3 Tahun Berdiri, Omzet Pinisi Capai Miliaran Sebulan

Dunia anak adalah bermain. Bermain menjadi hak anak-anak, terutama di usia prasekolah dan sekolah dasar. Yang menarik adalah jika anak-anak bisa bermain sambil belajar. Tak sekadar gembira, anak-anak juga merekam nilai-nilai luhur tentang Indonesia. Mulai dari seni dan budayanya hingga sejarah negeri tercinta yang merupakan negara kepulauan.

Inilah visi Pinisi Edutainment Park yang terletak di Gedung B, Lantai 8,9, dan 10 Pasaraya Blok M, Kebayoran, Jakarta Selatan. Boleh jadi sedikit idealis karena mengedepankan budaya lokal yang akhir-akhir ini kian terlupakan. Tapi, prospek bisnisnya jangan ditanya. Omzetnya sebulan lebih dari Rp 1 miliar di usianya yang kini telah genap 3 tahun.

“Inilah keunikan kami, menyediakan wahana rekreasi dan mainan anak yang edukatif dan sarat nilai-nilai luhur budaya lokal,” kata Benny Machmoed, Direktur PT Pasaraya Tosersajaya.

kelas wayang

Di Pinisi, anak-anak bisa belajar banyak hal tentang Indonesia. Mulai dari menjelajah kapal Pinisi ukuran besar, kelas membatik, belajar menari tradisional, kelas angklung, hingga memainkan wayang. Ada juga permainan flying fox, memanjat dinding, dan wahana 4D Simulator.

Dengan dibukanya Galeri Sains pada awal Desember 2015 lalu di Gedung B Pasaraya lantai 8, anak-anak semakin dimanjakan dengan wahana permainan yang menyenangkan dan sarat pengetahuan. Total ada 50 wahana permain yang bisa dinikmati anak-anak, terutama di usia sekolah 5-12 tahun. Harga tiketnya juga cukup terjangkau, mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 165 ribu, tergantung usia anak, hari biasa atau hari libur, serta puncak musim liburan.

“Jumlah pengunjung 8-11 ribu per bulan tergantung season. Kalau season bagus, Juli, Lebaran, September-Oktober, sangat bagus bisa di atas 10 ribu pengunjung. Kontribusi walk-in customers, yang belanja ke Pasaraya sekitar 20%,” katanya.

GM Entertainment & Business PT Lintas Mitra Niaga, S. Hidayat AS menjelaskan, promosi gencar dilakukan ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan jumlah pengunjung Pinisi. Ada tim khusus yang dibentuk beranggotakan 10 tenaga pemasaran yang menyasar 50-100 sekolah. Setiap bulan juga ada pertemuan rutin kepala-kepala sekolah di Pinisi untuk menggali banyak hal baru tentang dunia pendidikan anak.

“Kami juga punya online reservation ticket. Ada juga event-event below the line, membuka booth dan mengikuti pameran-pameran. Kami juga membuka kerjasama ritel seperti dengan Matahari dan Pasaraya serta beberapa perusahaan swasta,” katanya.

kelas angklung

Pinisi menargetkan jumlah pengunjung naik 30% pada tahun ini dari jumlah pengunjung rata-rata 8-11 ribu perbulan pada tahun 2015. Target itu tidak muluk-muluk mengingat pengunjung mendapatkan tambahan benefit yakni Galeri Sains di lantai 8, selain Pinisi di lantai 9 dan Kapal Nusantara di lantai 10.

“Kami maunya ada 5-7 sekolah yang berkunjung setiap harinya ke Pinisi. Mereka rata-rata membawa 50-100 siswa. Ada juga yang pernah membawa 300 orang siswa. Jadi, target kami 1.000 pengunjung perhari, gabungan family dan rombongan sekolah,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)