Jobi Triananda, Punya Visi Memaksimalkan Potensi PGN

Bulan Mei tahun 2017 menjadi momen istimewa bagi Jobi Triananda Hasjim. Pada bulan itu, ia dipercaya menggantikan Hendi Prio Santoso untuk memimpin PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Jika dirunut ke belakang, Jobi bukanlah orang baru di PGN. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT Rekayasa Industri (Rekin), jabatan yang terakhir ia pegang ialah Direktur Komersial PGN.

Kembalinya Jobi ke PGN, bisa dikatakan sebagai 'pulang kampung'. Bagaimana tidak, lulusan dari S2 Mechanics of Material, University of Strathclyde Glasgow, Inggris ini, telah lama berkarier di PGN dan telah mencicipi banyak posisi mulai dari Koordinator Pelaksana Proyek Pembangunan Jaringan Pipa Gas Bumi (PPJPBG), Kepala SBU Distribusi Wilayah I, General Manager SBU I Jawa Bagian Barat, Direktur Teknologi dan Pengembangan dans sebagainya.

Di tangan pria kelahiran Bandung 6 April 1964 ini, ia punya visi untuk memaksimalkan segala potensi yang dimiliki PGN. Ditemui pada bulan November 2017 lalu, ia mengatakan punya prioritas dalam mengembangkan LNG ke Indonesia timur. “Kalau itu ada smelter bisa feasible, gas bisa dialiri di pulau-pulau yang tidak ada sumber gas melalui LNG,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan PGN akan lebih getol untuk menggenjot CNG untuk keperluan komersial atau dunia usaha . Langkah ini menurut dia dilakukan sebagai upaya migrasi ke sumber energi lebih murah dan bersih. “Mereka yang tergantung Liquefied Petroleum Gas (LPG) 50 KG atau 12 KG yang lebih mahal, bisa berpindah ke CNG. Dengan begitu, impor LPG pun bisa dikurang,” ungkapnya.

Dalam 6 bulan pertama, ia mengatakan bukan perkara mudah untuk menangani PGN. Pada Kuartal I dan II tahun 2017 ada beberapa tantangan semisal kendala penyaluran gas di beberapa pelanggan. “ Apa yang kami lakukan adalah membina hubungan yang baik, sehingga performa kuartal III tahun 2018 bisa naik,” ungkapnya.

Ia juga juga banyak melakukan peninjauan ulang organisasi dan rencana agar PGN bisa lebih baik ke depannya. “Namun memang ada tantangan,” ungkapnya. Tantangan itu seperti belum adanya titik cerah terkait revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 tahun 2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa. "Sehingga buat kami ini menjadi sesuatu yang belum pasti," ungkap dia.

Meskipun begitu, ia mengatakan hal itu tidak menghalangi niat PGN untuk bekerja secara maksimal. PGN akan mencuruhakan segenap kemampuannya dalam memaksimalkan potensi yang ada. "However, kami melihat selain bisnis distribusi dan transmisi, kami juga ada di upstream. Sekarang semua potensi kami kembangkan," jelasnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)