Bisnis Sosial Yulie Setyohadi lewat Haute Lister

Bagi kalangan sosialita Jakarta, nama Yulie Setyohadi sudah tak asing lagi. Wanita cantik mantan None Jakarta Pusat tahun 1987 ini memang memiliki pergaulan luas. Tak heran ia sering diundang kalangan the haves dalam berbagai kegiatan.

Dari aktivitas pergaulannya, ia bersama kedua rekannya, Veruscha Nadja dan Teddy Hamzah, mengembangkan ide bisnis di bidang manajemen gaya hidup sejak Agustus 2011. Bisnis mereka ini kemudian dinamakan Haute Lister, yang resmi diluncurkan pada Februari 2012. “Awalnya karena banyaknya permintaan hosting di sana-sini. Selain itu, saya juga ingin menggalang dana sosial,” ujar perempuan kelahiran Bandung 25 Juli 1967 ini.

Menurut lulusan Stamford College Singapore Jurusan Bahasa Inggris dan Komputer ini, kecantikan dan fashion sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan bagi sebagian orang di kota besar seperti Jakarta. Merek-merek produk kecantikan ataupun fashion tersebut membutuhkan tokoh sosialita ataupun fashionista untuk promosi, karena kalangan merekalah sebenarnya pembeli potensial produk-produk tersebut. Kebutuhan inilah yang berusaha diisi Haute Lister. Lebih jelasnya, bisnis Haute Lister adalah menangani berbagai acara seperti soft/grand opening kantor, soft/grand launching merek atau produk, perayaan hari jadi perusahaan atau produk tertentu, fashion show, pesta liburan, acara pertemuan tahunan, dan semacamnya.

Meski usianya masih seumur jagung, beberapa merek premium telah memercayakan Haute Lister untuk menjalankan peran hosting di sejumlah acara. Sebutlah Christian Dior, Ferrari, Masserati, Lamborghini, Chrysler, dan International Clinic. Haute Lister juga telah menangani acara grand launching beberapa galeri dan tempat pertemuan bergengsi seperti Bazaar Art di Pacific Place, Jakarta.

Kelihatannya Haute Lister tidak membatasi kategori perusahaan ataupun yang akan dipromosikan. “Karena pada dasarnya, Haute Lister bergerak di dunia art, fashion dan life style,” ujar pemilik Yulindra Fine Art Gallery yang memang hobi melukis ini.

Haute Lister kini diperkuat oleh 45 orang anggota yang terbagi atas tiga batch, di mana tiap batch terdiri dari 15 orang, plus beberapa freelancer. Menurut Yulie, pengelompokan dalam batch tersebut, mulanya karena ada kerja sama dengan Majalah Bazaar. Dalam kerja sama itu, Haute Lister diharuskan memiliki 8 batch yang akan tampil dalam setiap edisi Bazaar.

Menurut Yulie, anggota Haute Lister adalah orang-orang terbaik. Mereka berasal dari kaum sosialita, selebritas, pegiat seni dan fashion, hingga para istri pejabat pemerintah dan duta besar. Yulie mengaku tak mengalami kesulitan menggaet anggota karena sebelumnya ia telah mengenal mereka secara pribadi. Bahkan, belakangan justru orang-orang dari kelas atas ini yang menawarkan diri agar dapat bergabung dengan Haute Lister. Syaratnya, mereka mengikuti proses wawancara yang biasanya diadakan secara informal. Mereka, imbuh Yulie, juga harus memiliki visi sosial dan semangat untuk membantu sesama.

Yulie mengelola dan mengoordinasi anggota Haute Lister untuk hadir di acara klien yang dibantunya. Anggota yang hadir disesuaikan dengan permintaan klien. “Jenis acaranya seperti apa dulu? Orang-orang yang ditargetkan berumur berapa? Dari situ baru kami tentukan siapa yang akan datang ke acara tersebut,” ungkap pemilik Yudacitra Children Painting Class yang berlokasi di Kemang dan Pondok Indah ini. Adapun tempat untuk menggelar acara biasanya di hotel, butik, galeri, mal prestisius, restoran, hingga klinik.

Menurut Yulie, Haute Lister jarang menawarkan jasanya secara langsung ke perusahaan atau merek tertentu. Justru merekalah yang datang meminta jasa Haute Lister. Ia melihat hal ini dikarenakan nama Haute Lister telah sampai ke telinga para pengelola perusahaan/merek tersebut. Jadi, lebih karena efek pemasaran word of mouth ataupun efek publikasi di media. “Biasanya kan berlangsung sukses, sehingga ramai diperbincangkan dan dipublikasi di majalah, TV, dan beberapa media lainnya,” ujar ibu Adindara Jelita, Akbar Gustiano, dan Ameralda Claudia ini.

Yang membanggakannya dari setiap event yang terselenggara selama 8 bulan ini, Haute Lister telah mampu menggaet pemasukan lumayan. Sebagian pemasukan diberikan buat anggota Haute Lister yang terlibat, sebagian lagi masuk ke kas Haute Lister. Yulie enggan mengungkapkan nominalnya dengan alasan pemasukan lembaganya ini memang dimaksudkan untuk menjalankan kegiatan sosial. Ia juga enggan mengungkapkan berapa biaya yang harus ditanggung kliennya dalam menggunakan jasa Haute Lister.

Dari hasil bisnis Haute Lister, Yulie mengaku lembaganya ini telah menyumbang dana sosial ke beberapa individu dan yayasan yang membutuhkan. Antara lain, donasi untuk bayi bernama Nur Fadillah; korban pemerkosaan di Bantaeng, Makassar; pembangunan Masjid Al-Mujahidin di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan; donasi untuk Yayasan Onkologi, dan bantuan untuk korban banjir Lebak-Banten.

Yuyun Manopol & Radito Wicaksono

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)