IPC Mulai Proses Pra-Konstruksi NewPriok

Saat ini, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC telah memulai proses pra-konstruksi Terminal Kalibaru atau NewPriok Tahap I yang meliputi tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk. Pelaksana proses konstruksi tersebut adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, sebagai perusahaan pemenang tender konstruksi.

“IPC sudah sangat siap membangun dan mengoperasikan NewPriok. Sehingga saya minta pada semua pihak untuk mendukung proses tersebut, konsisten akan komitmen menyelesaikan NewPriok tepat waktu sesuai dengan Perpres No. 36 Tahun 2012,” sebut RJ Lino, Direktur Utama IPC, dalam siaran pers.

Menindaklanjuti amanat Perpres No. 36 Tahun 2012, pemerintah melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan IPC telah menandatangani perjanjian konsesi Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kalibaru Pelabuhan Tanjung Priok pada 31 Agustus 2012. Ada dua tahap pembangunan dari terminal NewPriok ini, di mana secara keseluruhan terdiri dari tujuh terminal peti kemas dan dua terminal produk, serta jalan akses terminal menuju Kawasan Industri Marunda dan pusat industri lainnya di sebelah timur Jakarta.

Terminal Kalibaru atau NewPriok ini akan dibangun di atas lahan seluas 195 hektar. Nantinya, terminal ini diperkirakan akan menambah kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok, sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia, dengan potensi sebesar 4,5 juta TEUs peti kemas dan 9,4 juta m3 produk minyak dan gas. Alur pelayaran dirancang untuk dua arah yang memiliki lebar mendekati 300 meter dengan dermaga yang dibangun sepanjang 4.000 meter.

Hingga saat ini, IPC mengklaim telah memiliki semua persyaratan dan izin yang dibutuhkan terkait pembangunan dan pengoperasian Terminal Kalibaru, kecuali izin lingkungan dan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Proses izin lingkungan dan AMDAL saat ini sudah memasuki tahap final dan sedang dalam proses administrasi untuk ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup.

Dan sekarang ini, perusahaan BUMN ini sudah memulai proses pra-konstruksi terminal tahap I. Pekerjaan utama proses yang saat ini dilakukan PT PP adalah pembuatan breakwater (penahan gelombang), dermaga, reklamasi, pengerukan alur dan kolam, serta pembuatan lapangan penumpukan.

Selain itu, IPC juga telah melaksanakan seleksi mitra operator secara terbatas untuk mendukung dapat dioperasikannya Terminal Peti kemas I pada akhir tahun 2014. Calon mitra yang diundang adalah operator yang memiliki reputasi internasional dan diharapkan dapat membawa pasar dan kapal berukuran besar langsung menuju Terminal Kalibaru guna menurunkan biaya logistik nasional. Ketiga calon mitra tersebut, yaitu Mitsui (NYK, Evergreen, dan lainnya), APM Terminal (Maersk Line), dan ICTSI (MSC). Sementara untuk seleksi terminal operator Terminal Petikemas 2 dan 3, telah dimulai tender terbuka dengan mengumumkan registrasi melalui media nasional dan internasional.

Agar terlaksananya pembangunan Terminal Kalibaru atau NewPriok layak secara finansial, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah memberikan jaminan agar utilisasi Terminal NewPriok dapat mencapai 70 persen. Ini perlu dilakukan agar investasi yang ditanamkan dapat dikembalikan. Hal ini menyangkut kebijakan pemerintah untuk rencana pembangunan terminal atau pelabuhan lain di luar Tanjung Priok.

Nantinya, apabila operasional Terminal Kalibaru atau NewPriok Tahap I telah mencapai 70- 80 persen, IPC telah diberikan hak oleh pemerintah untuk segera membangun Terminal Tahap II yang terdiri dari empat terminal peti kemas. Untuk itu, pemerintah akan melakukan evaluasi dan penyesuaian rencana induk Tanjung Priok untuk menampung penyesuaian yang ada, serta menjadi kewajiban IPC untuk bisa menyediakan fasilitas yang memadai agar tidak terjadi kelebihan kapasitas dari tiap terminal. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)