Integritas dan Jiwa Besar Seorang Kusumo Martanto

CEO Blibli.com (PT Global Digital Niaga), Kusumo Martanto.

Blibli.com didirikan di tahun 2011 dengan melihat potensi pasar yang besar. Namun, saat itu sektor pendukung e-commerce bisa dibilang belum siap. Sektor logistik, payment, jaringan internet, penyediaan barang melalui partner dan seller sangatlah minim, sehingga memerlukan edukasi yang cukup berat kala itu.

Faktor inilah yang menjadi tantangan bagi CEO Blibli.com (PT Global Digital Niaga), Kusumo Martanto saat dirinya membangun Blibli untuk pertama kalinya. Membangun kepercayaan konsumen yang masih belum terbiasa berbelanja online, juga menjadi pekerjaan rumah dalam bisnis e-commerce. Namun, Kusumo tak patah arang, karena baginya potensi yang lebih besar dibandingkan dengan masalah yang ada. Alahasil, dia pun tetap yakin akan industri ini.

“Kenapa masuk ke industri e-commerce karena geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Memang dengan kondisi seperti itu logistik akan lebih susah, namun jika saya dapat memecahkan persoalan tersebut justru bisa menang,” kenangnya. Melalui peluang ini, Kusumo berusaha mematangkan konsep bisnisnya agar bisa diterima partner dan mulailah menggarap brand, distributor, dan menawarkan ide.

Berbagai penolakan dihadapinya dengan alasan industri e-commerce belum siap di Indonesia dan cara konvesional masih ideal pada saat itu. Akhirnya beberapa toko sepakat dengan konsep bisnis yang dibuat. Tahun 2010 persiapan dilakukan selama 10 bulan dan Blibli buka pertama kalinya di tahun 2011 dengan 3.000 produk. “Tahun 2012 Blibli semakin improve dengan semakin banyak merchant partner yang bergabung. Saat itu penjualan di 2011 dibanding 2012 mengalami kenaikan 30 kali,” ujarnya

Hasil yang menggembirakan inilah yang membuat Blibli terus membangun dan memperbaiki bisnis yang dijalankan. Kini, produk yang dipasarkan mencapai 2,5 juta produk dengan partner pilihan hingga 25 ribu. Tidak semua orang dapat langsung berjualan di Blibli, maka dari itu barang yang dijualnya terjamin. Blibli telah memiliki gudang di Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Selanjutnya, Kalimantan dan Sulawesi akan dibuka untuk wilayah  Indonesia Timur. Ke depannya, Blibli akan membangun 25 lokasi baru untuk warehouse.

Sebagai pemimpin sebuah perusahaan, Kusumo menjalankan Four Roles of Leadership dalam menjalankan bisnis yang ia bangun. Poin pertama untuk menjadi perintis yang melakukan sebuah terobosan dilakukannya dengan memasarkan gawai di Blibli. “Saat peluncuran iPhone 4 kami menjajakinya untuk bisa bekerja sama karena animo yang begitu besar. Akhirnya Blibli menjadi e-commerce pertama yang berani melakukan penjualan iPhone saat midnight,” ungkapnya. Selain itu, Blibli juga menjadi e-commerce pertama yang berani menawarkan cicilan 0% dan menjalin kerja sama dengan bank-bank di Indonesia, third party seperti Kredivo, Akulaku.

Poin kedua dari Four Roles of Leadership dijalankan dirinya sebagai perannya sebagai penyalaras. Penyesuaian karyawan satu dengan yang lain sangat diperlukan dengan adanya perbedaan yang ada. Hal ini menjadi tugas semuanya untuk toleransi dalam menyikapinya. “Perbedaan argumen dalam pekerjaan akan sering terjadi, oleh karena itu kami memiliki open office yang dapat membuat suasana lebih cair,” ujarnya. Poin ketiga yaitu sebagai pemberdaya, dirinya berusaha mengakomodir ide-ide dari karyawannya dengan mefasilitasinya hingga training ke luar negeri. Menurutnya, people adalah aset bukan liability.

Poin keempat yaitu perannya sebagai panutan atau role di perusahaan. Kusumo berusaha untuk menunjukkan contoh kepada karyawannya. Dirinya tak segan memberikan apresias,  bahkan teguran jika memang itu diperlukan. Melakukan kesalahan bukan masalah asal dapat belajar dari kesalahan tersebut untuk tidak mengulanginya lagi. “Kalau melakukan kesalahan ketika membuat suatu yang baru itu adalah bagian. Begitupun saya, apabila berbuat kesalahan, saya akan meminta maaf saat meeting berlangsung,” ungkapnya. Dengan menunjukkan diri apa adanya sebagai pemimpin, diharapkan karyawannya dapat mencontohnya.

Selain Four Roles of Leadership yang dijalakannya, nilai fundamental yang dia yakini adalah integritas. Menurutnya, integritas sangat penting dalam menjalankan sebuah rencana bisnis terlebih saat seseorang memiliki power yang tinggi di perusahaan tersebut. Selain itu, kemauan untuk belajar, berjiwa besar, dan tidak mudah putus asa adalah nilai fundamental yang selama ini diterapkan oleh pria lulusan Iowa State University & Georgia Institute of Technology ini,  saat dia menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan. Prestasi Blibli yang dibangun Kusumo juga ditandai dengan bergabungnya Tiket.com dan startup Indonesia Flight yang juga merupakan bentuk aksi korporasi dengan kultur yang samaa.

 

Reportase: Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)