Herman Mestaka, Arsitek yang Jatuh Hati pada Air

IMG_8510

Banjir merupakan masalah utama di Jakarta yang tidak kunjung usai. Beragam upaya telah dilakukan untuk menanggulangi masalah tersebut. Herman Mestaka (56 tahun), Direktur PT Trisigma Inti Solusi mulai mengembangkan produk sumur resapan modern. Berikut uraian singkat mengenai profil Herman Mestaka.

Apakah latar belakang pendidikan Anda?

Latar belakang saya adalah seorang arsitek tapi tidak pernah praktisi dalam dunia arsitek secara langsung karena saya lebih tertarik untuk mencari sesuatu yang dapat bermanfaat untuk lingkungan dan yang berhubungan dengan air. Menurut saya air merupakan karunia Tuhan yang paling berharga dan gratis dimata saya dalam kehidupan ini. Apa jadinya hidup kita tanpa air, maka dari itu, air jangan dimusuhi, tapi dimanfaatkan, dialirkan dan dirawat dengan baik, agar dapat kita gunakan untuk minum, masak, mandi dan membersihkan diri.

Sejak kapan Anda bekerja di PT Trisigma Inti Solusi? Dimulai dari posisi apa?

Trisigma Inti Solusi (TIS) belum lama berdiri kira-kira tahun 2012, TIS adalah anak perusahaan Trisigma Indonusa (TSI) yang berdiri sejak tahun 1995 dan spesialisasi dalam bidang Trading dan Engineering, pada awalnya bidang yang kami geluti adalah: Geo-synthetic Products (Soil Improvement) dan Kontraktor Civil Works. Kemudian pada tahun 2005 TSI memfokuskan dalam bidang Normalisasi Sungai, dan dengan berkembangnya usaha Sumur Resapan, tahun 2012 TIS berdiri dan memfokuskan dalam bidang yang berhubungan landscape engineering dan architectural products yang juga menopang program “Go Green”

Tanggung jawabnya meliputi apa saja?

Saya memanage perusahaan dengan dibantu oleh team yang handal: Syaiful Anwar (Ipoel) sebagai Development Manager, Rosana Harahap (Anna) sebagai Marketing/Sales Manager, Juni Purwadi sebagai General Affairs, Esther Ferly sebagai Finance Manager dan didukung oleh Products Consultant team kami yang cukup berpengalaman sebagai team marketing: Wendy Permana, Andri Rama dan Ari Rama dan juga Perancang dan Supervisor kami Bashori Alwie. Selain team kami diatas kami juga dibantu oleh team administrasi dan staff umum di kantor. Mengapa saya sebutkan hal ini, karena mereka semua adalah aset perusahaan yang sangat berharga, dan berperan sebagai mana fungsinya secara individu.

Apa saja tantangan yang dihadapi?

Tantangan yang kami hadapi adalah sangat tidak mudah mensosialisasikan produk yang kami pasarkan karena belum umum dan masih awam, saya dan Ipoel sudah menggeluti produk yang berhubungan dengan drainase sejak tahun 1988, perjalanan kami cukup panjang dalam bisnis geosynthetics. Singkatnya pada tahun 2005, kami berkenalan dengan Elmich (Singapore) yang produknya berkaitan dengan landscape engineering & architectural dan kami sangat tertarik untuk memasarkannya, saat itu kami masih menggunakan perusahaan Trisigma Indonusa.

Pada tahun 2012, produk sumur resapan modern yang berupa modular tank salah satu produk Elmich ini mulai diminati oleh kalangan pengembang dan proyek pribadi sehingga kami mulai lebih fokus dalam bidang ini. Melihat kegunaannya dan aplikasinya menurut saya sangat efektif dan mudah sekali pemasangannya. Pada tahun yang sama saat pak Jokowi sebagai gubernur yang pertama kali sangat serius perhatiannya dan juga menggalakkan aplikasi sumur resapan ditambah dengan pergub yang baru, maka momen ini sangat membantu sekali untuk mensosialisasikan produk sumur resapan modern dengan sistem modular tank.

Demikian pula dengan kejadian banjir dimana-mana, maka solusi yang terbaik adalah membangun sumur resapan sebanyak mungkin. Namun, sumur resapan bukan obat yang menghilangkan penyakit banjir, tapi sumur resapan lebih berfungsi sebagai peredam dan penahan lajunya air dipermukaan dengan diresapkan ke dalam tanah, sehingga efeknya adalah mengurangi banjir, peran lain yang tidak kalah penting adalah drainase besar pun juga harus berfungsi dengan baik, sehingga dapat mengurangi dampak banjir.

Kabarnya pertengahan tahun ini Trisigma akan mulai melakukan produksi. Mengapa hal tersebut baru dilakukan sekarang?

Memproduksi barang sangat mudah, tapi mempelajari pasar dan memasarkan produk untuk saya tidak mudah. Mungkin bagi orang lain pendapatnya berbeda dengan saya.  Bagi kami untuk produksi sendiri perlu waktu dan pertimbangan yang cukup matang. Terlebih lagi untuk produk modular tank, ada kaitannya dengan teknis dan struktur, sehingga kami harus ekstra hati-hati dalam memutuskan hal ini, karena berkaitan juga dengan quality control yang cukup tinggi dalam produksi. Kami hanya berharap, apabila tuhan mengijinkan, mudah-mudahan kami dapat memproduksi produk sumur resapan modern berupa modular tank tersebut dapat terlaksana dalam waktu dekat, karena kami bukan perusahaan besar sehingga tidak mudah untuk memutuskan hal seperti ini.

Apa saja cara yang sudah dilakukan untuk memperkenalkan Sigma Tank, produk keluaran Trisigma?

Seperti yang saya sampaikan tantangan diatas, tidak mudah memperkenalkan dan mensosialisasikan Sumur Resapan Modern – Modular Tank, kami sudah keliling dan mempresentasikan produk ini. Puji Syukur, akhirnya kami dibantu oleh ibu Ir. Nyoman Darmawathi seorang konsultan ME & P yang sangat tertarik dengan produk kami, karena menurut beliau “Produk Modular Tank ini sangat simple, ringan, mudah dirakit dan harganya cukup kompetitif” dan beliau lah orang pertama yang mengusulkan ke owner dan mengaplikasikan produk kami berupa Modular Tank, dan setelah itu mulailah pasar dapat menerima dan setelah melihat hasilnya ibu Nyoman sangat puas dengan aplikasi sistem Modular Tank tersebut dan sekarang sudah banyak yang ibu Nyoman design dengan menggunakan sistem tersebut. Dengan referensi yang sudah ada sekarang sudah mulai diikuti oleh konsultan-konsultan lainnya.

Terkait dengan Pergub nomor 20 tahun 2013 tentang sumur resapan, Apakah Trisigma juga turut serta dalam program pemerintah mengatasi banjir Jakarta?

Dengan beredarnya pergub nomor 20 tahun 2013, hal ini sangat membantu sekali untuk mensosialisasikan sistem sumur resapan modern berbentuk modular tank, dan kami sudah melakukan trial di beberapa lokasi seperti, depan Plaza Semanggi, lapangan banteng, dan beberapa taman sekitar Jakarta, saat ini efeknya memang belum terlihat secara langsung, namun apabila sistem ini digunakan sebanyak mungkin bahkan kami menghimbau apabila setiap rumah kecil dapat dipasang sumur resapan modular tank paling tidak 1 m3, pasti efek dan hasilnya dapat dilihat kemudian. Namun kami juga tidak merekomendasikan penggunaan sumur resapan apabila permukaan air tanah di daerah anda tinggi. Sumur resapan tersebut tidak akan berfungsi dengan baik. Sumur resapan hanya akan berfungsi dengan baik dan sangat bermanfaat apabila permukaan air tanah dalamnya lebih dari satu meter.

Untuk kedepannya goal apa yang ingin diraih dalam pekerjaan?

Diusia saya ini, saya hanya ingin berbuat yang terbaik agar dapat dimanfaatkan semua orang, dan mensyukuri apa yang sudah diberikan dan didapatkan dari Tuhan, sehingga saya dapat berbagi dengan keluarga, saudara, teman dan semua orang yang saya kenal maupun yang tidak saya kenal secara pribadi.

Untuk ambisi hidup sendiri apa yang masih ingin dicapai?

Kalau Tuhan mengijinkan, usaha berkembang besar, saya selalu ingin membahagiakan keluarga, mensejahterakan rekan kerja yang mendampingi saya dalam menjalankan usaha sehari-hari. Tentunya juga memberikan hasil yang maksimal ke partner kerja dan juga tidak boleh lupa berbagi dengan orang yang berkekurangan.

Dan terakhir, Apa kegemaran seorang Herman Mestaka?

Berusaha hidup sehat dengan olah raga dan aktivitas yang positif. Tenis adalah olahraga yang saya gemari hingga saat ini, mungkin dalam beberapa tahun lagi saya harus mencari ganti olah raga tersebut dengan berjalannya usia saya, jadi saya juga harus tahu diri. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)