Mencintai Indonesia ala Elvara Subyakto

Memulai karier di bidang modelling, membuat Elvara Jandini Subyakto jatuh hati pada dunia fesyen. Istri dari Jay Subyakto ini menginjakkan kaki di panggung catwalk tahun 1989 dengan menjadi finalis Gadis Sampul. Ia pun sempat memenangi Tiara Sunsilk pada 1997 dan membukakan pintunya pada dunia akting.

Ia pernah berakting di berbagai serial televisi sebelum akhirnya memantapkan kariernya pada dunia fesyen. Tak tanggung-tanggung ia pun menjalani pendidikan di The American College, London dan berhasil mendapatkan gelar Bachelor of Arts untuk major Fashion Merchandising. Sekembalinya ke Indonesia, ia menjadi Fashion Merchandiser untuk rumah mode Poppy Dharsono.

DSC_0710

Ia juga sempat menjadi store manager label asal Spanyol, Mango. Tak puas hanya bergerak di bidang fesyen, ia mulai beralih ke dunia jurnalistik, tapi masih dalam ruang lingkup mode. Ibu dari Kaja Anjali Subyakto ini menjadi redaktur senior di bidang fesyen untuk majalah Dewi. Pekerjaan ini dijalaninya selama 6 tahun sebelum akhirnya beralih menjadi konsultan dan penata gaya untuk berbagai proyek komersial.

Elvara makin memperluas kemampuannya dalam berbagai bidang seperti produksi iklan, video clip, dan buku. Tak puas hanya berkutat sebagai konsultan, ia memutuskan untuk ikut meramaikan dunia mode di Tanah Air dengan meluncurkan lini busana siap pakai tahun 2011.

Wanita yang akrab dipanggil Vara ini pun sengaja memilih basisi tie-dye atau seni ikat celup pada materi kainnya. Teknik ini sudah menjadi ciri khas kain tradisional Indonesia dari berbagai wilayah. Lini busana yang diberi nama Label Tiga, ini didirikan bersama kedua saudaranya yang memiliki ketertarikan terhadap dunia pakain.

Selama tiga tahun berturut-turut label ini ikut dalam pameran Indonesia Fashion Week sejak 2012-2104. Show pertama dilakukan pada 2013 di Bali, perhelatan pertama ini cukup sukses dan dihadiri oleh kawan selebriti serta pecinta mode.

Dia juga terpilih oleh komunitas pengusaha perempuan Sukma Inspirasi binaan Bank BII sebagai alah satu tokoh perempuan yang paling menginspirasi. Pemilihan ini dilakukan berdasarkan jajak pendapat ribuan anggota komunitas yang aktif mengamati industri mode Indonesia..

Elvara pernah dipilih oleh perkumpulan Ratna Busana sebagai perempuan yang berbusana terbaik. Pada 2015  ia terpilih sebagai salah satu tokoh perempuan yang paling fashionable versi masalah Elle. Kemampuannya dalam mengolah fesyen kembali dituangkannya dalam label EJS by Elvara Jandini Subyakto.

Label ini tetap menggunakan teknik Tie-dye dengan sasaran kelas premium dengan materi kain yang eksklusif. Selain itu kuanttas busana yang diciptakan pun terbatas. Harapannya dengan dikeluarkannya koleksi ini, masyarakat Indonesia  semakin mengapresiasi kekayaan budaya bangsa.

“Misi saya adalah menularkan rasa cinta Tanah Air kepada wanita Indonesia. Caranya dengan memperkenalkan warisan budaya kepada pecinta mode," ujar Elvara. Ha ini dilakukan untuk membuktikan bahwa kain Indonesia  bisa menjadi stylish bila diolah dengan baik.

Ke depan, Elvara berharap agar produk Tie-dye mendapatkan tempat istimewa di dunia mode sama seperti batik dan tenun. Ia yakin bahwa keunikan teknik ini mampu memperkaya khasanah mode kita, sehingga para perancang busana bisa memberikan berbagai inovasi yang lebih beragam. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)