pada tahun 2016 di mana Meliá Hotels International merayakan hari jadinya yang ke-60. Dalam enam dekade, kami telah berkembang dari sebuah perusahaan kecil menjadi perusahaan multinasional dengan hampir 100.000 kamar di 43 negara. Tujuh merek berbeda yang kami miliki memungkinkan kami untuk menawarkan pengalaman personal kepada pelanggan yang berbeda-beda dan bersaing secara internasional di semua segmen.Melihat ke depan, kami berada dalam posisi yang lebih kuat dari sebelumnya, baik dari segi bisnis maupun keuangan.

Dan saya bersyukur karena dikelilingi tim yang berkualitas, tanpa mereka kami tidak akan dapat mencapai semua ini. Tim kami juga menjadi alasan mengapa kami mendapat julukan "Best European Hotel Chain in 2015" pada European Hospitality Awards.

Saat ini kami sedang mengembangkan dan menemukan kembali identitas perusahaan secara permanen, namun tetap mempertahankan nilai-nilai inti keluarga Spanyol kami, karena nilai ini telah menjadi landasan kami selama 60 tahun terakhir; untuk mencapai hal ini, kami sedang mengadakan dan mengatur proses perubahan budaya dan organisasi perusahaan, hal ini bisa memperkuat kepemimpinan perusahaan di lingkungan yang kompetitif di abad ke-21, dan untuk mempersiapkan perusahaan dalam menghadapi globalisasi yang sebenarnya.

Bagaimana caranya mempelajari dan menemukan potensi pasar baru di sebuah negara yang dimasuki Meliá Hotels Internastional ?

Kami menggunakan perspektif jangka panjang dan strategis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Ekspansi internasional akan selalu menjadi dasar utama kekuatan kami. Meliá Hotels International merupakan perusahaan internasional pertama yang membuka hotel di Nusa Dua, Bali, dan juga salah satu pelopor di beberapa destinasi populer di Karibia, seperti Cancún di México, atau Republik Dominika. Perlu disebutkan bahwa Meliá Hotels International juga merupakan jaringan hotel internasional pertama yang menandatangani perjanjian manajemen di Kuba, hampir 30 tahun yang lalu.

Tahun ini, di mana kami merayakan jadi perusahaan yang ke-60, kami masih bersemangat untuk memasuki pasar baru. Sebagai contoh, tahun ini kami menandatangani proyek Gran Meliá Ghoo, yang akan menjadi hotel bintang lima internasional pertama di Iran.

Sebelum memasuki pasar baru, kami selalu mengadakan penelitian mendalam. Evaluasi ini akan menunjukan penilaian yang jelas mengenai volume sebuah pasar, potensi pertumbuhan jangka panjang dan pendek, serta infrastrukturnya.

Dan ketika kami memasuki pasar baru, kami pasti akan membutuhkan partner lokal yang kuat serta memiliki pengetahuan mendalam tentang pasar tersebut. Kami selalu berusaha menjalin hubungan simbiotik dengan partner yang kami percayai, dan bisa membangun kesuksesan dengan mereka, seperti yang sudah kami lakukan di Indonesia, di mana kami memiliki hubungan yang kuat dengan mitra kami sejak 30 tahun yang lalu.

Sepanjang 30 tahun beroperasi di Indonesia, apa tantangan dan peluang yang telah Meliá alami?

Selama 30 tahun di Indonesia tidak dipungkiri kami telah menghadapi berbagai tantangan. Namun kami dapat melewati badai ini, mulai dari krisis keuangan Asia pada tahun1997 sampai ancaman keselamatan dan keamanan yang terjadi baru-baru ini seperti pemboman di Jakarta pada bulan Januari lalu.

Industri perhotelan di Indonesia merasakan dampak dari perubahan politik dan ekonomi, pada tingkat yang berbeda-beda. Tapi bila dilihat dari hasil bisnis kami, menunjukan bahwa kami sudah melewati situasi-situasi terburuk itu dan kini dapat menuai hasil dari strategi optimisasi manajemen dan produk kami.

Peluang lainnya ialah naiknya tingkat pendapatan. Menurut penelitian HVS (perusahaan konsultasi perhotelan) baru-baru ini, peluang ini menyebabkan meningkatnya permintaan untuk perjalanan domestik. Indonesia menjadi salah satu tujuan resor terkemuka di Asia. Pemerintah Indonesia menyadari hal ini dan membangun infrastruktur yang diperlukan, terutama transportasi udara dan darat, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Di Indonesia, kami memiliki jumlah hotel terbanyak dibanding negara lain di kawasan Asia Pasifik, 6 hotel sudah beroperasi, dengan total lebih dari 1.500 kamar dan 2.000 karyawan. Selain itu, kami memiliki 9 hotel lagi yang akan segera dibuka dalam dua tahun ke depan, hotel-hotel baru ini akan menambah lebih dari 2.000 kamar lagi.

Kami bangga telah menjadi bagian dari proses transformasi Indonesia hingga menjadi destinasi utama di Asia, dan setelah 30 tahun tumbuh bersama, kami semakin berkomitmen terhadap Indonesia, dengan tanggung jawab dan pertumbuhan jangka panjang kami di negara ini.

Apa pendapat Anda mengenai infrastruktur dalam sektor pariwisata di Indonesia, apakah sudah memadai?

Pengadaan infrastruktur di Indonesia semakin membaik. Contohnya jaringan telepon selular sekarang dapat mencakup sebagian besar wilayah di negara ini, selain itu infrastruktur transportasi udara juga telah berkembang. Peningkatan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa World Economic Forum menempatkan Indonesia di peringkat ke 50 pada Travel and Tourism Competitiveness Report tahun 2015 – naik sebanyak 20 peringkat dari dua tahun sebelumnya.

Investasi dalam infrastruktur sangat dibutuhkan dan perlu disebar secara lebih merata di seluruh Indonesia karena industri pariwisata semakin tumbuh di negara ini.

Misalnya, infrastruktur di Bali sudah sangat baik dan infrastruktur di Jakarta masih dapat diterima, kecuali untuk kemacetan lalu lintasnya. Namun, di luar Bali dan Jakarta, sebagian besar infrastruktur di negara ini tidak memadai, terutama di bagian timur Indonesia di mana jumlah bandara, pelabuhan, dan jalan raya masih sangat kurang. Kurangnya konektivitas antar pulau menyebabkan sejumlah daerah di Indonesia yang memilki potensi wisata yang sangat besar tidak dapat dicapai dengan mudah.

Namun saya yakin, pemerintah Indonesia mengendalikan industri pariwisata di arah yang tepat. Meliá Hotels International tetap berkomitmen untuk Indonesia dan tetap menjadikan Indonesia sebagai pasar prioritas bagi kami di Asia. Kami akan terus menempatkan SDM yang tepat di tempat yang tepat, dengan melatih staf perhotelan untuk memberikan standar pelayanan kelas dunia yang dikombinasikan dengan gaya lokal. Dan, saya berharap Indonesia dapat mencapai hal-hal yang lebih besar.

Apa rencana dan target Meliá Hotels International untuk pasar Indonesia ke depannya?

Indonesia sangat erat kaitannya dengan strategi ekspansi global kami di mana kami membuka hotel internasional pertama di Nusa Dua, Bali. Strategi pertumbuhan kami yaitu, di samping volume, kami fokus dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, dan mengidentifikasi peluang yang tepat dengan partner yang tepat di lokasi yang tepat.

Saat ini, kami telah hadir dengan empat merek kami di Indonesia yaitu Gran Meliá, Meliá, Innside by Meliá dan Sol by Meliá, (dengan konsep Sol House & Sol Beach House). Kami juga sedang merencanakan untuk membawa merek kami lainnya ke Indonesia, seperti Paradisus dan ME by Meliá, untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan sesuai latar belakang yang dilihat dari sisi demografis dan psikografis dalam segmen premium dan upscale yang sedang berkembang ini.

Seperti yang sudah saya sebutkan, kami sangat senang menjadi bagian dari perkembangan Pulau Bali dari tahun 80-an dan merupakan perusahaan hotel internasional pertama yang memiliki hotel di pulau ini. Strategi pembangunan kami untuk Indonesia, sama dengan negara-negara lain di dunia, yaitu berdasarkan kemitraan jangka panjang. Kami memiliki hubungan kuat dengan beberapa partner kami di Indonesia, yang telah bekerja sama selama lebih dari 30 tahun dan mengelola hotel di seluruh Indonesia dan Malaysia.

Rencana mendatang untuk Indonesia, kami akan membuka 9 hotel dengan menambah kurang lebih 2.000 kamar dalam dua tahun ke depan. 9 hotel tersebut ialah: Meliá Surabaya, Innside Yogyakarta, Gran Meliá Bintan, Meliá Bintan, Meliá Ubud, Sol House Jimbaran, Innside Bandung, Meliá Lombok Tangkong, dan Meliá Pekanbaru.Filosofi dan nilai-nilai kami sebagai sebuah perusahaan keluarga, dan track record kami yang cemerlang selama bertahun-tahun dalam mengelola hotel yang kami miliki maupun hotel yang dimiliki oleh pihak lain secara konsisten, membuat perusahaan kami menjadi pilihan utama bagi para pemilik hotel di Asia.

Apa prinsip utama Anda dalam menjalankan bisnis?

Selain menghormati nilai-nilai inti perusahaan, menurut saya hal yang paling penting agar menjadi bahagia dan sukses adalah memiliki passion atas apa yang kita lakukan: perhotelan adalah passion saya, dan itu pasti terlihat dalam bagaimana cara kami bekerja, dalam pelayanan kami yang berdedikasi terhadap para tamu dan tanggung jawab kami terhadap stakeholders.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)