Bersama PSF, Nenny Mantap Tekuni Bidang Pendidikan

Nenny Soemawinata, General Managing Putera Sampoerna Foundation Nenny Soemawinata, General Managing Putera Sampoerna Foundation

Kedekatan Nenny Soemawinata dengan Putra Sampoerna sudah berlangsung selama kurun waktu 15 tahun. Interaksi itu bermula sejak Sampoerna menjadi klien perusahaan periklaanan Ogilvy yang dipimpin Nenny sejak tahun 1986-1996.

“Iklan rokok Sampoerna dengan tagline bukan basa-basi adalah salah satu karya kami,” kenang Managing Director PSF itu kepada SWA Online saat melakukan kunjungan ke kantor Majalah SWA di Jl. Taman Tanah Abang III Jakarta (8/1).

Setelah menyelesaikan tugas di Ogilvy, Nenny pindah posisi sebagai General Manager dan COO di ANTV selama 3 tahun 2 bulan. Kemudian, tahun 1999 Nenny pindah lagi ke stasiun televisi RCTI sebagai Direktur Operasional selama kurang lebih 3 tahun.

Setelah malang melintang di berbagai dunia periklanan, Nenny memantapkan diri untuk berlabuh di dunia pendidikan lewat bendera PSF. Diakui ibu dua anak itu, meski tidak memiliki pengalaman di bidang pendidikan sebelumnya, tapi ia sangat menikmati pekerjaan yang sudah ia tekuni selama 7 tahun itu.

“Pengalaman sudah banyak, kini saatnya baktikan diri untuk bangsa lewat pendidikan,” jelas Nenny menirukan ucapan Putra Sampoerna sebelum ia bergabung di PSF. Ia tidak menyangka jika tawaran tersebut langsung datang dari sang pendiri Yayasan yang sudah eksis sejak 2001 itu.

Melihat pandangan dan kiprah Putra Sampoerna yang visioner khususnya di bidang pendidikan, lulusan Computer Programming, Auckland Technical Institute Selandia Baru tahun 1975 itu, tidak ragu untuk menerima tawaran tersebut. Apalagi, sudah ada 1.000 siswa-siswa dari Sampoerna Academy yang dibina.

Sebagai informasi, Sampoerna Academy adalah sekolah berstandar internasional dengan sistem asrama yang awal didirikan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi siswa-siswi berprestasi dari keluarga prasejahtera.

Sistem yang diterapkan adalah pendidikan holistik abad 21 dan mengimplementasikan kurukulum standari pendidikan nasional dan internasional (Cambridge IGCSE and Cambridge InternationalA/AS level)

Langkah awal sebagai mandataris Putra Sampoerna, Nenny menjalankan tugas untuk memberdayakan kaum perempuan di Indonesia. Yaitu, dengan membuat berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan peran perempuan sebagai isteri dan ibu yang lebih optimal dalam keluarga. Sebab menurutnya, pendidikan dasar dimulai dari rumah dan ibu adalah penggeraknya.

Selain pemberdayaan perempuan, kegiatan lain yang ia pimpin di PSF adalah mengelola dana zakat, mencetak wirausaha dan pendidikan. Mengingat tantangan terbesar bagi bangsa Indonesia di era globalisasi saat ini adalah persiapan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi. Maka, sejak pertengahan semerster 2014 PSF memfokuskan diri pada bidang pendidikan.

“Program zakat, entrepreneur dan pemberdayaan perempuan tetap berjalan. Tapi yang lebih kami fokuskan sekarang adalah di ranah pendidikan,” jelas wanita kelahiran India, 31 Januari 1954 itu.

Tentunya, keputusan tersebut sangat mendasar. Sebagai mana yang dilaporakan oleh Learning Curve Pearson 2014. Di sebutkan bahwa dari 40 negara yang termasuk dalam laporan tersebut, Indonesia menempati urutan terakhir dalam hal pencapaian pendidikan.

Bahkan, dari 65 negara yang masuk dalam peringkat pendidikan global Programme for International Student Assessmen (PISA) Indonesia menempati urutan ke 2 dari bawah untuk bidang matematika dan sains.

Guna menjawab tantangan tersebut, PSF tengah menyiapkan konsep Sampoerna School System (SSS). Yaitu sebuah sistem pendidikan kelas international dari tingkat TK hingga Universitas melalui Sampoerna Academy dan Sampoerna University dengan harga yang sangat terjangkau untuk masyarakat kelas menengah di Indonesia.

“SSS menawarkan pendidikan berstandar internasional dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art & Math). Sehingga, diharapkan para siswa dapat terbentuk karakter yang mampu memecahkan masalah dan mengasah pemikiran kritis, keuletan dan ketekunan,” jelas Nenny. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)