“Kroepoek” Finna Digandrungi Belanda

Guncangan ekonomi dengan episentrum di Amerika Serikat dan Eropa langsung ditransmisikan ke seluruh dunia. Perekonomian dunia mengalami masa suram yang berkepanjangan. Daya beli masyarakat di AS dan Eropa merosot, dan itu menjadi ancaman bagi para produsen eksportir di semua negara, termasuk Indonesia. Dengan volume perdagangan yang menciut, otomatis ekspor pun terpangkas.

Welly Gunawan Welly Gunawan, Vice General Manager PT Sekar Laut

Namun, kemerosotan ekonomi yang terjadi di AS dan Eropa justru menjadi berkah tersendiri bagi PT Sekar Laut Tbk., produsen dan distributor kerupuk udang dan bumbu instan merek Finna. Seiring dengan jatuhnya AS dan Eropa ke jurang krisis ekonomi, terjadi pergeseran gaya hidup di sana. Masyarakat di kedua kawasan itu sebelumnya biasa makan di restoran, setelah daya beli merosot, kini mereka lebih sering mengonsumsi makanan rumahan.

Frekuensi menghabiskan waktu juga berubah, dari yang sebelumnya lebih banyak traveling, sekarang lebih sering berada di rumah untuk saving. “Tendensi untuk mengonsumsi snack meningkat jika orang sering berada di rumah (sambil nonton TV, chatting, membaca, dsb). Sehingga efek penurunan daya beli masyarakat tidak terlalu berdampak signifikan terhadap penjualan industri snack,” kata Welly Gunawan, Vice General Manager PT Sekar Laut.

Finna juga memproduksi bumbu masak instan yang memberi kemudahan dalam memasak di rumah. Produk ini diharapkan juga bisa memberi solusi kemudahan yang diinginkan mayoritas orang saat ini. Karena itu, kondisi ekonomi global yang runyam sama sekali tidak mengganggu ekspor Sekar Laut. Tahun ini, Sekar Laut optimistis, ekspor produk yang dihasilkannya akan tetap tumbuh sekitar 15%.

Sekar Laut mulai beroperasi pada 1966. Awalnya, Sekar Laut bergerak di industri perdagangan bidang kelautan yang berada di Kota Sidoarjo, Jawa Timur. Seiring dengan perjalanan waktu, Sekar Laut kemudian lebih fokus memperoduksi kerupuk udang dengan merek Finna. Kerupuk udang (shrimp crackers) merupakan kuliner khas terpopuler di Sidoarjo. Sekar Laut sangat mengutamakan kualitas produk dan keamanan pangan (food safety).

Kerupuk udang Finna menguasai pasar kerupuk udang bermerek Indonesia. Di supermarket kita sangat mudah menemukannya. Pemasarannya tersebar di seluruh Indonesia. Setelah kuat mencengkeram pasar domestik, untuk memperluas pasar, Finna pun kemudian melanglang buana, masuk ke AS, Belanda, Inggris, Belgia dan Jerman. Juga kawasan Asia: Jepang dan Korea Selatan. Finna juga dilempar ke Australia, Selandia Baru, dan kawasan Afrika.

Dengan kapasitas produksi 1.000 ton per bulan, Sekar Laut mengapalkan 4.000 ton ke pasar ekspor. Tahun 2011, dari total omset Rp 352,44 miliar, Rp 82,05 miliar di antaranya berasal dari hasil ekspor. Tahun sebelumnya (2010), nilai ekspor Sekar Laut Rp 57,10 miliar dari total omset Rp 320,89 miliar. Tampak bahwa krisis ekonomi tidak membuat pasar ekspor Sekar Laut menipis, bahkan sebaliknya, makin menggelembung.

Tantangan yang dihadapi Sekar Laut untuk menjajal pasar global adalah soal selera, mengingat kerupuk udang merupakan kuliner khas Indonesia. “Tantangan yang juga perlu diatasi tidak hanya oleh Finna, tetapi juga oleh semua produsen makanan khas Indonesia yang go international adalah tingkat penerimaan preferensi masyarakat luar negeri akan citarasa Indonesia. Ini merupakan tantangan besar bagi Finna untuk terus bisa mempromosikan citarasa dalam negeri melalui produk asli Indonesia yang diolah dari bahan baku pilihan,” kata Welly Gunawan.

Negara yang paling banyak menyerap Finna adalah Belanda. Maklum, Belanda pernah hadir di Indoneia selama tiga abad lebih, sehingga bangsa Belanda sudah mengenal dengan baik citarasa kuliner Indonesia. Citarasa kuliner Indonesia cukup melekat pada taste dan preferensi mereka. Termasuk, kerupuk. Bangsa Belanda sangat familier dengan kerupuk, bahkan pada kemasan snack yang berisikan kerupuk, tidak ditulis dalam bahasa Inggris (crackers), tetapi menggunakan kata “Kroepoek”. “Dari sana saja kita bisa mengetahui seberapa familier bangsa Belanda dengan kerupuk khas Indonesia,” kata Welly.

Untuk menerobos pasar ekspor, Sekar Laut menggunakan dua cara. Pertama, mengembangkan pasar yang sudah ada, yaitu Finna membantu pihak buyer mengembangkan pasarnya lebih besar lagi dengan cara mengeluarkan kategori produk baru. Cara kedua, masuk ke pasar baru lewat pameran -- termasuk membagikan buku resep kuliner Indonesia dan mengikuti misi dagang, sehingga Sekar Laut bisa memperkenalkan Finna kepada potentialbuyer.

Didin Abidin Masud/Gustyanti Pratiwi

Riset: Siti Sumariyati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)