Meshvara Kanjaya, Memimpin dengan Naluri Keibuan

CEO PT Supra Boga Lestari Tbk. (Ranch Market), Meshvara Kanjaya.

Namanya ikut membesarkan retail raksasa milik Grup Lippo, Hypermart, sebagai Direktur Pemasaran dan merchandising. Meshvara Kanjaya kini menjabat sebagai CEO PT Supra Boga Lestari Tbk., perusahaan yang mengelola supermarket Ranch Market. Lulusan sarjana kimia, Universitas South of Wales, Sydney, Australia ini juga pernah menjadi direktur Foodmart untuk PT Matahari Putra Prima Tbk.

Cita-citanya menjadi politikus harus diikhlaskan karena tak mendapat restu dari sang ayah karena dinilai keras dan idealis. Di sisi lain, ia tak suka ditantang dan tidak mau menemui kegagalan. “Semasa SMA nilai pelajaran kimia saya tidak bagus dan saya mempertanyakan apakah saya tidak dapat menaklukannya?,” kenang eksekutif yang pernah berkarier di P&G Indonesia. Dan, ketika kuliah, dia justru mengambil jurusan kimia.

Begitu juga saat ditempatkan di bagian pengembangan produk, dia berpikir mengapa perusahaan mengembangkan produk hanya mengikuti perintah orang marketing. “Apa yang membuat mereka hebat,” tuturnya. Maka, saat itu dia mempelajari market reseacrh dan pindah ke bagian pemasaran. Keingintahuannya itu yang membuat dirinya ingin mencoba hal baru. Akhirnya, ia tahu mengapa orang marketing hebat, karena yang dihadapi adalah orang.

Sebagai perempuan yang memimpin bisnis, ia menggunakan naluri keibuannya dalam mengambil sebuah keputusan. Contohnya, dalamkondisi sulit dan pengurangan karyawan, dirinya lebih berat melakukan hal tersebut. Ia memikirkan jalan hidup anak kecil yang masih panjang. “Kalau sampai putus sekolah karena orang Tuanya tidak bekerja, kasihan sekali. Sampai sekarang masih sulit dan saya hampir tidak pernah melakukan lay-off karyawan,” ungkapnya.

Agar karyawan tetap bekerja, Meshvara meminta mereka mengutamakan empat hal. Pertama, integritas untuk mengatur penggunaan waktu kerja, jangan mencuri jam kerja. Kedua, kedisiplinan untuk memperkaya diri dengan pengetahuan. Ketiga, result oriented, yakni karyawan harus tau result apa yang akan dicapai dalam bekerja dan hidup. Dan, keempat, teamwork. “Kamu tidak akan berhasil Tanpa teamwork, seberapapun jagonya kamu,” tuturnya.

Begitulah cara Meshvara memotivasi karyawannya, terutama dalam menghadapi situasi sulit, agar mereka tetap perform. Menurutnya, kalau karyawan perform, perusahaan akan perform juga dan karyawan akan sejahtera. Caring leadership telah melekat pada dirinya. “That is my care,” katanya. Keluarga baginya adalah nomor satu dan pekerjaan nomor dua. Jadi, jika ada urusan keluarga, dia minta karyawan bilang ke dirinya.

Sosoknya sangat peduli pada karyawannya, ia senantiasa maintain performance karyawan yang sakit. Namun ia ingin karyawan tersebut adalah orang yang tidak lembek. “Dia harus fight dengan penyakitnya, dan saya akan fight agar bertahan dan saya minta dia menjadi orang yang bermental baja. Saya mudah tersentuh akan hal-hal tersebut,” ceritanya. Sifatnya yang ‘berjuang’ ingin ia tularkan kepada bawahannya.

Bagi Meshvara, peningkatan kompetensi harus dilakukan dan dirinya melakukan dengan banyak membaca, mengobrol dengan staf, dan mitra bisnis serta traveling. Menurut dia, tidak ada orang yang sedemikian bodoh, sehingga tidak bisa belajar dari dia, dan tak ada orang yang sedemikian pintar, sehingga tidak perlu belajar dari orang lain. “Dengan terus belajar dari orang lain, telinga kita banyak mendengar dan (kita menjadi) rendah hati, sehingga tidak merasa paling pintar. Itulah filosofi yang saya terapkan ke semuanya,” ungkapnya. Keberhasilannya sebagai pemimpin bisnis berkat dukungan orang-orang terdekat yang ada disekitarnya.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)