Jon Tan: Nippon Paint akan Kuasai 50% Pasar Cat Indonesia

Sudah hampir 8 tahun lamanya, Jon Tan Hon Yiu memimpin Nippon Paint Indonesia. Dalam kepemimpinannya, pria berumur 37 tahun itu memegang prinsip untuk selalu mendengar gagasan serta ide dari karyawan di bawahnya. Ia memilik pendekatan delegatif dalam sistem kemanajemenan perusahaan.

Pria berkewarganegaraan Singapura ini paham betul beberapa kebiasaan sangat lekat dengan budaya kerja Indonesia. Sering ia mendengar ungkapan-ungkapan berbunyi 'Asal Bapak Senang'. “Ini sesuatu yang saya tidak pahami, padahal talent-talent di middle management dan senior management cukup banyak. Kalau semua tergantung CEO-nya, perusahaan tidak akan bisa besar,” ujarnya ketika berbincang dengan SWA Online.

Maka itu perlahan-lahan ia mulai menyebarkan semangat kolaboratif di perusahaannya. Ia tidak mau setiap keputusan hanya merupakan buah pemikiran satu pemimpin saja. Ia membiasakan setiap karyawan untuk memberikan feed back bagi kemajuan perusahaan.

Apalagi ia mengatakan bahwa Indonesia adalah wilayah yang besar dengan keanekaragaman budaya etnis dan suku. Kebijakan one man policy, ia katakan tidak akan sukses bila diterapkan di Indonesia. “Kami di pusat, sangat penting bagi kami menerima feed back, dari pada bikin kebijakan seragam bagi seluruh Indonesia. Itu bahaya juga,” ujarnya.

Ia mencontohkan kebijakan yang ada di Surabaya, bisa berbeda dengan Jakarta. Hal ini memang di desain sedemikian rupa. Nippon menyadari setiap wilayah punya jenis pasarnya masing-masing, sehingga dalam hal strategi tentunya akan disesuaikan di masing masing daerah. “Sampai kadang-kadang kompetitor kami juga bingung, Tapi ini memang sengaja seperti itu, karena pasarnya kan juga berbeda, kami mengedepankan localized approach, saya paling hanya memberikan target dan tugas yang jelas, mereka (karyawan) yang menjalankan dan berdiskusi dengan saya,” ujarnya menceritakan.

Nippon

Dalam memimpin ia banyak terinspirasi dan belajar dari sang ayah dan juga pamannya, yang merupakan jajaran orang-orang penting di Nippon Paint South-East Asia Group or NIPSEA. Tan bisa dikatakan merupakan generasi ketiga dari Taipan Singapura, Goh Cheng Liang, salah satu pendiri NIPSEA. “Beliau (Mr Goh Cheng Liang) itu Om nya papi saya, bisa dikatakan saya menjalankan bisnis keluarga,” ujarnya.

Sebelum menduduki jabatan CEO (Decorative Paint) Nippon Paint Indonesia pada September 2007, ia terlebih dulu pernah bekerja di Nippon Paint China selama tiga tahun. Ketika itu jabatan yang ia duduki ialah special assistant to CEO. “Saya dipanggil untuk membantu di China, karena bisa berbahasa Mandarin. Sekitar 3 tahun di sana saya baru dipanggil ke Indonesia ke sini oleh papi saya, karena sebenarnya saya sudah sangat familier dengan Indonesia,” ujarnya menceritakan.

Indonesia sendiri ia ceritakan sudah seperti rumah kedua bagi dirinya. Meski bersekolah di Singapura, masa libur ketika kecilnya kerap dihabiskan di Indonesia lantaran sang ayah mengurusi bisnis NIPSEA di Indonesia. “Jadi saya paham budayanya dan bisa bahasa Indonesia.”

Segala pengetahuan atas Indonesia ini lah yang membuat dia bisa lebih lincah mengembangkan bisnis Nippon di Indonesia. Terbukti saat ini Nippon memegang market share cukup besar dengan porsi 30 persen. Segment pasarnya juga meluas, yang tadinya hanya jawara di segmen cat otomotif, namun kini juga mulai populer ke segment dekoratif dengan berbagai mereknya seperti ,Vinilex, Pylox, Nippe 2000, Nippon Spot-less, Nippon Flaw-less, Nippon Weatherbond, Nippon Momento dan lain-lain.

Meskipun pendidikannya bukan dari jurusan Ekonomi maupun Bisnis, hal ini tidak menyurutkan kelihaian Tan dalam mengelola bisnis. Master dari Standford University, Singapura ini mengatakan telah belajar banyak dari pasar dan berbagai masukan yang ia terima dari lingkungannya. Ia percaya bahwa pasar adalah sebaik-baiknya guru. “Saya tidak pernah ada traning-traning khusus saya langsung dilempar untuk mengamati pasar,” ujarnya.

Kini setelah pencapaian-pencapaian yang ia torehkan selama di Indonesia,  ia punya berbagai target yang hendak dicapai. Dalam jangka pendek misalnya ia ingin agar Nippon Paint Indonesia berhasil mengambil 50% persen pasar cat Tanah Air. Berbagai strategi telah dilakukan baik dari terus melakukan inovasi produk, gencar promosi hingga mendekatkan diri dengan para stake holder yang mepengaruhi keputusan dalam pembelian cat, seperti tukang kayu, mandor konstruksi hingga pemilik toko bangunan. “Kalau diperhatikan dalam tiga tahun, kami paling banyak beriklan di televisi dibanding kompetitor lainnya.” (EVA)

Profil Singkat
Nama: Jon Tan Hon Yiu
Usia: 37 tahun
Kebangsaan: Singapura
Karir : CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia (2007-Sekarang)
- Special Assistant to CEO, Nippon Paint China (2004-2007)
- Head of International Relation, Ministry of Finance Singapore (2003-2004)
- Senior Assistant Director, Ministry of Trade and Industry Singapore (2002-2002)
Pendidikan: Master of Science (Electrical Engineering), Stanford University

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)