Omar D.Hasan, Jeli Memangkas Biaya Operasional

Kiprah Omar Danni Hasan sebagai Direktur Operasional di PT Nusantara Infrastructure Tbk, tidak terkait dengan latar belakang pendidikannya. Danni Hasan menggeluti ilmu kimia di jurusan Teknik Kimia di Adamson University, Filipina pada 1986. Setelah lulus, ia meneruskan pendidikan pasca sarjana bidangan Manajemen Industri di universitas yang sama pada 1988. Ia kembali ke Indonesia tak lama setelah merampungkan kuliahnya.

Sejumlah perusahaan multinasional merekrut talenta sebagai . Sebut saja Akzo Coating Indonesia dan Asamera Oil (Indonesia) di tahun 1980-1990. “Saya memang lulusan teknik kimia dan manajemen industri. Setelah lulus, saya bekerja di consumer goods dan perusahan minyak,” ucap Danni Hasan saat dihubungi SWAonline di Jakarta, Senin (9/11/2015).

Omar Danni Hasan, Direktur Operasional PT Infrastructure Tbk. (Foto : Istimewa) Omar Danni Hasan, Direktur Operasional PT Infrastructure Tbk. (Foto : Istimewa)

Dia terus mengembangkan karirnya di berbagai perusahaan. “Tahun 1990, saya bekerja di salah perusahaan sekuritas. Mulai saat itu saya mengenal dunia finansial,” katanya tanpa merinci nama perusahaanya tersebut. Dia mempelejari seluk beluk keuangan hingga lima tahun ke depan. Baginya, pengalaman di perusahaan sekuritas merupakan tonggak awal dirinya menyelami dunia keuangan. Sistem keuangan yang efisien nan efektif semakin diresapinya. Sistem keuangan yang efektif bisa menekan biaya operasional, namun mampu memberikan hasil yang maksimal. “Tentunya prinsip berbisnis adalah meraih pendapatan dan sistem keuangan yang efisien adalah menekan biaya-biaya di titik-titik tertentu,” ungkapnya.

Perjalanan karirnya berlanjut di PT Centris Multi Pratama sejak 1995-2001. Dia dipercaya sebagai Direktur Keuangan. Tugasnya menyusun serta melaksanakan strategi keuangan Centris Multi Pratama beserta anak perusahaannya. Dia juga mengembangkan perencanaan anggaran perusahaan serta menjalin komunikasi dengan investor. Prestasinya apik sehingga karirnya melonjak lantaran. Puncaknya dia didaulat sebagai Presdir Centris Multi Pratama selama periode 2001 – 2007.

Setelah itu, Danni Hasan bergeser ke perusahaan lainnya yaitu Nusantara Infrastructure. Direktur Pengembangan Bisnis adalah jabatan yang diembannya sewaktu pertamakali berlabuh di Nusantara Infrastructure. Tanggung jawabnya terkait dengan ekspansi, merger dan akuisisi perusahaan. Nusantara Infrastructure berdiri pada 2006. Bisnis perseroan awalnya membangun jalan tol. Potofolio perusahaan bertambah gemuk karena kini menggarap pelabuhan, energi, air bersih dan menara telekomunikasi. Kini, jabatannya Danni Hasan menjadi Direktur Operasional Nusantara Infrastructure. Ia menuturkan dirinya melakukan efisiensi di berbagai unit bisnis. “Sinergi bisnis antara anak perusahaan pun dilakukan agar bisa meminimalisir biaya operasional,” katanya.

Di tahun 2014, Nusantara Infrastucture memperkuat portofolio bisnisnya dengan mengakuisisi bisnis baru yang memiliki tingkat profitabilitas tinggi. PT Komet Infra Nusantara adalah anak perusahaan terbaru Nusantara Infrastructure yang mendorong pertumbuhan bisnis induk perusahaanya di segmen bisnis menara telekomunikasi. “Kuncinya adalah efisiensi dan bersinergi yang bisa diterapkan, saya mampu menemukan titik-titik efisiensi yang bisa memberikan hasil optimal,” tuturnya.

Berbicara hal itu, Danni Hasan mengemukakan kepekaan dirinya mampu bertindak efisien adalah hasil dari proses dan pengalaman profesionalnya selama ini. “Saya harus berpikir strategis dan menjanlankan Program Perbaikan Berkesinambungan di perusahaan,” tandasnya.

Taktiknya itu menuai hasil. Sejak tahun 2011-2014 laba usaha perusahaannya menunjukan grafik peningkatan. Nilainya pada 2011 sebesar Rp 88 miliar. Jumlahnya kian membengkak karena laba usaha tahun lalu mencapai Rp 202 miliar. Ia dituntut kreatif memberikan solusi finansial demi mendongkrak laju bisnis perusahaannya. Bisa dikatakan Danni Hasan menjadi motor penggerak bisnis Nusantara Infrastructure, utamanya soal investasi di sektor infrastruktur, seperti menara telekomunikasi, pelabuhan, dan energi terbarukan.

Untuk tahun 2014, perseroan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 152,22 miliar, meningkat 88,71% dibandingkan pencapaian tahun 2013 sebesar Rp 80,65 miliar. Peningkatan laba tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan hingga 21,71% dari Rp 425,88 miliar pada 2013 menjadi Rp 518,37 miliar pada tahun sebelumnya.

Efisiensi Nusantara Infrastructure berdampak positif karena bisa meningkatkan marjin labanya. Kinerja perseroan masih apik, kendati pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III tahun ini masih melambat di 4,73%. Ini tercermin dari laba bersih di kuartal III tahun ini yang naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 134,73 miliar. Kenaikan laba bersih perseroan didorong bisnis perusahaan yang terus tumbuh konsisten, khususnya di sektor pengelolaan jalan tol. Selain efisiensi, kontribusi anak-anak usaha perseroan juga meningkat. Selain, Komet Infra Nusantara, perseroan juga memiliki PT Margautama Nusantara yang menggarap bisnis jalan tol. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)