Kartini di Balik Integrasi Sistem DBS Bank dan ANZ

Lieke Limantoro, VP Strategy & Planning PT Bank DBS Indonesia

Pada September 2016 lalu, DBS Bank mengumumkan akuisisi atas ANZ Bank di Singapura. China, Hong Kong, Taiwan, dan Indonesia.

Dengan akuisisi tersebut,  ada  sekitar 3.000 karyawan ANZ Indonesia yang otomatis tergabung dalam DBS Bank Indonesia.  Jumlah ini lebih besar dari jumlah staf DBS Indonesia yang berada di 23 cabang, 3 functional office, dan 1 kantor utama yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kami juga mengakuisisi 20 ribu nasabah wealth dan liabilities, 500 ribu nasabah kartu kredit, dan 30 ribu nasabah personal loans,” ujar Lieke Limantoro, VP Strategy & Planning PT Bank DBS Indonesia.

Selama proses akuisisi, Lieke bertugas sebagai Project Management Office (PMO) yang menangani proyekt integrasi sistem informasi ANZ Indonesia  dan DBS Indonesia.  Sebagai PMO, Lieke  memprioritaskan planning pada empat bulan pertama.  Ia memimpin proyek besar ini bersama dua orang anggota timnya.

Pada bulan ke-2 dan 3, tim PMO bertambah menjadi sekitar 4 orang, Lalu, ia membentuk steering comittee untuk membentuk satu project government atau project structure. “Dari situ, kami menentukan regulasi, mengembangkan bisnis requirements, menetapkan anggaran, dan berfokus pada preparation project master plan untuk 15 bulan ke depan,” ungkap perempuan lulusan RMIT University, Melbourne, Australia,  jurusan Business Information Systems ini.

Untuk tahap selanjutnya, yaitu bulan ke-5, masa implementasi menjadi periode paling intens, khususnya di  teknologi atau pengembangan sistem. Terlebih saat itu DBS Indonesia belum memiliki bisnis kartu kredit. Alhasil,  bank asal Singapura itu membeli sistem ANZ sekaligus harus mengembangkan sistem dari nol. Tak berhenti di situ, ia juga harus memastikan segalanya dapat berjalan lancar sekaligus mempersiapkan migrasi pada saat legal day pertama, yaitu final stage memaskui tahap go live.

Lieke mengaku, tantangan  yang ia hadapai adalah  memastikan SDM dapat mengikuti tugas sesuai dengan jadwal. “Akhir pekan kami juga melakukan migrasi data nasabah sebanyak 1 juta tanpa break dan defect yang minimal,” ungkap perembuan kelahiran Surabaya, I Juli. Baginya, menyatukan komunikasi antara DBS dan ANZ menjadi sesuatu yang tricky, karena minimnya komunikasi sejak awal.

 

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)