Jeanne Tjan : Aware Isu Lingkungan, Nisuma Gaet Garuda

Jeanne Tjan, nampaknya sangat jeli melihat peluang perkembangan industri kuliner yang tak ada habisnya dari masa ke masa. Seiring dengan makin variatifnya industri ini, lantas ia pun  melirik ke industri penunjangnya yaitu food packaging.

Perempuan cantik berambut panjang ini sangat concern ketika ditanya tentang bahaya racun dalam kemasan styrofoam. Dari situlah Jeanne dengan posisinya sebagai Account Manager PT Nilam Sukses Mandiri (NSM) akhirnya menciptakan produk berbahan dasar kertas untuk kemasan pangan.

NSM dibesut  Jeanne tahun 2009 dengan merek produk Nisuma.  Perusahaan ini sudah memiliki puluhan klien kakap seperti Garuda Indonesia, Hoka-Hoka Bento, Red Mango, Yoshinoya, dan sebagainya. Produk-produknya seperti ice cream cup, hot cup (untuk kopi dan teh), cold cup, plate & bowl memang sangat diminati pasar. Sebabnya, Nisuma memiliki sertifikat keamanan produk dari U.S 21 CFR F.D.A regulation part 176.170 / 176.180 on paper & paperboard serta lolos sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point).

Nisuma menonjolkan sisi produknya dengan menggunakan bahan dasar dan serat alami yang bebas bahan beracun dan dapat dikomposkan (compostable). Inilah yang membuat Jeanne berani mengklaim Nisuma sebagai produk yang ramah lingkungan sebab produknya dapat terurai secara alami dalam waktu singkat ketika sudah tidak dipakai lagi dan bercampur dengan tanah.  Nisuma juga menggunakan teknologi Flexographic Printing dengan tinta berbasis air (water based inks) yang bebas bahan solvent beracun. Berikut petikan lengkap wawancara Gustyanita Pratiwi dari Swaonline dengan Jeanne Tjan.

Jeanne Tjan, Account Manajer PT Nilam Sukses Mandiri (Nisuma)

Apa keunggulan dari cup yang Anda produksi?

Keunggulan dari cup kami adalah bahan yang digunakan itu higienis. Itu sudah harus dan sudah menjadi ketentuan ya. Kami menggunakan cup stock kemudian proses produksi Nisuma itu sendiri sudah mendapatkan sertifikasi HACCP, dimana setiap produk kami dikontrol by system, dengan menentukan critical point yang harus diikuti standarnya untuk food industry. Selain bahan baku yang digunakan itu food grade, kami juga menggunakan printing Flexographic, yang memang khusus untuk food packaging. Dalam menggunakan Flexographics ini sendiri kami menggunakan tinta berbasis air, di mana tinta ini memang sudah food grade dan low chemical untuk kontaminasi kepada makanan itu sendiri.  Produk kami juga compostable, artinya dengan sendirinya dapat hancur. Karena ini berbahan dasar kertas jadi dia mudah hancur bila kita buang dan bercampur dengan tanah.

Penasaran, kok perusahaan yang masih seumur jagung bisa menggaet customer kakap sekelas Garuda ?

Karena kan issue untuk green product ini sedang sangat digembar-gemborkan. Memang sekarang ini kita lebih aware lah dengan masalah lingkungan. Makanya green product ini menjadi satu ketertarikan sendiri oleh karena itu saya rasa Garuda juga mempunyai misi yang sama, mereka juga mulai aware dengan masalah green product ini. Oleh karena itu mereka juga sudah mulai menggunakan paper cup ini dalam inflight mereka.

Bagaimana dengan manajemen karyawan sendiri?

Karyawan tidak terlalu banya, selama ini  sudah hampir 100 orang, termasuk di pabriknya yang ada di BSD. Kami memberikan training-training berkala kepada setiap karyawan, pastinya insentif ada yang diberikan. Untuk production line itu pasti ada. Kami juga memberikan awareness/dorongan supaya mereka juga merasa bangga dengan apa yang mereka buat dan apa yang mereka produksi. Jadi supaya mereka memiliki rasa kepemilikan terhadap perusahaan itu sendiri.

Target ke depan?

Targetnya adalah Nisuma selalu memberikan sesuatu yang lebih ya. Dalam arti kata, lebih itu adalah kami selalu memperhatikan dari segi higienis product untuk food packaging. Ke depannya kami berharap juga para pebisnis makanan concern dengan penggunaan food packaging yang berkualitas.  Karena tanpa kita sadari, efek dari food packaging itu sendiri akan berpengaruh besar kepada kesehatan kita. Kalau makanan sendiri sehat, tapi packagingnya itu tidak sehat, kan sama saja. Karena kan kontaminasi itu bisa terjadi karena food packaging juga. Oleh karena itu, kita sih berharap dari para pebisnis makanan, mereka juga bisa memperhatikan lah. Karena customer juga akan lebih appreciate ya bilamana pebisnis itu memperhatikan food packaging yang diberikan. (EVA)

Leave a Reply

1 thought on “Jeanne Tjan : Aware Isu Lingkungan, Nisuma Gaet Garuda”

setuju banget ! masih banyak kemasan makanan yang tidak higienis dan terbuat dari bahan yang berracun atau daur ulang atau dicuci dengan tidak bersih. Pemerintah seharusnya ikut memperhatikan tidak hanya makanannya yang mengandung bahan berracun, tetapi juga kemasannya. Sedangkan dari pengusaha / penjaja makanan, masih ada yang tidak peduli dengan kebersihan kemasan, karena menganut azas "yang penting murah".
by Hoei HH, 19 Feb 2013, 07:43

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)