Hindra Kurniawan, Kuncinya Mental Development Karyawan

1384919048 Hindra Kurniawan- GM Gunnebo Indonesia

Pepatah mengatakan, lebih sulit menjaga daripada menemukan yang baru. Selama 40 tahun berkecimpung di bidang saving, PT Gunnebo Indonesia senantiasa mengalami kemajuan baik dalam kualitas, jenis, maupun pemasaran produk. Di bawah pimpinan Hindra Kurniawan, hal tesebut masih berlaku. Berikut ini adalah hasil wawancara eksklusif dengan Hindra Kurniawan, Country Manager Gunnebo Indonesia.

Sejak kapan Anda bergabung dengan Gunnebo Indonesia?

Saya mulai bergabung sejak 25 tahun lalu. Karier saya dimulai dari management trainee. Belajar mengenai manajemen dan belum punya job desk yang tetap. Hingga setelah lama pada akhirnya mencapa posisi seperti sekarang ini Saya diangkat menjadi GM pada tahun 2003  dan tahun 2007 sebagai Country Manager.

Tugas dan tanggung jawab Anda sebagai CEO di perusahaan apa saja?

Tugas dan kewajibannya kurang lebih sama, yakni mempertahankan eksistensi perusahaan dan meningkatkan market share. Lalu bertanggung jawab  membangun perusahaan agar lebih baik dari kondisi saat ini serta mengembangkan karyawan. Yang terahir adalah bagaimana supaya perusahaan ini tidak hanya sekadar menjadi bisnis,  tapi juga menjadi partner. Hal ini diwujudkan dengan CSR karena hal tersebut memang penting.

Kondisi perusahaan saat Anda bergabung dan sebelum menjadi GM itu seperti apa?

Waktu itu Gunnebo memang belum seperti saat ini. Karena baru 19 tahun. Saat itu masih mengembangkan dan tentu saja banyak masalah yang hadir seperti perusahaan pada umumnya. Namun masalah itu tetap harus dihadapi agar tidak terjadi berulang ulang. Pada saat saya menjabat sudah mulai ada peralihan dan pengalihan para staf, sehingga harus mengupayakan membentuk kesamaan pengetahuan mengenai perusahaan sendiri.

Jadi bukan senior lebih tahu daripada yang baru masuk. Namun agar lebih ke arah kita semua paham mengenai perusahaan kami. Selain itu, tantangan lainnya adalah bagaimana mengembangkan bisnis satu per satu. Produk produk seperti apa saja yang akan diluncurkan tergantung dengan divisi produknya.

Menghadapi tantangan tersebut upaya apa yang Anda lakukan?

Di sini saya lebih mengedepankan training terhadap karyawan maupun staf di Gunnebo. Intinya adalah mental development. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, misinya adalah menyamakan knowledge dari masing masing pengalaman juga pembangunan mental bagi calon karyawan.

Banyak karyawan saat ini yang kurang konsisten pekerjaannya. Baru sebentar tiba tiba keluar dan sebagainya. Hal tersebut tentu ada pengaruhnya. Untuk meminimalisir hal itu, yang dilakukan adalah training mengenai mental development. Yang paling saya tekankan adalah pemahaman bahwa manusia bukanlah makhluk superstar yang bisa bekerja secara individu, namun manusia yang harus bekerja tim untuk meningkatkan kualitasnya.

Hal lain yang saya tekankah adalah mengenai keyakinan karyawan terhadap kemampuan diri mereka sendiri. Tidak boleh terus standstill, tapi harus memiliki kemampuan untuk maju. Hal itu membuahkan hasil. Seluruh karyawan dan divisi saling dukung satu sama lain, sehingga hasil penjualan juga terus meningkat. Hingga saat ini belum ada nilai penjualan yang anjlok. Seperti apapun kondisi perusahaan, selalu ada peningkatan.

Yang kedua, pengembangan divisi produk. Sebelumnya Gunnebo hanya memiliki 4 divisi di antaranya Brankas, Fire Product, Save Product dan Security. Namun dikembangkan lagi menjadi tujuh. Tambahannya adalah Cash and Retail. Di sini merupakan inovasi baru yang menggabungkan antara penyimpanan dan penghitungan uang secara otomatis sehingga mempermudah orang orang yang bergerak di bidang keuangan dan ritel dalam menghitung serta menyimpan uang mereka. Kedua, ada Enters Control, ini lebih kepada keamanan di dalam suatu gedung, pergerakan manusia yang masuk dan services area yang me-mantain pelayanan produk.

Harapan ke depannya untuk perusahaan?

Lebih solid lebih kuat dan stabil meskipun ada guncangan baik dari luar maupun dalam. Dan mental development ini menjadi penting untuk mewujudkan itu semua.

Prinsip yang dianut dalam memimpin perusahaan?

Prinsipnya adalah keterbukaan. Karena keterbukaan itu merupakan kunci dari semua kebaikan. Yang kedua adalah komunikasi, berkaitan dengan keterbukaan. Jika masalah di komunikasikan, maka akan cepat ditangani dan hasilnya akan menjadi baik. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)