Legowo Kusumonegoro, Sosok di Balik Kesuksesan MAMI

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), baru-baru ini dianugerahi gelar sebagai Fund House of the Year atau Manajer Investasi Terbaik di Indonesia.  Penghargaan ini diberikan oleh Asian Investor, perusahaan media internasional yang menilai perusahaan manajer investasi di 14 negara.

Penghargaan sebagai manajer investasi terbaik di Indonesia ini sangat wajar diberikan kepada MAMI. Jika melihat data per 31 Maret 2013, anak usaha Manulife Financial ini mampu mengelola dana masyarakat hingga Rp 43,9 triliun, milik lebih dari 42 ribu investor. Dengan jumlah dana kelolaan tersebut, maka MAMI masuk sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia.

Adalah Legowo Kusumonegoro, sosok dibalik kesuksesan MAMI. Sejak menjabat Presiden Direktur MAMI pada Juli 2010, kinerja perusahaan yang dinahkodainya semakin cemerlang.

“Kami merasa sangat bangga mendapatkan pengakuan sebagai Fund House of the Year untuk wilayah Indonesia. Ini merupakan salah satu bentuk pengakuan dari industri dan dunia internasional atas kehandalan tim investasi kami, pelayanan prima kami terhadap para investor, dan beragam pilihan produk investasi yang kami rancang untuk memenuhi kebutuhan investor,” ujar Legowo.

Sebagai Presiden Direktur, dia sadar betul harus berlaku sebagai pemimpin yang mau bekerja keras dalam memimpin timnya. “Prinsip hidup saya adalah bekerja keras,” tegas pria yang lahir di Roma, Italia, 4 Januari 1962, tersebut.

Pria murah senyum ini memulai karier di Standard Chartered Bank, kemudian pindah ke dunia pasar modal dengan bergabung ke PT Bahana JCW Invesment Management selama sembilan tahun. Dunia investasi semakin menarik baginya dan kembali memilih perusahaan investasi untuk tempatnya berkarir selama 7,5 tahun, yakni First State Investment. “Setelah itu, saya baru bergabung ke MAMI sejak 2010," ucap Alumni Magister Sains (MSi) dari Institut Pertanian Bogor ini.

Saat ini Legowo memimpin tim investasi yang bertugas mengelola instrumen equity dan fixed income untuk para investor. Timnya didukung oleh lebih dari 100 profesional di bidang investasi yang berada di sembilan wilayah lainnya di Asia dalam jaringan Manulife Asset Management.

“Kami juga memiliki tim kepatuhan dan manajemen risiko yang terbesar di industri, untuk memastikan bahwa dalam setiap pengambilan keputusan investasi harus selalu mengutamakan keamanan modal para investor,” ujarnya.

Tantangan yang terberat bagi Legowo dalam dunia investasi adalah bagaimana memperkenalkan produk-produk investasi kepada masyarakat Indonesia. “Edukasi tentang produk investasi haruslah dengan bahasa penyampaian yang sederhana agar mudah dicerna masyarakat,” jelas pria yang menggemari dunia seni tari dan musik tradisional kontemporer ini.

Saat ini MAMI memiliki 18 produk reksa dana yang terdiri dari produk reksa dana pendapatan tetap, saham (termasuk reksa dana saham syariah), campuran, pasar uang dan dana terproteksi. Target yang dibidik adalah investor ritel.

Reksa dana sempat berkembang, namun krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997 membuat para investor yang ada langsung mengalami trauma yang sangat berat. "Karena kendala itu kami harus berusaha ekstra. Tapi, pada tahun 2000-an reksa dana naik lagi yang dananya terkonsentrasi di perbankan karena memang logisnya penjualan reksa dana melalui perbankan.”

Strategi MAMI dalam melahirkan produk-produk reksa dana yakni harus berdasarkan kebutuhan konsumen. Jadi dijualnya pun lebih mudah. “Saya sangat mengharapkan reksa dana ini bisa sangat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia,” tambah suami dari Relita Irawati ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)