Hilda Kitti, Gencar Promosi Vaseline Men

Seorang wanita cantik berdiri di tengah-tengah para biker dan brand ambassador Vaseline Men”, grup band Noah pada sabtu siang (4/5) saat peluncuran Vaseline Men “Band of Biker”. Dialah Hilda Kitti, Brand Manager Vaseline yang pada bulan ini tengah disibukkan dengan campaign Vaseline khusus pria. Seperti apa kiprah perempuan bermata sipit kelahiran Jakarta, 11 Mei 1985 ini dalam menggarap brand Vaseline? Berikut penuturannya kepada Swa Online :

Hilda Kitti, Brand Manager Vaseline

Sejak kapan Anda bergabung dengan Unilever  dan masuk ke Divisi Vaseline?

Saya masuk ke Unilever pada tahun 2008, dan masuk ke brand Vaselin pada Januari 2012. Sebelumnya saya pernah bekerja di Jhonson and Jhonson selama setahun, yaitu dari 2007-2008. Di Unilever kami tidak bisa memilih sendiri untuk masuk ke brand yang mana. Jadi dari divisi HR Unilever lah yang menentukan penempatan posisi kami dengan cara melihat profil kami. Dulu saya di es krim dan sekarang di Vaseline. Mungkin bagian HRD merasa bahwa saya cocok ditaruh di beauty product. Jadi penempatan di salah satu brand ditentukan dari 2 kombinasi antara profil orang itu sendiri dengan perkembangan karirnya. Jadi exposure berbeda-beda. Di sini, kami ada wist list. Jadi setiap tahunnya, kami ada list-list harapan yang akan menggambarkan bahwa kami ingin dipindahkan ke mana, mau belajar apa, dll. Dan menurut saya program HR Unilever lumayan bagus.

Mengapa Anda tertarik untuk berkarier di suatu divisi yang berhubungan dengan kosmetik ?

Karena aspek marketing yang saya suka adalah understanding consumer. Waktu saya di ice cream, saya pernah pegang Peddle Pop yang targetingnya ke anak-anak. Kemudian Walls Moo, targetingnya ke ibu-ibu. Lalu Corneto yang lebih fokus ke remaja. Nah, yang belum pernah saya coba adalah brand yang targeting khusus nya untuk male dan female. Maka saya tertarik sekali untuk bisa pegang brand yang targetingnya di kategori tersebut. Kebetulan tiba-tiba ditaruhlah saya di brand yang ada target untuk pria dan wanita sekaligus. Jadi saya sih cukup happy.

Hilda Kitti (paling kanan belakang) berpose bersama Grup Band Noah, sebagai Brand Ambassador Vaseline Men "Band of Biker" dan para biker (depan)

Apa saja tanggung jawab Anda sebagai brand manager Vaseline?

Sama seperti brand manager lainnya di Unilever. Tugas kami lebih ke brand building. Jadi mengurus profil and Lost PLN-nya brand, juga bertanggung jawab untuk penjualannya, profitabilitynya, seperti healthy gross margin untuk brand, brand building, serta bagaimana caranya agar brand itu sehat di market. Jadi tidak hanya angka-angka hasil penjualannya, tapi juga memastikan seberapa besar konsumen mempercayai brandnya, seberapa persen konsumen aware dengan brandnya, matriks-matriks yang tidak selamanya bersifat jualan. Itu kami ada risetnya yang secara terus-menerus dimonitor per 3-6 bulanan.

Apa saja tantangan yang Anda hadapi di posisi ini?

Saya  pegang 2 kategori produk, Vaseline brand lotion yang unisex dan Vaseline Men. Tantangannya beda. Kalau di Vaseline Men, tantangan pertama adalah produknya bersifat multiplatform. Ada pembersih muka, body lotion, sampai sabun mandi ada semua. Dan man’s grooming itu as we know, adalah market yang sangat growing. Jadi kompetisinya though.  Banyak pemain baru di pasar ini yang sedang belajar untuk memahami pasar. Because this is the emerging market. Jadi itu tantangan untuk male. Kalau di Vaseline Lotion sebenarnya lebih establish. Penetrasi body lotionnya tinggi. Hampir semua perempuan mengerti cara pakai body lotion. Jadi tantangannya adalah bagaimana supaya market body lotion ini tetap exited. Bahwa orang-orang mulai memahami pemakaian body lotion itu tidak hanya untuk tangan dan kaki saja, melainkan untuk seluruh badan.

Hilda Kitti, Brand Manager Vaseline, Unilever Indonesia

Produk male ambil kontribusi berapa persen dibandingkan dengan yang female untuk Vaseline ini?

Sekarang ini yang men masih sepertiganya women. Tapi kalau secara growth produk men sangat tinggi. Hanya saja soal angka tidak bisa kami sebutkan. Yang jelas target pertumbuhannya harus double digit dan harus berada di atas pertumbuhan pasar

Apa rencana dan obsesi Anda ke depan?

Untuk karier, saya ingin membuat campaign yang sukses. Misalnya pada peluncuran Vaseline Men “Band of Biker” sekarang ini. Kalau banyak pria-pria di sini yang akhirnya memakai produk Vaseline Men dan bangga sebagai Vaseline Biker, menurut saya itu sudah satu kebanggaan tersendiri. Berarti kan sudah banyak pria yang mulai peduli dengan grooming. Karena saya ingin sekali mengubah mindset bahwa cowok yang peduli dengan perawatan muka atau badannya dicap sebagai setengah cowok. Kalau mereka sudah banyak yang tertarik, lalu banyak yang pakai, artinya ada potensi pasarnya ke depan. Dan itu membuat saya sudah cukup puas. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)