Irene Umar, Terbiasa Bekerja di Bawah Tekanan

Dunia perbankan memang menarik minat banyak orang. Tak terkecuali Irene Umar, Associate Director, Originate & Execute Leveraged Finance Transactions from South East Asia, Standard Chartered Bank. Ia memilih Standard Chartered Bank sebagai pelabuhan pertamanya selepas lulus sebagai Sarjana Internasional dari President University, Cikarang Jababeka pada tahun 2008.

Berbekal kemampuan analisis keuangan/kredit, Irene dipindahkan ke Dubai, Uni Emirat Arab untuk bergabung dengan tim portofolio global yang bertanggung jawab mengatur portofolio keuangan korporasi global di bank internasional yang berpusat di London tersebut. Dalam pandangannya, ia meniti kurva belajar yang menanjak tajam. Tak ada jalan lain selain menapakinya dengan keberanian dan keyakinan tinggi jika tak ingin terjatuh ke jurang yang dalam.

“Ketika saya ditempatkan ke Dubai, saya tidak memiliki satu pun latar belakang corporate finance, tetapi saya langsung dipercaya mengatur 15 akun – beberapa diantaranya sedang dalam restrukturisasi. Pada waktu itu, orang yang seharusnya bertanggung jawab untuk akun-akun tersebut sudah pindah ke divisi lain. Saya hanya dapat kesempatan bertemu dengannya satu hari untuk melakukan serah terima tugas dan membicarakan segala hal mengenai ratusan portofolio yang masing-masing bernilai jutaan US$,” katanya.

Irene Umar_02

Sungguh satu suasana kerja yang penuh tekanan. Tapi, Irene tak gentar. Ia benar-benar mengerahkan segenap kemampuan, berjuang memenuhi tuntutan pekerjaan dan beradaptasi dengan lingkungan kehidupan yang baru, yang sama sekali berbeda dengan Indonesia. Wanita berkacamata itu beruntung mendapat dukungan penuh dari mentor dan atasannya saat berjuang menaklukkan tantangan yang menghadang di hadapan. Dia teringat kata-kata mentornya: “Irene, saya tahu ini sebuah jalan mendaki yang sangat tajam, tetapi saya percaya kamu mampu. Semua portofolio ini layaknya bayimu. Jadi take good care of them, jika kamu membutuhkan nasehat atau bantuan, pintu saya selalu terbuka untukmu.” Dia bersyukur, karena hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan, dirinya bisa mencapai satu langkah maju dan akhirnya terus tumbuh bersama rekan-rekan setimnya.

Ujian untuk Irene belum berhenti sampai di sini. Ia ditempatkan di Mumbai untuk mengawasi dan mengatur sebuah portofolio senilai US$ 5 miliar milik korporasi India. Yang unik, Ia juga menjadi satu-satunya warga negara non-India di seantero gedung dan satu-satunya yang belum menikah. Tantangannya tentu jauh lebih berat karena ia mesti mengatur dan mengawasi eksposur-eksposur besar dari bank, beberapa diantaranya sedang dalam proses restrukturisasi. Penanganan klien-klien baru langsung diserahkan padanya.

“Sejak hari pertama, saya merasa seperti berada dalam alat masak dengan tekanan tinggi (pressure cooker). Tapi, kamu harus melakukan apa yang harus kamu lakukan. Dan sekali lagi, dengan dukungan orang-orang sekitar, kami me-managed segalanya untuk bisa keluar dari masa sulit dan dengan sukses membawa kesepakatan yang membawa kami kedalam kondisi yang lebih “sehat,” katanya.
Saat ini, Irene ditempatkan di Singapura sebagai bagian dari tim Leveraged Finance untuk Asia Tenggara. Ia merasakan tuntutan pekerjaan serba cepat dengan atmosfer kerja yang lebih beragam. Dengan terus belajar, ia percaya bisa menunaikan setiap tanggung jawab yang diberikan. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)