Isadora Tan, Populerkan Mie Ayam & Sate di Inggris

Untuk sebagian orang, makanan bisa menjadi sumber inspirasi. Gairah yang besar pada kuliner terkadang bisa membuat kita lupa daratan. Wisata kuliner pun dilakukan saban pekan, dari satu daerah ke daerah yang lain. Tujuannya satu, memanjakan lidah dengan ragam kuliner asli Indonesia yang menggugah selera. Ini juga yang dirasakan Isadora Tan, Owner Ayam Happy. Niatnya untuk memiliki usaha sendiri di bidang kuliner tercapai sudah. “Makanan selalu membuatku semangat menjalani hidup. Saya juga ingin memiliki pengalaman merintis usaha sendiri. Mimpi saya adalah menjadikan kuliner asli Indonesia lebih dikenal di Inggris, seperti halnya di Belanda,” ujarnya.

Lulusan International Hospitality Management, London Metropolitan University ini sudah 15 tahun lamanya merintis karier di bidang kuliner, termasuk bisnis makanan ritel. Hingga, akhirnya membuka usaha makanan jalanan dan katering dengan bendera “Ayam Happy” pada tahun 2014 lalu. Ide awalnya adalah bisnis katering Lunch Box pesanan orang kantoran saat dirinya masih bekerja penuh di salah satu fast food ritel Jepang terkenal di London. “Waktu itu saya menjabat Branch Manager. Saya sangat merindukan cita rasa masakan asli Indonesia. Terlebih, saya sangat merindukan hidangan mie ayam racikan ibu saya,” ujarnya.

Isadora Tan, Owner Ayam Happy (Foto: IST) Isadora Tan, Owner Ayam Happy (Foto: IST)

Isadora Tan mulai mencoba resep-resep tradisional mie ayam dan kuliner asli Indonesia lainnya seperti sate, rendang dan lainnya. Untuk menyesuaikan dengan lidah orang Eropa, ia memadupadankan sate dengan burger dengan membuat Sate Ayam Burger. Ia beruntung memiliki rekan kerja, Stuart Colley, yang juga melihat permintaan makanan asli Indonesia lumayan tinggi di Inggris. Dialah yang ikut membantu membesarkan Ayam Happy lewat jaringan teman dan rekan kerjanya. “Target pasar saya adalah 90% orang lokal di Inggris. Saya berani menjamin makanan yang dijual saya masak sendiri dari bahan-bahan segar serta resep turun-temurun dari ibu dan nenek saya,” katanya.

Kalau pada awal berdiri, Isadora Tan mesti bangun di pagi buta untuk memasak dan mengantarkan katering ke kantor-kantor, kini ia sudah punya anak buah yang membantunya memasak dan mengantar pesanan katering. Omsetnya pun sudah mencapai miliaran rupiah setahun. “Ayam Happy” juga telah masuk jajaran 100 kuliner jalanan paling enak di London (http://www.chillisauce.co.uk/blog/top-100-london-street-eats/). Meski begitu, ia mesti siap menghadapi penurunan permintaan pada musim dingin dan omsetnya anjlok hingga 70%.

“Rencana jangka panjang, saya ingin memiliki tempat yang permanen di pusat sentra niaga/perbankan di pusat Kota London karena target kami adalah pekerja kantoran yang ingin menikmati hidangan citarasa Indonesia dibandingkan sandwich. Saya juga ingin memiliki channel video viral di Youtube sehingga bisa memberi demo memasak masakan Indonesia,” ujarnya. (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)