Ludijanto Setijo Wujudkan Teamwork yang Solid

Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk., Ludijanto Setijo.

Salah satu eskportir garmen terbesar di Indonesia, PT Pan Brothers Tbk. berusaha memberikan kualitas terbaiknya. Produk utamanya yaitu pakaian jadi dipercaya untuk merek-merek terkenal dunia seperti Calvin Klein, DKNY, J Crew, Old Navy, Gap dan masih banyak lagi. Ekspor hasil produksinya  sudah menembus  Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Asia, dan Australia.

Keberhasilan Pan Brothers ini tak lepas dari leadership yang kuat sebagai kunci kesuksesannya. Sosok Ludijanto Setijo sebagai Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk. mampu mengantarkan perusahaan menjadi besar dengan teamwork yang solid lewat good leader yang dijalankannya. Sebagai pemimpin, ia melakukan close to the market dengan melihat market trend yang ada. “Setiap bulan saya keluar negeri untuk hal-hal yang baru  melihat market seperti apa. Saya juga mempelajari tantangan dan kesulitan yang buyer alami,” ungkapnya.

Dari situlah brainstorming dilakukan bersama tim untuk mendapatkan ide. Gagasan tersebut untuk membantu perusahaan agar sebisa mungkin menemukan jalan bisnis yang sehat tanpa mengorbankan margin. Perubahan dalam sebuah bisnis yang cepat mengharuskan Pan Brothers untuk bisa align dengan kondisi yang ada. “Setiap minggu selalu diadakan pertemuan denga tim, selain untuk evaluasi tapi juga untuk informasi trennya seperti apa. Hasilnya memuaskan,” ujarnya.

Perannya sebagai pemimpin di Pan Brothers mengharuskan dirinya untuk menjadi perintis yang melakukan terobosan. Ludijanto menciptakan terobosan lewat inovasi produksi garmen yang lebih fleksibel. Pihaknya melakukan perluasan produksi dengan mengambil pasar high end dan kini menjadi yang terbesar. Cara inilah yang dilakukan Ludijanto sebagai pemimpin, yaitu membaca pasar dan bagaimana dapat beradaptasi. Tak hanya itu, mendengarkan masukan dari karyawan untuk mendapatkan inspirasi menjadi keperluan dalam hubungannya sebagai pemimpin. Menurutnya, keterbukaan menyampaikan pendapat sesuai koridor diperlukan dalam menjalankan bisnis perushaan.

Bagi Ludijanto, penyampaian ide dan masukan memberikan sudut pandang lain dalam pengambian keputusan. “Sudut pandang lain yang tidak terjangkau “mata” saya mungkin dapat menjadi faktor dalam pengambilan keputusan. Saya akan tetap fokus mau kemana bisnis ini dijalankan,” ungkapnya. Ukuran bisnis Pan Brothers yang yang tak kecil lagi, diperlukan tim untuk support pemimpinnya. Baginya, seorang pemimpin tidak bisa tumbuh besar sendiri, tetap membutuhkan masukan.

Sebagai leader, pemberdayaan bagi karyawannya dengan memberikan ruang eksplorasi. Melakukan kesalahan bukanlah hal yang harus dihindari karena tidak akan maju. Ludijanto memberikan ekstra ruang untuk mereka membuat kesalahan dalam arti kesalahan yang belum atau tidak keluar dari code of conduct. Sedangkan perannya sebagai panutan, pria lulusan Nakano School of Business, Jepang  ini cukup tegas untuk melakukan cek kualitas produk. Ini dilakukannya untuk memberikan kualitas satu level diatas yang diinginkan klien. “Standar tinggi yang ditetapkan membuat klien tidak beralih ke mitra lain, ini berhubungan dengan bisnis yang dijalankan,” ujarnya.

Target 2018 yang ingin dicapai Pan Brothers adalah kenaikan sales sebesar 200%. Di era disruptif, inovasi senantiasa dilakukan Pan Brothers, terlebih dengan adanya keterbukaan model bisnis yang bukan lagi B2C tapi C2B. Dengan kualitas yang diberikan, kapabilitas, dan size, Ludijanto percaya dapat mencapai target yang ditetapkan.

 

Reportase: Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)