Henry Then, CFO yang Jago Aktuaria

Per 1 Desember 2013 lalu, CFO PT Mandiri AXA General Insurance berganti wajah. Posisi ini diisi oleh Henry Then yang bergabung dengan AXA Indonesia sejak tahun 2006. Henry terpilih setelah sebelumnya menjabat CFO di beberapa entitas AXA Indonesia seperti PT AXA Financial Indonesia, PT AXA Mandiri Financial Services, dan PT AXA Services Indonesia.

Saat ini Henry juga menjabat sebagai Komisaris di PT AXA Asset Management Indonesia. Henry merupakan satu dari sedikit CFO sekaligus aktuaris yang memiliki pengalaman mumpuni di bidang asuransi jiwa dan asuransi umum.

Lantas seperti apa kiprah profesional ayah dari 3 anak yang mengaku cinta keluarga ini di posisinya sekarang? Secara ekslusif kelahiran Jakarta, 22 Desember 1970 ini menuturkannya kepada Swa Online di sela-sela acara “Penyerahan Voucher bagi Nasabah AXA Mandiri dalam Rangka Klaim Banjir” yang bertempat di Exodus Lounge, Kuningan City, Jakarta (12/02).

Bisa Anda jabarkan secara singkat perjalanan karier Anda sejak lulus kuliah hingga menempati posisi sekarang?

Saya lulus S2 Ekonomi Universitas Macquarie, Sidney, Australia untuk jurusan studi keuangan dan aktuaria pada tahun 1993. Tiga tahun pertama setelah lulus, tugas saya adalah sebagai konsultan aktuaris di bidang dana pensiun, investasi, dan asuransi jiwa di Watson Wyatt (sekarang Tower Watson).

Kemudian tahun 1997, saya bergabung di industri asuransi jiwanya, MLC Life Indonesia. Di sana saya bertahan selama 5 tahun 4 bulan sebagai Aktuaris dan 2 tahun 5 bulan sebagai Strategy and Planning – Finance. Agustus 2004 saya diangkat sebagai Chief Financial Officer (CFO) dan bertahan selama hampir 2 tahun. Juni 2006, saya mulai bergabung dengan PT AXA Financial Indonesia, disusul kemudian AXA Mandiri Financial Services, AXA Service Indonesia, dan terakhir Mandiri AXA General Insurance sampai sekarang.

Secara umum tugas saya saat ini adalah memastikan kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan baik, kepentingan nasabah terlindungi, pun demikian dengan kepentingan pemegang saham. Jadi menyeimbangkan kepentingan para pemangku kepentingan.

Henry Then, CFO PT Mandiri AXA General Insurance. Photo by Gustyanita Pratiwi Henry Then, CFO PT Mandiri AXA General Insurance. Photo by Gustyanita Pratiwi

Seperti apa tantangan bekerja di sektor industri asuransi?

Secara umum saya rasa prospeknya banyak, tetapi sumber dayanya masih belum mencukupi. Sampai OJK pun istilahnya menciptakan program “Mencetak 1000 Aktuaris” karena dinilai SDM-nya kurang cukup. Jadi potensi bisnis ada, tapi saya tidak melihat kompetitif sebagai suatu tren. Market is big enough for everybody tetapi kecukupan dan kesiapan sumber daya di industri ini belum banyak.

Apa terobosan-terobosan yang sudah Anda lakukan?

Saya di Mandiri relatif baru ya. Tapi yang saya coba lakukan berbeda adalah dengan melibatkan staf saya untuk pengambilan keputusan. Jadi bukan cuma misalnya saya minta off angka atau laporan ini, tapi juga menghabiskan waktu untuk menjelaskan bahwa ini loh laporan yang kamu sediakan akhirnya kita pakai untuk mendiskusikan di bidang management atau pengambilan keputusan lainnya. Termasuk coaching. Sama seperti saya dulu yang mendapatkan coaching dari mentor sehingga saya juga berkeinginan bahwa bawahan saya juga bisa mendapatkan hal yang sama supaya terus belajar.

Bicara mengenai kepemimpinan, apa pendapat Anda tentang hal ini?

Mereka follow bukan karena harus tapi melihat sesuatu yang sudah dipraktikkan dan mereka termotivasi untuk melakukan itu.

Bagaimana kiat Anda meramu antara softskill dan hardskill dalam karier?

Saya rasa itu tidak dapat dipelajari saja, tapi juga harus dipraktekkan ya dalam dunia nyata. Dulu di awal karier saya mempunyai beberapa mentor dan role model. Akhirnya saya mengamati dan menghabiskan waktu untuk belajar. Beruntung mereka juga memberikan bimbingan sehingga bisa melihat oh ini adalah role model yang baik.

Sebagai jajaran direksi yang pastinya punya jadwal padat, bagaimana cara Anda membagi waktu antara karier dan keluarga?

Secara umum, sebisa mungkin weekend saya habiskan waktu untuk keluarga. Main dengan anak-anak. Anak saya ada 3 : 1 putri, 2 putra. Yang putri paling besar, usianya 13 tahun. Ya kami sering makan, jalan-jalan, dll. Sementara hari biasa saya fokus di pekerjaan. Istri dan anak-anak mensupport.

Ambisi Anda ke depan?

Misi saya adalah bagaimana saya bisa mengiringi dan berkontribusi kepada perusahaan. Jadi ambisi saya adalah harus bisa membesarkan perusahaan.

Kesibukan Anda di luar pekerjaan utama?

Saya adalah anggota Persatuan Aktuaris Indonesia dengan kualifikasi Fellow of Society of Actuaries of Indoensia (FSAI). Selain itu saya juga memegang sertifikasi Wakil Manager Investasi (WMI) dan Chartered Financial Planner (CFP).

Apa pesan Anda untuk para profesional yang ingin berkarier di bidang insurance?

Pilihlah karier dan industri yang bagus, pastikan mendapatkan pelatihan dan bimbingan yang baik, serta ikuti sertifikasi untuk meningkatkan profesionalisme. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)