Philip Willcock Besarkan Astra Life Hanya dalam Setahun

Hanya dalam satu tahun beroperasi, PT Astra Aviva Life (Astra Life) sukses menutup tahun pertama dengan membukukan pertumbuhan kinerja yang cukup signifikan. Hal ini tentu tidak lepas dari peran pemimpin perusahaan yaitu Presiden Direktur Astra Life, Philip C Willcock. Walaupun masih dalam tahap awal pengembangan bisnis, perusahaan asuransi jiwa ini tumbuh sebesar 110% dari Rp 651 miliar tahun 2014 menjadi Rp 1,36 triliun pada tahun 2015 dalam hal premi bruto (gross premium).

Philip C Willcock

Willcock dipercaya untuk mengemban tugas sebagai presiden direktur karena diminta secara langsung oleh CEO Aviva Group, Mark Wilson. Willcock mengaku senang dapat memimpin Astra Life meskipun tantangan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini semakin besar sejalan dengan kompetisi di industri asuransi dalam negeri yang sangat ketat dan ditambah dengan kondisi perekonomian yang belum pasti.

Pria berkebangsaan Inggris ini mengatakan, “Tiga tahun lalu saya datang ke Indonesia untuk mengembangkan Astra Life. Ini adalah tantangan yang besar bagi saya karena kesempatan membangun dan membesarkan bisnis dari awal sangat jarang untuk didapat. Sekaligus ini menjadi kesempatan bagi saya dalam berkarier di pasar internasional,” ujarnya di Mesa Stila Resort, Magelang, Jawa Tengah.

Willcock telah bergabung dalam Aviva Group selama 23 tahun. Sebelum bertugas di Indonesia, Willcock menjabat sebagai Chief Operating Officer Aviva UK & Ireland Life. Astra Life menerapkan konsep “Best of Both World” dengan mengkombinasikan pengalaman dan kompetensi Aviva sebagai perusahaan asuransi selama 320 tahun termasuk 150 tahun di Asia serta Astra dengan pemahaman yang mendalam tentang pasar Indonesia dan didukung oleh sumber daya lokal, pengetahuan dan merk di berbagai industri, jaringan dan distribusi nasional selama 59 tahun. Kolaborasi keduanya memberikan layanan terbaik dan dapat diandalkan bagi seluruh pelanggan Astra Life.

Sejalan dengan bertambah banyaknya masyarakat yang mulai teredukasi mengenai pentingnya asuransi akan memperkuat outlook positif dalam pertumbuhan industri asuransi. “Didukung oleh fundamental yang kuat, prospek industri asuransi jiwa di Indonesia terlihat cerah dan berada pada jalur yang tepat untuk terus tumbuh secara berkesinambungan,” jelas Willcock kepada SWA Online.

“Menghadapi semua tantangan yang ada, Astra Life optimistis untuk bisa mewujudkan visi perusahaan yaitu agar Astra Life bisa hadir di setiap rumah masyarakat Indonesia, serta untuk mewujudkan misi perusahaan untuk membawa ketenangan pikiran dan membangun masa depan yang sejahtera ke jutaan masyarakat Indonesia,” ujar Willcock.

Perusahaan asuransi jiwa ini adalah perusahaan patungan 50-50 antara PT Astra International dan Aviva International Holdings Limited. Pertumbuhan perusahaan yang besar dapat diraih dengan mengandalkan distribusi dari Bank Permata dan anak perusahaan grup Astra yang telah memiliki basis klien dan basis staf yang besar.

Ke depan, Astra Life akan terus mengoptimalkan dan mengembangkan saluran distribusi untuk memberikan produk serta layanan yang beragam, berkualitas tinggi, terpercaya, terjangkau dan sesuai kebutuhan masyarakat yang berasal dari berbagai segmen (multi channel, multi product, multi segment).

Data AAJI per September tahun 2015 menunjukkan bahwa hanya dalam satu tahun Astra Life telah berhasil menembus top 23 dari 51 perusahaan asuransi jiwa yang ada di tanah air. Sejak diluncurkan, Astra Life telah memperoleh beberapa pencapaian dan mempunyai kinerja yang baik sehingga perusahaan optimis untuk bisa menjadi salah satu dari lima asuransi jiwa terbesar di Indonesia. “Saya ingin dalam 10 tahun ke depan Astra Life dapat melaju ke posisi 5 teratas asuransi jiwa di Indonesia,” ungkap Willcock yang telah berumur 44 tahun.

Namun mulai April mendatang, Philip C Willcock tidak lagi menjadi Presiden Direktur Astra Life, karena ia akan menempati posisi baru dalam Grup Aviva di Italia. “Saya bangga dengan tim yang akan saya tinggalkan. Saya dan Wakil Presiden Direktur Auddie A Wiranata telah bekerja sama membangun kultur kerja dan tim yang spesial bagi saya. Mereka kini sudah tidak butuh saya lagi untuk terus berkembang,” tutup Willcock. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)