Johnson Chai, Siap Jadikan Sun Life Top 10 Asuransi

Sejak diangkat sebagai Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life), Johnson Chai bertanggung jawab untuk menetapkan arah strategi bisnis dan mengelola pertumbuhan serta profitabilitas perusahaan asuransi yang bermarkas di Kanada teresebut.

Johnson Chai, CEO Sun Life Financial Indonesia

Pengalamannya tak perlu diragukan lagi. Selama 22 tahun ia bekerja di sejumlah perusahaan asuransi raksasa di Asia. Pria peranakan Tiong Hoa berkebangsaan Malaysia ini mengawali karirnya sebagai AVP-Director of Agency di suatu perusahaan asuransi jiwa joint venture, yakni DOA.

“Meski orang Malaysia, saya justru mengawali sukses di Indonesia. Ketika di DOA, karier saya naik setelah membentuk 15 kantor pemasaran. Kemudian pelan-pelan mengelola profit centers regional di Malaysia, Thailand dan Singapura,” ujar Johnson.

Setelah mencari peruntungan di Indonesia, ia kemudian mendarat di Cina berkarier sebagai VP Sales and Marketing di AXA Minmetals. “Ketika itu saya berhasil memimpin revitalisasi yang menghasilkan rekor penjualan,” kenang pemegang gelar Sarjana Komunikasi Massa dari Universitas kebangsaan Malaysia ini.

Selepas berkarier  di AXA Minimetals, Johnson menerima pinangan sebagai Chief Partnership Distribution Officer di CITIC-Pru China. Peran kuncinya adalah mengembangkan saluran sales, bancassurance, employee benefits, telemarketing, dan pengembangan agency.

Bapak dua orang anak ini selanjutnya berkarier sebagai SVP Chief Agency Officer di perusahaan asuransi jiwa raksasa di Hong Kong yakni Pacific Antai (ING) dan sebagai Head of Agency Development Global Life Asia Pasifik dan Timur tengah di Zurich  Global Life. Sampai akhirnya ia kembali ke Indonesia pada Oktober 2011 dan bergabung di Sun Life.

“Sejak saya menggantikan Bert Paterson  sebagai Presiden Direktur Sun Life, target dan ambisi saya adalah membawa perusahaan ini masuk ke dalam top 10 perusahaan asuransi Indonesia. Ini realistis, tidak terlalu muluk, sebab posisi Sun Life saat ini di peringkat 12. Nanti kalau sudah masuk 10 besar, baru saya bisa bicara soal menjadi nomor satu,” ujar pria murah senyum ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)