Hadi Sukrianto, Pimpin Bank Jatim Menuju Regional Champion

Pria yang sudah berkarier di Bank Jatim sejak tahun 1983 ini ingin membawa bank yang dipimpinnya memenangkan persaingan menjadi BPD Regional Champion. Berbagai strategi pun telah ia disiapkan.

Hadi Sukrianto yang sangat loyal dengan bank yang sebentar lagi akan melakukan pencatatan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu melihat iklim usaha di Jawa Timur mengalami perkembangan pesat. “Ini merupakan peluang bagi Bank Jatim untuk tumbuh menjadi lebih besar dan berkualitas,” ujar Hadi yang kini menjabat Presiden Direktur Bank Jatim.

Pria 55 tahun ini menjelaskan, Provinsi Jawa timur merupakan penyumbang terbesar ke-2 bagi perekonomian yakni sekitar 15%. Pada 2011, pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat 7,2%, lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 6,5%. Per Triwulan IV 2011, merupakan penyumbang ke-2 PDB terbesar ke-2 di Pulau Jawa yaitu sebesar 14,7%. Rasio pinjaman terhadap deposito yang relatif tinggi dan rendahnya proporsi kredit macet.

Dengan berkembangnya iklim usaha di Jawa Timur, semakin banyak pesaing yang melihat potensi untuk melakukan penetrasi terhadap pasar perbankan di daerah ini. Kami juga berperan untuk mencapai misi kami, yakni menjadi BPD Regional Champion,” kata lulusan Magister Manajemen di Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, tahun 2003 ini.

Berbagai strategi pengembangan usaha Bank Jatim telah disiapkannya sehingga berbgai target jangka pendek dan target menengah bisa berjalan mulus menuju misi akhir menjadi BPD Regional Champion. “Salah satu strateginya adalah tentu meningkatkan program layanan prima, diikuti dengan transformasi teknologi informasi yang mendukung perkembangan produk dan aktivitas pelayanan. Tentu semua ini butuh investasi, sehingga kami juga berusaha menambah modal melalui IPO,” ujar Hadi yang sebelumnya menjabat sebagai direktur kepatuhan (2007-2011).

Ia menjelaskan bahwa Bank Jatim saat ini sudah berhasil melakukan transformasi teknologi. “Jumlah kartu pegawai elektronik kami meningkat tajam. Dari 2007 yang masih berjumlah 153 ribu menjadi 367 ribu di 2011. Demikian juga dengan Kartu ATM dimana pada 2007 masih 97 ribu, di 2011 menjadi 679 ribu.”

Di sisi lain, kata Hadi, Bank Jatim akan meningkatkan jumlah jaringan, termasuk melakukan kerja sama pelayanan dengan bank lain di luar Jawa Timur. “Ini semua butuh tenaga juga SDM yang tentu harus kami tingkatkan profesionalismenya, sehingga layanan kami tetap dipercaya masyarakat,” katanya.

Selain peningkatan pelayanan dan transformasi teknologi informasi, bank yang dipimpin Hadi juga akan lebih fokus memberikan pembiayaan kepada segmen usaha kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya saat ini nasabah UMKM Bank Jatim sebesar 292.823 nasabah, naik dari 2010 yang sebanyak 288.014. Realisasi kredit UMKM 2011 juga meningkat menjadi Rp 13,5 triliun dari posisi tahun 2010 lalu yang sebesar Rp 11 triliun.

Bank Jatim merupakan salah satu kreditur sektor konsumsi yang cukup besar dengan pangsa pasar 14,73% dari pasar kredit sektor konsumsi di Provinsi Jawa Timur. Jumlah kredit multiguna 2011 sebesar Rp 8,9 triliun,” tambah Hadi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)