Kishore Musale: Dulu Turis, Kini Ekspat Classic Stripes

Classic Stripes 2“Saya heran, kenapa mereka (perusahaan) memilih keluar (dari Indonesia)? Padahal ini negara yang bagus.” Begitu yang dilontarkan oleh seorang Kishore Musale, yang menjabat sebagai Commisioner & Managing Director PT Classic Stripes, produsen aksesoris mobil asal India.

Memang belakangan, karena berbagai sebab, misalnya saja karena kenaikan upah minimum, sejumlah perusahaan disebut memilih hengkang dari Tanah Air. Tetapi, banyak juga yang masih bertahan. Bahkan, masih cukup banyak juga yang masuk dan berinvestasi di Tanah Air, seperti yang telah dilakukan oleh Classic Stripes.

Pada Jumat (23/8/2013) lalu, di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi, perusahaan yang merupakan bagian dari kelompok Astarc, memperlihatkan pabrik stiker barunya kepada sekelompok media, termasuk SWA Online. Luasan pabrik perusahaan yang telah mempunyai pasar di Amerika, Timur Tengah, dan Eropa itu sekitar 7.500 meter persegi.

Classic Stripes 4“Saya sangat senang berada di Indonesia. Saya mengunjungi Indonesia 17 tahun lalu, sebagai turis,” kata Kishore membuka percakapan kepada para wartawan.

Bagi dia dan perusahaannya, kemacetan yang semakin “menggila” di Jakarta dan kota besar lainnya adalah peluang pasar yang besar. Karena macet menandakan ada banyak kendaraan di jalan. “Dan berarti banyak orang yang akan menggunakan produk kami,” imbuhnya, di mana produk berupa stiker yang dihasilkannya bisa untuk sepeda motor, mobil, hingga alat berat, seperti traktor.

Classic Stripes 1Jadi, apa saja yang melatarbelakangi Classic Stripes untuk membangun pabrik stiker di Indonesia?

Ketika kami melakukan kontak dengan kebanyakan perusahaan Jepang, mereka berkata, “Kalau kamu punya pusat produksi di salah satu negara di ASEAN, maka kami akan mulai membeli dari kamu.” Jadi, langkah kami adalah memilih negara ASEAN yang mana, untuk membangun tempat produksi. Dan, kami memilih Indonesia untuk membangun pabrik.

Potensi untuk tumbuh paling besar ada di industri kendaraan roda dua (sepeda motor). Dan, Indonesia punya industri roda dua yang terbesar. Jadi, kami yakin bahwa kalau mau ekspor, maka harus punya pasar domestik yang besar. Kami pun melihat Indonesia adalah pasar lokal yang besar bagi kami.

Berapa nilai investasi yang perusahaan Anda kucurkan untuk membangun pabrik?

Classic Stripes 3Investasi mencapai US$ 5 juta. Kami pun berencana untuk menambah investasi lebih dari US$ 25 juta, secepat yang kami bisa. Dan butuh waktu satu tahun untuk membangun pabrik ini. Itu waktu yang terbilang cepat. Karena, di India mungkin akan memakan waktu dua kali lipat.

Pabrik sudah mulai produksi?

Kami mulai produksi dua bulan lalu. Dalam 3-4 bulan ke depan, kami akan mulai suplai ke perusahaan-perusahaan Jepang. Dalam tiga bulan belakangan, kami sudah dapat banyak permintaan dari perusahaan Jepang di Indonesia. Faktanya, secara global, kami mensuplai produk ke perusahaan-perusahaan Jepang, seperti Honda, Suzuki, dan Yamaha. Kami bisa memenuhi standar mereka secara konsisten dalam 25 tahun ini. Jadi, kami punya historis dalam menjual produk ke mereka.

Jadi, saya pikir yang akan menjadi klien terbesar di sini adalah perusahaan-perusahaan Jepang. Mungkin sekitar 90 persen dari produksi akan menyasar ke perusahaan-perusahaan itu. Alasannya adalah kami telah memproduksi grafis dengan kualitas yang tinggi. Itu artinya, daya tahan grafis itu bisa sampai 5-7 tahun.

Classic Stripes 5Dan produksi di Indonesia, dari sebanyak 2 juta unit stiker per tahun, 95 persennya adalah untuk roda dua. Selain itu, kami juga memproduksi stiker untuk kendaraan roda empat dan untuk instrumen.

Tadi dikatakan bahwa produksi di Indonesia tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga untuk ekspor. Berapa porsinya?

Saya percaya bahwa dalam tiga tahun mendatang, kami akan ekspor minimal 50 persen dari total produksi. Ekspor ke negara, seperti Thailand dan Vietnam. Dan tentu untuk pasar Jepang juga, tapi itu butuh waktu yang lebih lama. Karena ketika kami akan mendekati perusahaan Jepang, mungkin butuh waktu setahun untuk menyiapkan produk. Maka mungkin setelah dua tahun berproduksi, kami akan suplai ke Jepang.

Mungkin kami (juga) akan menjual produk ke Amerika dalam waktu enam bulan. Kami sebenarnya juga punya pabrik di Amerika. Jadi, selain mensuplai dari pabrik yang sudah ada di sana, kami juga akan suplai dari Indonesia. Dan untuk pasar Asia, saya pikir kami akan mulai dalam waktu enam bulan.

Kenapa porsi untuk ekspor besar?

Classic Stripes  6Kami percaya bahwa kami adalah manufaktur yang besar. Karena itu, kami tidak hanya memuaskan pasar Indonesia saja. Selain Indonesia, kami masih bisa memuaskan pasar negara-negara ASEAN. Nantinya, kami ingin memproduksi sebanyak 7-8 juta unit stiker per tahun. Dan, pasar di Indonesia sendiri itu mungkin 3,5 juta stiker.

Lalu, bagaimana dengan sumber bahan bakunya, apakah mayoritas akan berasal dari Indonesia?

Bahan baku lokal yang digunakan sekarang mayoritas, mungkin 90 persen. Tapi di masa depan, sebanyak 60-70 persen akan datang dari luar Indonesia, seperti dari negara-negara ASEAN. Karena produksi bahan baku banyak yang pindah ke luar Indonesia. Jadi, kami senang karena banyak orang yang memindahkan produksinya dari Indonesia, tetapi kami datang ke Indonesia untuk berproduksi. Kami punya keyakinan yang tinggi.

Berapa tenaga kerja yang perusahaan gunakan?

Kami punya karyawan sekitar 100 orang sekarang ini. Itu adalah orang-orang Indonesia. Dan, saya pikir kami akan menambah hingga 500-600 orang dalam tiga tahun ke depan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)