Kiprah Bisnis RS JIH di Tangan Bambang Pediantoro

Bambang Pediantoro, CEO PT Unisia Medika Farma (Foto: Eva/Swa)

Lahir dan besar dari keluarga dokter, justruyang akrab disapa Dito membelot ingin menggeluti bidang lain. Maka dari itu, ketika kuliah Dito lebih memilih jurusan Fakultas Ekonomi ketimbang Fakultas Kedokteran sebagaimana kakak-kakaknya dan ayah ibunya.

“Biasalah seperti anak-anak di keluarga lain juga sering terjadi hal pemberontakan seperti itu. Namun, mungkin DNA keluarga kami sudah doker, ya akhirnya saya pun memiliki istri yang berprofesi sebagai dokter anak,” ujar anak bungsu ini dengan tergelak.

Meski melenceng dari anjuran orangtua untuk menjadi doker, toh Dito tidak menyesal. Pria kelahiran Yogyakarta, 9 Februari 1975 ini berhasil membuktikan bahwa pilihan pekerjaanya tidak salah. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di FE Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Dito pun menapaki tangga karier di sejumlah perusahaan dari nol.  Salah satunya adalah bekerja  di perusahaan farmasi BUMN, yakni PT Indofarma (Persero) dengan jabatan terakhir Manager Treasury.

Setelah 8 tahun bekerja di Indofarma Jakarta, Dito disuruh ayahnya untuk pulang ke Yogyakarta agar bisa berkumpul dengan istri dan keluarganya. Maklum, setelah 9 tahun menikah Dito dan istri belum mendapat momongan. Akhirnya, dia melamar ke sejumlah perusahaan yang memiliki kantor di Yogyakarta dan pucuk dicita ulam pun tiba, lantaran lamaran kerja Dito diterima di PT Unisia Medika Farma (Unisia) Yogyakarta.

Di Unisia inilah debut karier Dito makin cemerlang. Dimulai dari jabatan General Manager, kariernya terus menanjak dan umur 32 tahun sudah menempati posisi sebagai Direktur Keuangan Unisia. Kini, dia pun dipercaya sebagai orang nomor satu di perusahaan yang memiliki jaringan rumah sakit di Yogyakarta, Solo, dan Purwokerto itu sebagai Direktur Utama atau CEO PT Unisia Medika Farma.

Ya, perintah sang ayah untuk pulang kampung ke Yogyakarta ini membawa banyak berkah. Pertama, Dito berhasil mendapatkan pekerjaan bergengsi meski di daerah. Kedua, Dito dan istri mendapat momongan. “Kami berusaha dengan program bayi tabung Morula IVF dan berhasil. Beberapa tahun kemudian lahir anak kedua secara normal,” ungkap ayah dua anak ini dengan bahagia. Ketiga, dia bisa dekat berkumpul dengan orangtua dan keluarga besar tentunya.

Dito menjelaskan, Unisia yang dimiliki oleh Yayasan Badan Wakaf UII (Universitas Islam Indonesia)  mengelola jaringan Rumah Sakit JIH (Jogja International Hospital). Rata-rata rumah sakit yang dibangun dan dikelola masuk kategori kelas C. Hingga kini, sudah ada 4 rumah sakit yang dimiliki. Pertama, Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (tidak memakai brand atau nama RS JIH).

Kedua, RS JIH Yogyakarta di Bantul mulai beroperasi pada tahun 2007 dengan layanan awal rumah sakit tipe C. Tapi, kini dengan renovasi gedung dan peningkatan fasilitas plus layanan, statusnya meningkat jadi rumah sakit tipe B dengan kamar inap 240 bed.

Tingginya animo masyarakat Yogyakarta terhadap layanan bayi tabung atau in vitro fertilization(IVF), diakomodir RS JIH Yogyakarta dengan menggandeng Morula IVF Indonesia  mendirikan Gedung Baru Morula IVF Yogyakarta untuk membantu lebih banyak pasangan dalam mewujudkan mimpi memiliki buah hati, tanpa harus pergi jauh sampai ke Jakarta atau luar negeri. Morula IVF Yogyakarta mengalami peningkatan jumlah pasien di tahun 2020 hingga mencapai lebih dari 100% dan tingkat keberhasilan take home baby mencapai 33,33%.

Menurut Dito, pasien yang melakukan program bayi tabung pasti membutuhkan ketenangan dan kenyamanan selama di rumah sakit, sehingga fasilitas gedung baru Morula IVF Yogyakarta memang tujuannya untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan pasien. Selain itu, diharapkan sebagai rujukan pasien-pasien dari rumah sakit cabang JIH lainnya dari Solo dan Purwokerto.

Dito bersama istri dan kedua buah hati

Ketiga, RS JIH Solo yang didirikan tahun 2019 dengan kategori layanan tipe C. Bertepatan dengan perayaan milad ke-2 RS JIH Solo juga meluncurkan layanan baru: Telemedicine atau konsultasi kesehatan jarak jauh (online) bertajuk layanan Hi Doctor Care.Tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan secara online.

Keempat, RS JIH Purwokerto yang dibangun tahun 2017 di atas lahan seluas 15.000 meter2, terdiri atas lima lantai dengan investasi senilai Rp211 miliar di luar pengadaan tanah. Layanan rumah sakitnya masuk tipe C. Sebelumnya telah dilakukan survei pemasaran dengan menggandeng pihak ketiga hingga akhirnya kota tersebut terpilih sebagai lokasi pembangunan RS JIH karena kental dengan pendidikan dan dekat dengan bandara.

Bahkan, dalam waktu dekat, Unisia sedang merintis untuk membangun RS JIH di Kota Bandung “Rencananya RS JIH Bandung akan diresmikan tahun 2022. Ini hasil kerja sama dengan mitra yang menyediakan lahan,” jelas Dito yang hobi bersepeda, mengendarai Harley dan Jeep ini. Untuk olahraga bersepeda, tiap hari dia mengayuh sepeda 60 -120 km.

Total karyawan RS JIH saat ini mencapai kisaran 1.500 orang. Rinciannya JIH Yogyakarta 500 orang, JIH Solo 600 orang dan JIH Purwokerto 400 orang. Sementara nilai investasi pembangunan satu RS JIH rata-rata  sekitar Rp210 miliar di luar lahan.

Lantas, bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja jaringan RS JIH? “Tentu, kami terpukul karena orang rata-rata takut datang ke rumah sakit. Sehingga omzet kami drop sekitar dua pertiga. Kini, sering dengan menurunya kasus Covid-19, performa RS JIH juga berangsur kembali ke normal,” ungkap Dito sembari menyebut omzet RS sekitar Rp1,3 miliar per bulan.

Selain agresif ekspansi membuka cabang baru RS JIH, manajemen Unisia juga mendirikan anak perusahaan baru. Salah satunya PT Unisia Teramedika yang menggeluti bidang Teknologi Informasi dunia kesehatan atau medis. Perusahaan ini melayani training karyawan perusahaan lain, menawarkan sejumlah jasa solusi  TI kesehatan dan lainnya.  Saat ini sudah ada dua rumah sakit non JIH yang menjadi klien.

Dalam menjalankan bisnisnya, RS JIH berpegang teguh pada tiga nilai yang menjadi core value perusahaan, yaitu premium, modern dan nilai-nilai Islami. Nilai-nilai tersebut digunakan sebagai syiar di industri kesehatan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)