Grace Soedargo Konsistensi Membangun Sekolah Musik Klasik

Musik klasik identik dengan musik kelas menengah atas. Hal ini ingin dipatahkan oleh Grace Soedargo dengan mendirikan Amedeus Music School. Sekolah musik yang sudah berusia 25 tahun ini telah melahirkan banyak pemusik terkenal.

Bahkan Kevin Aprilio, putra dari Adi MS, konduktor orkestra terkenal itu lulusan sekolah musik klasik ini. Grace membebaskan 30% dari siswa yang belajar di sekolah musiknya dari segala biaya terutama untuk mereka anak-anak kurang mampu yang ingin sekali belajar musik klasik.

Ditemui saat pagelaran orkestra Neo Capella Amadeus dalam rangka HUT ke-10 orkestra ini di Gedung Usmar Ismail Jakarta, Grace mengungkapkan orang tuanya pernah menganggap dirinya orang gila karena memutuskan mengambil musik sebagai jalan hidupnya. Namun konsistensinya membuat orang tuanya luluh. “Awalnya hanya kursus biola selama 11 tahun, lalu saya sempat ikut Orkes Simphoni Remaja era Gubernur Ali Sadikin, waktu itu usia saya baru 12 tahun, sampai sekarang saya jatuh cinta pada musik klasik,” tuturnya.

Namun ia gelisah, banyak pemain musik terutama biola, tidak terlalu bagus mainnya. “Saya kemudian melanjutkan pioao dan biola serta musik pedagogy di Die Universitat fur Musik und darstellende Kunst di Austria. Di sana saya memehami pemain musik kita tidak punya teknik bagus, hanya bisa membaca not,” ungkap wanita yang lulus summa cum laude dari sana.

“Saya ingin pemusik Indonesia memiliki teknik bermain musik terutama biola yang sama kemampuannya dengan pemusik bule, makanya Amadeus Music School saya dirikan pada 1992,” terangnya. Upayanya tidak sia-sia, sejak didirikan, Amadeus berhasil menggelar konser musik klasik pertama pada 1993. “Setiap tahun setidaknya kami mengadakan 6-7 kali konser orkestra klasik, serta beberapa home concert,” imbuhnya. Dan dalam setiap konsernya, Grace tidak pernah mematok harga tiket mahal seperti umumnya konser klasik lain.

“Saya ingin musik klasik dikenal lebih luas, tiket konser hanya sektar Rp 100-200 ribu, bahkan untuk konser Neo Capella Amadeus ini ada 45 anak dari Panti Asuhan Pondok Kasih Agape. Jadi setiap konser kami selalu mengajak anak-anak panti asuhan untuk menonton,” katanya.  Sekolah musik Amadeus juga tidak mematok harga tinggi untuk para siswanya. Bahkan 30% dari total 300 siswanya dibebaskan dari biaya kursus terutama anak-anak kurang mampu yang ingin mempelajari musik klasik dengan serius.

Grace Soedargo, Pendiri Amadeus Music School

“Saya sempat dicemooh karena melakukan aksi ini, terutama dengan mengajar ke daerah-daerah demi menghasilkan guru-guru musik klasik dengan teknik bermusik yang benar, ini saya rutin lakukan. Bagi saya musik klasik harus bisa dimainkan dan dinikmati siapa saja. Bersama Debrah Yatim, saya  pernah menggelar musik klasik jalanan,”  ujarnya.

Orkes Gesek Capella Amadeus memosisikan dirinya sebagai orkes kamar alat gesek terbaik di Indonesia. Para pendirinya mewariskan standar kualitas tinggi yang telah dicapai ke generasi berikutnya dengan membentuk Neo Capella Amadeus. Neo Capella Amadeus adalah orkes yang beranggotakan anak muda sejak usia 9 tahun yang belajar dan mengajar di Sekolah Musik Amadeus.

Sedangkan Neo Capella Amadeus adalah orkes musik klasik “turunan” dari Capella Amadeus yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-10 pada hari Kamis, 12 April 2018 di Gedung Usmar Ismail Jakarta dengan menampilkan pertunjukan dari beberapa solis termasuk salah satunya Hendri Waskita, seorang pemain fagot ternama di Indonesia. Orkes ini akan mengiringi Hendri pada konserto fagot karya Vivaldi. Hendri juga pemain fagot di berbagai orkes lainnya, seperti Jakarta Symphony Orchestra, Jakarta Chamber Orchestra dan Twilite Orchestra.

Konser Neo Capella Amadeus didukung juga oleh DOKU, fintech yang di dalam aplikasinya salah satu merchant-nya adalah Amadeus Music School, maka itu setiap konsernya tiketnya bisa dibeli melalui aplikasi ini.

Thong Sennelius, CEO DOKU juga salah satu eksekutif yang belajar musik di Amadeus, dengan memegang alat musik tuba dan trombon. “Musik klasik itu seperti relaksasi buat saya ditengah kesibukan bekerja,” ungkap pria yang sudah 3 tahun belajar di Amadeus Music School ini. Manfaat yang dirasakannya selama belajar musik klasik ditularkan ke dua anaknya yang juga belajar musik di sekolah yang sama.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!