Pauline Sulistianingsih: DBS Harus Dikenal Tidak Hanya Wealth Management-nya

Ibarat lapar akan ilmu perbankan, Pauline Sulistianingsih lantas konsisten mengais ilmunya. Dara kelahiran Jakarta 3, Desember 1984 ini sedari awal memang setia dengan dunia perbankan.  Bermula dari posisi strategis di BCA, karier gadis bertutur kata lembut ini pun berkembang pesat. Setelah diputar beberapa kali ke posisi-posisi tertentu, kini jabatan terakhirnya adalah Liabilities Product Manager PT Bank DBS Indonesia. Lantas bagaimana cerita lengkap putri pasangan Budiyanto Sutanto dan Sadhawati Purnamasari ini tentang kariernya? Berikut penuturannya kepada SWA :

Pauline Sulistianingsih, photo by Gustyanita Pratiwi Pauline Sulistianingsih, photo by Gustyanita Pratiwi

Bagaimana perjalanan karier Anda dari awal hingga saat ini?

Saya lulus program S1 Jurusan Ekonomi Keuangan dari Universitas Tarumanegara  tahun 2005 akhir. Sebelumnya saya sempat mengajar mata kuliah Manajemen Keuangan juga di sana. Kemudian saya mendapat panggilan kerja di BCA untuk posisi staf ahli direksi.

Mungkin saya beruntung karena saya termasuk salah satu dari 2 kandidat yang terpilih untuk menempati posisi tersebut. Akhirnya saya bekerja di sana untuk mengembangkan konsep bancassurance yaitu produk bancassurance BCA. Bukan pekerjaan yang mudah karena BCA merupakan salah satu dari bank yang terkuat dari sisi funding dana pihak ke-3-nya. Jadi merupakan sebuah tantangan untuk mengubah pola pikir CSO/tellernya agar menerima produk ini di BCA. Apalagi waktu itu saya juga sedang ambil program S2 Jurusan Ekonomi Keuangan di UGM untuk menunjang karier saya di perbankan.

Setelah itu saya bergabung di DBS untuk posisi Market Research tahun 2008. Di sana saya bertahan hingga 6 bulan. Kemudian saya mendapat tawaran untuk memegang Due Dilligence. Jadi saya melihat bagaimana profil risikonya, tipe customer apa yang cocok dengan produk ini, dsb. Saya memegang posisi ini selama kurang lebih 1,5 tahun. Lalu saya mendapat tawaran lagi untuk menjadi Product Manager Liabilities dan Secured Lending sampai dengan saat ini.

Apa tanggung jawab dan tugas-tugas Anda?

Untuk main duty-nya sendiri adalah bagaimana kami mengembangkan produk dan proses di belakangnya. Yang terlihat oleh customer memang biasanya dari depan saja, tapi di belakangnya sendiri ada ratusan proses mulai dari si penjual, bagaimana dokumen itu dikirim atau diciptakan, bagaimana pengelolaannya, dll. Jadi kami tidak hanya memasarkan produk ini, tapi juga servis ke belakangnya. Yang pasti untuk day to day-nya, selain mengelola produk kami juga tidak melupakan dari segi pricing, promotion, packaging supaya produk ini lebih menarik di mata customer, ataupun menggelar event misalnya customer event untuk memasarkan dan memperkenalkan produk baru kepada customer.

Achievement selama di perbankan?

Yang paling menggembirakan adalah selama saya mengembangkan bancassurance, di mana kami bekerja secara tim yang kebetulan ukurannya kecil (3 orang). Seperti yang kita tahu, BCA tidak sedikit cabangnya. Dengan waktu yang sangat terbatas, kami berhasil mengembangkan produk baru di bank yang network-nya tidak sedikit.

Kedua, ketika kami dipercaya untuk memegang liabilities dan secure lending. Karena seperti yang kita tahu ujung tombak setiap bank adalah produk perbankan. Kami juga punya produk yang cukup shopisticated dan kebetulan hanya ada 1 di market dengan tipe seperti itu.

Ide atau terobosan yang Anda tawarkan?

Karena DBS sendiri adalah bank yang dikenal karena wealth management-nya, jadi visi saya ke depan adalah bagaimana supaya bank yang memang dikenal karena produk investasinya bisa dikenal juga karena produk pinjamannya, produk tabungannya, serta produk-produk perbankan lainnya selain produk investasi.

Dengan cara?

Menciptakan terobosan baru seperti produk investment debt loan. Produk ini belum banyak di pasar. Jadi kesempatannya masih sangat besar meskipun mungkin prosesnya tidak semudah dan segampang produk cerukan/ overdraft konvensional. Kami sendiri sedang set control sistemnya, jadi kami harus menggunakan back testing. Prediksi saya sekitar Februari atau Maret nanti akan terlaksana. Saya yakin ini akan jadi produk yang favorable di DBS karena pertumbuhannya sendiri sangat menggembirakan.

Bagaimana cara Anda meningkatkan kompetensi diri?

Kebetulan atasan saya juga concern dengan hal itu. Sekitar 2 tahun lalu saya terpilih untuk mengikuti Certifified Financial Planner. Itu ada sekitar 3 modul. Setiap modul ada ujiannya sendiri-sendiri. Dengan dibiayai oleh kantor sampai selesai, saya berhasil mendapatkan gelar CFP. Kemudian dalam seminar-seminar, saya juga sering diikutsertakan. Dan yang terakhir karena kami memang bank yang berasal dari Singapura, maka kami juga ada proses belajar dari apa yang ada di Singapura. Hal ini kami lakukan supaya bisa melihat apakah idenya bisa diadaptasi ke Indonesia. Bagaimana perkembangan di sana, tipikal customernya, dll.

Ambisi dan target ke depan?

Kebetulan karena masih muda, jadi saya ingin belajar sebanyak-banyaknya mengenai perbankan di Indonesia. Bukan hanya dari segi konsumen saja, karena saya tahu cakupan bank luas sekali. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)