Mimpi Cristina Besarkan Prodia Diagnostic Line

Berapa banyak orang yang dapat kesempatan membuat pabrik? Pertanyaan itu dilontarkan General Manager PT Prodia Diagnostic Line Cristina Sandjaja. Dialah yang terlibat langsung dalam pembangunan pabrik di Prodia Diagnostic Line, anak usaha Grup Prodia yang bergerak di bidang produksi alat kesehatan. “Saya senang bisa dipercaya atas pencapaian saya semua ini. Saya mulai bisnis ini dari nol. Jadi saya tahu dan paham betul bagaimana kondisi pabrik,” katanya kepada SWA.

Karier Cristina dimulai saat bergabung dengan PT Prodia Widyahusada sebagai Assistant to Marketing Manager Corporate tahun 2003 berbekal ijazah S-1 dari jurusan farmasi Universitas Padjajaran tahun 2002 dan pendidikan profesi apoteker setahun berselang. Tekadnya untuk melanjutkan studi dibuktikan lewat usahanya mengambil gelar Magister Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dari tahun 2005-2007. Selepas lulus, Prodia memberinya hadiah promosi sebagai Manajer Pemasaran di PT Prodia Occupational Health Institute.

General Manager PT Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja General Manager PT Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja

Peluang melanjutkan studi terbuka lebar. Setahun selepas lulus dari Magister Kesehatan Masyarakat, Cristina lanjut mengambil gelar Doktor di Fakultas Kedokteran jurusan Biomedik di Universitas Hasanuddin Makassar. Perusahaan tempatnya bekerja pun kian sayang padanya. Ia kemudian dipercaya menjadi General Manager di Prodia Diagnostic Line. “Saya tak mau menjadi orang yang sombong dengan memperlihatkan bagaimana perjalanan karier saya hingga seperti sekarang. Kalau misalnya ada yang membanggakan biar saja orang lain yang menilai,” kata Cristina merendah.

Itulah Cristina, rendah hati dan selalu tertarik mencoba hal-hal baru. Termasuk saat mendapat tantangan terlibat dalam pengembangan Prodia Diagnostic Line dari awal. Dari sorot matanya, terlihat keyakinan yang besar. Dengan dukungan rekan dan mentor yang dengan penuh kesabaran membimbingnya, ia yakin bisa melalui setiap tantangan yang datang. “ Kita harus yakin bahwa kita pasti bisa. Apapun itu. Tantangan itu bukanlah apa yang saya mengerti atau apa yang saya tahu. Tapi, bagaimana kita berhadapan dengan banyak orang. Dan kita bisa belajar dari orang-orang itu,” katanya.

Baginya, yang paling utama adalah menjaga attitude sekaligus selalu berpikir positif. Dengan punya mental positif, niscaya kita tak akan pernah takut dengan tantangan yang ada di hadapan. Itu terbukti saat dirinya menerima amanah menjadi general manager. Padahal, ia sama sekali belum memiliki skill ataupun pengetahuan untuk posisi barunya tersebut.

“Prinsip saya, selalu do the best. Kita nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita besok. Jadi, kita atasan memilih saya, saya juga nggak tahu. Keberuntungan dan ada beberapa yang misalnya tidak suka, itu sudah biasa. Kuncinya adalah selalu bekerja dengan benar. Kita nggak tahu keberuntungan datangnya kapan. Jadi harus selalu siap. Di setiap kesempatan harus berkinerja bagus,” ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)