Misi Phillia Wibowo di McKinsey Indonesia

Sebagai negara besar, sudah selayaknya Indonesia tidak dipandang sebelah mata di pentas dunia. Phillia Wibowo telah berhasil melakukannya. Ia menjadi orang Indonesia pertama lulusan universitas lokal yang berhasil menembus ketatnya seleksi di McKinsey.

Lulusan Matematika Institut Teknologi Bandung ini bahkan dipercaya menjadi partner di McKinsey sekaligus Presiden Direktur McKinsey Indonesia. Sebagai partner, peraih gelar MBA dari Kellog School of Management Northwester University ini juga menjadi salah satu pemegang saham perusahaan konsultan multinasional ini.

“Saya enjoy menjadi seorang konsultan. Mungkin karena saya senang menolong orang lain dalam menentukan keputusan besar. Saya enjoy dengan problem solving-nya. Mungkin ini efek belajar matematika. Problem selalu kompleks dan saya enjoy, juga kerja sama dengan orang,” katanya.

McKinsey memiliki lebih dari 1.600 partner yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Namun, sebagian besar adalah laki-laki dan hanya 11% yang perempuan. Jadi, hanya ada 160 orang wanita di dunia yang menjadi partner McKinsey, dan di Indonesia baru satu. “Saya berharap bisa lebih banyak wanita Indonesia yang bisa menjadi partner,” katanya.

Phillia Wibowo, Presiden Direktur McKinsey Indonesia Phillia Wibowo, Presiden Direktur McKinsey Indonesia

Salah satu caranya, Phillia dan beberapa rekannya yang juga lulusan ITB, mendirikan yayasan yang menggelar perlatihan untuk mahasiswa tingkat 3 dan 4 agar lebih siap untuk masuk ke dunia kerja di manapun. Kemampuan dan kepemimpinan calon lulusan ini diasah sebagus mungkin sehingga lebih siap menghadapi interview di perusahaan global.

“Jadi, mereka tidak akan kalah dengan lulusan luar negeri. Kami fokus di bisnis, sosial, dan sektor publik. Pilot project-nya sekitar tahun lalu dan itu merupakan pencapaian terbaik saya,” katanya.

Selanjutnya, Phillia juga menikmati bekerjasama dengan para pembuat keputusan, pemerintah maupun perusahaan besar. Dengan spesialisasi di perubahan organisasi dan transformasi, wanita yang piawai memainkan organ ini bersentuhan langsung dengan kepemimpinan, bisnis baru, hard dan soft aspect, dan lainnya.

Ia juga pernah menjadi bagian dari tim transisi Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Oleh Anies Baswedan (sekarang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI), ia ditempatkan di kluster Kesejahteraan Rakyat. Phillia dinilai mampu mengerjakan proyek besar dalam waktu singkat dan situasi yang kompleks. Dengan tim relawan sekitar 80 orang, ia mengerjakan banyak sektor, yaitu pendidikan, pertanian, perikanan, lingkungan hidup, dan lainnya.

“Saya harus keluar dulu dari McKinsey dan jual saham. Saat balik, saya beli lagi sahamnya. McKinsey menganggap itu aktivitas politik dan khawatir ada konflik kepentingan. Itu jadi momen kebanggaan juga karena sekali seumur hidup untuk negara kita,” katanya. (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)