Michelle E. Surjaputra, Tawarkan Waralaba BonChon

"Dulu, ketika saya membeli master franchise BonChon, saya memiliki impian untuk membuka gerai BonChon di berbagai kota besar di Indonesia,” kenang Michelle E. Surjaputra, founder sekaligus owner PT Michelindo Food International (MiFI), pemegang master franchise BonChon Chicken International asal Busan, Korea Selatan itu.

Michelle terinspirasi mengembangkan bisnis BonChon saat menjadi mahasiswa di Amerika Serikat. “Saat kuliah, setidaknya saya dua kali sebulan nongkrong di BonChon. Di New York ada sekitar 7 outlet BonChon,” ungkap sulung dari tiga bersaudara tersebut.

BonChon-Michelle(eva)

Toh, wanita berkulit putih itu tidak langsung memboyong BonChon. Sekembalinya ke Indonesia, dia sempat magang di perusahaan ayahnya. Juga, pernah magang di AXA Advisory, Bank Indonesia dan UBS. Ide BonChon baru muncul saat mengunjungi mal-mal di Jakarta. “Saya pikir, kenapa tidak saya bawa BonChon ke Indonesia? Apalagi, di Indonesia sedang tren yang serba Korea dan orang Indonesia suka makan ayam,” Michelle menguraikan alasan ketertarikannya terjun ke bisnis fastfood. Nah, akhir tahun 2011 BonChon resmi dibawa ke Indonesia dengan bendera PT Michelindo Food International (MiFI).

Outlet perdana BonChon dibuka di Grand Indonesia pada 14 Februari 2012, lalu enam bulan berikutnya di City Walk Sudirman, Living World Alam Sutra, Supermal Karawaci, Gandaria City, Central Park, dan Kota Kasablanka, Lotte Shopping Avenue, Tunjungan Plaza, Plasa Surabaya, Galaxy Surabaya, Beachwalk Bali, serta sejumah tempat lain.

Setelah dua tahun berhasil memiliki 17 outlet jaringan resto cepat saji ayam goreng BonChon, Michelle ingin mengembangkan lebih banyak lagi. Bagaimana caranya? “Mulai sekarang saya buka kesempatan untuk para franchisee bergabung memiliki dan mengelola outlet BonChon di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia,” kata Sarjana Jurusan Finance dari New York University- Leonard N. Stern School of Business.

Dijelaskannya, selama tahun 2011-2013 pihaknya fokus untuk membangun branding, menciptakan demand dan membentuk business model. Nah, kini saatnya ekspansi lebih luas lagi ke seluruh Indonesia. Namun, mimpi itu tidak mungkin bisa dilakukan sendiri, karena memerlukan modal yang besar dan keterbatasan waktu dalam melakukan managemen kontrol ke seluruh cabang.

Menurut pengusaha muda ini, untuk menjadi franchisee BonChon tidaklah sulit, asalkan memiliki lokasi usaha yang strategis. Bisa di mal atau standing outlet. Selain itu, syarat  luas outlet minimal 150 meterpersegi untuk lokasi di dalam  mall dan 100-400 meterpersegi untuk lokasi di ruko.

BonChon-Michelle

“Sejauh ini kami telah menerima sekitar 200 aplikasi waralaba dari beberapa daerah seperti dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar dan Medan,” imbuh kelahiran Jakarta, 15 November 1988 ini.

Kendati respons calon investor antusias, tahun 2014 Michelle cuma mematok target jumlah franchisee 5-10 waralaba. Seleksi ketat dilakukan demi menjaga standar kualitas produk, layanan dan memberi keuntungan besar bagi investor.

Berapa biaya untuk membeli franchise BonChon? MiFI mematok biaya franchise fee sebesar US$ 50.000 - 80.000 selama masa kontrak 5+5 (5 tahun+5 tahun perpanjangan). Nah, masa perpanjangan ini dengan negosiasi kontrak baru.

Nah, bagi calon investor yang ingin berinvestasi di bisnis F&B, tapi tidak dapat terlibat langsung dalam operasional, MIFI menawarkan peluang  kerja sama dalam bentuk management fee. Untuk model bisnis ini investor hanya menyediakan tempat dan  membayar franchise  fee, sedangkan operasionalnya dikendalikan langsung oleh MiFI dengan  imbal hasil sebesar 5% dari penjualan.

Target pasar BonChon adalah konsumen kelas A dan B. Untuk itu, dituntut kualitas yang baik, sehingga BonChon komit pada kesegaran bahan makanan, termasuk dapur. “Di sini ayamnya tidak ada proses pembekuan, tak menggunakan bahan kimia dalam bumbu ayam,” dia menjelaskan.

Untuk pasokan bahan baku ayam, BonChon mengandalkan mitra-mitra suplier di sekitar lokasi outlet. Saat ini sudah memiliki empat suplier ayam dari Bandung dan menjajaki kerja sama dengan suplier di kota lain.

Bagaimana prospek bisnis waralaba BonChon? “Dalam waktu sekitar 5 tahun, investor akan balik modal atau mencapai return on investment,” dia menjanjikan.

Michelle optimistis industri food & beverage masih menjanjikan. Dengan meningkatnya daya beli dan bertumbuhnya permintaan, waralaba merupakan sebuah jalan untuk memperbesar nama BonChon dan produk-produknya. Di sisi lain, strategi ini merupakan investasi yang baik bagi para investor. Dia ingin menjadikan BonChon Indonesia sebagai BonChon terbaik di dunia. Untuk itulah, dia intens terlibat dalam operasional perusahaan. (EVA)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)